LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN SEL

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I

Tentang

PENGAMATAN SEL

Disusun oleh:

SAIFUL MILLAH

NIM. 106016300639

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2006


  1. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Tubuh makhluk hidup dibangun oleh sel-sel. Bentuk dan susunan sel-sel tubuh makhluk hidup beraneka ragam. Pada umumya sel terdiri atas membrane sel, sitoplasma, dan inti sel. Sel-sel yang sejenis pada tubuh makhluk hidup bersel banyak tersusun menjadi jaringan. Berbagai jaringan menyusun organ tubuh.

Terdapat beberapa perbedaan bagian-bagian sel yang ada pada hewan dengan yang ada pada tumbuhan. Keingintahuan akan perbedaan-perbedaan yang ada pada tumbuhan dan hewan tersebut merupakan hal yang melatar belakangi pengamat melakukan pengamatan terhadap dua jenis sel, yaitu sel tumbuhan dan sel hewan.

I.2 Tujuan

  • Mengamati struktur sel makhluk hidup.
  • Menggambar struktur sel secara skematis dan memberikan keterangan berdasarkan hasil pengamatan.
  • Mengamati perbedaan struktur antara sel hewan dengan sel tumbuhan.
  1. BAHAN, ALAT, DAN CARA KERJA

II.1 Bahan

  • Daun Rhoeo discolor.
  • Tumbuhan Allium cepa
  • Preparat awetan Rumen areta
  • H2O

II.2 Alat

  • Mikroskop dan perlengkapannya
  • Covered glass
  • Slide
  • Pipet tetes
  • Tusuk gigi
  • Kertas isap/tissue
  • Gelas ukur
  • Pisau kecil/silet

II.3 Prosedur.

Kegiatan 1

  1. Dengan menggunakan silet, daun Rhoeo discolor dipotong melintang dengan tipis
  2. Daun tersebut diletakkan pada kaca benda/slide yang telah ditetesi H2O, lalu ditutup dengan covered glass.
  3. Air yang menggenang diisap dengan tissue.
  4. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  5. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  6. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 2

  1. Slide disediakan dengan higienis, diletakkan di atas meja, kemudian diberi setetes H2O menggunakan pipet.
  2. Dengan menggunakan jari/kuku, kulit Allium cepa yang berwarna ungu dikupas hingga diperoleh kulit tipis (seperti kulit ari) yang disebut sebagai epidermis. Pilih kulit Allium cepa yang masih fresh, bukan kulit yang kering.
  3. Epidermis tersebut diletakkan segera (jangan sampai kering) di atas setetes H2O pada slide kemudian tutup dengan covered glass.
  4. Air yang menggenang diisap dengan menggunakan tissue.
  5. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  6. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  7. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 3

  1. Sebuah slide disediakan kemudian diberikan setetes H2O di bagian tengahnya.
  2. Dengan hati-hati bagian tusuk gigi yang tumpul dioleskan pada permukaan pipi bagian dalam. Anda tidak akan melihat apapun pada ujung tusuk gigi itu.
  3. Ujung tusuk gigi tersebut dioleskan pada slide yang telah diberi setets H2O dan diaduk. Air akan sedikit keruh, kemudian ditutup dengan covered glass.
  4. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  5. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  6. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 4

  1. Preparat awetan yang telah ditentukan diambil.
  2. Preparat tersebut diletakkan di ujung lensa objektif.
  3. Preparat tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  4. Preparat tersebut digambar.
    • HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil

III.2 Pembahasan

Dalam suatu sel minimal terdiri atas sepuluh bagian, diantaranya:

  1. Membran Plasma, terdiri atas protein dan lipida. Berfungsi mengatur transporatsi zat.
  2. Nukleus. Terdiri atas bagian membrane, nucleolus, nucleosomm kromosom, dan asam-asam nukleat (AND dan ARN), berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas sel. (pada pengamatan tidak dapat diperhatikan bagian-bagian nucleus karena keterbatasan kemampuan mikroskop cahaya).
  3. Sitoplasma.
  4. Retikulum endoplasma, merupakan pembuluh halus yang terdapat di dalam sel.
  5. Ribosom, merupakan organel yang terdiri atas RNAr (RNA ribosom) dan protein. Fungsi ribosom yaitu sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  6. Badan mikro, terdiri atas peroksisom dan glioksisom, serta mengandung enzim katalase dan oksidase.
  7. Komplek golgi, berfungsi sebagai penambah glikosilat, sekresi, ekskresi, pembentukan musin, dan sintesis dinding sel.
  8. Lisosom, berisi enzim hidrolitik dan berperan dalam pencernaan intra sel.
  9. Mitokondria, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pernafasan sel.
  10. Kloroplas, merupakan plastida yang mengandung klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.
  1. KESIMPULAN

Setelah kita melakukan pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa bagian pada sel yang dipunyai oleh sel tumbuhan dan sel hewan dan ada pula bagian yang hanya dipunyai oleh salah satunya saja. Hal ini dapat diperjelas oleh table perbandingan berikut.

No Bagian sel Sel Tumbuhan Sel Hewan
1 Dinding sel ada Tidak ada
2 Membran plasma ada Ada
3 Organel sel

a.    Nucleus

b.    Reticulum endoplasma

c.    Ribosom

d.    Badan mikro

Peroksisom

Glioksisom

e.    Kompleks golgi

f.     Mitokondria

g.    Lisosom

h.    Sentriol

i.      Plastida

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

4 Vakuola ada Ada/Tidak ada

DAFTAR PUSTAKA

Najamuddin.2006.Biologi. Surakarta:CV Grahadi

Prawirohartono, Slamet. 1996. Sains Bilologi 3-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

___________________. 1996. Sains Bilologi 2-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

Syamsuri, Istamar.2000.Biologi 2000.Jakarta:Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s