LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI BELALANG, UDANG, DAN IKAN MAS

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I

Tentang

MORFOLOGI BELALANG, UDANG, DAN IKAN MAS

Disusun oleh:

SAIFUL MILLAH

NIM. 106016300639

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1428 H/2007 M


  1. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Berbeda dengan tumbuhan, hewan mempunyai daya gerak, cepat tanggap terhadap rangasangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan bentuk kompleks, dan jaringan tubuhnya lunak. Perbedaan itu berlaku secara umum, tentu saja ada kelainan-kelainannya.

Tiap individu, baik pada hewan uniselular maupun pada hewan multiselular, merupakan satu unit. Hewan itu berorganisasi, berarti tiap bagian dari tubuhnya merupakan subordinate dari individu sebagai keseluruhan, baik sebagai bagian suatu sel maupun seluruh sel. Inilah yang disebut konsep organismal, suatu konsep yang penting dalam biologi.

Suatu organisme hidup, baik yang uniselular maupun multiselular, dapat berada sebagai individu terpisah atau sebagai suatu agregat (kumpulan) yang bebas satu sama lain, yang disebut koloni. Sebuah koloni hewan mungkin terdiri dari hewan uniselular atau hewan multiselular, namun hewan multiselular bukan sebuah koloni hewan uniselular. Walaupun demikian, ada juga sebuah koloni hewan multiselular yang karena kativita hidupnya bermanifestasikan suatu kesatuan, maka koloni itu dianggap sebagai satu organisme, contoh: bryozoa, tunicate, dan bunga karang.

Konsep organismal yang menyatakan bahwa makhluk itu berorganisasi sehingga tersusun dari subordinate-subordinat tertentu merupakan hal yang menarik untuk dijadikan objek pengamatan. Namun dalam satu pengamatan satu hal yang luar biasa jika kita mengamati unsure subordinate dari keseluruhan makhluk hidup, sehingga pengamatan ini dibatasi hanya terhadap tiga spesies hewan, yaitu belalang, udang, dan ikan mas.

I.2 Tujuan

  • Mengetahui bagian-bagian tubuh belalang, udang, dan ikan mas.
  • Mengetahui fungsi masing-masing bagian tubuh tersebut.

 

  1. BAHAN, ALAT, DAN CARA KERJA

II.1 Bahan

  • Belalang
  • Udang
  • Ikan Mas

II.2 Alat

  • Kertas isap/tissue
  • Wadah/Nampan
  • Pisau kecil/silet

II.3 Prosedur.

Kegiatan 1

  1. Lakukan pengamatan terhadap bagian-bagian tubuh dari masing-masing hewan.
  2. Pikirkan fungsi masing-masing bagian tubuh tersebut lalu cocokkan dengan buku literature.

Kegiatan 2

  1. Tempatkan ikan mas di tempat yang telah disediakan.
  2. Lakukan pemotongan secara lateral terhadap ikan tersebut.
  3. Amati bagian dalam hewan tersebut!
  • HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil

III.2 Pembahasan

  1. Udang (Macrobrachium rosenbergii)

Tubuhnya dibagi dua, yaitu sefalotoraks dan abdomen; yang pertama tertutup dengan tameng keras (carapace) yang menjulur ke depan di antara dua mata. Penjuluran tameng itu disebut rastrum. Tiga belas pasang pertama alat tambahan dan mata bertaut dengan sefalotoraks. Enam alat tambahan lainnya bertaut dengan abdomen, dan masing-masing berakhir sebagai telson (sirip horizontal). Abdomen dibagi menjadi segmen-segmen, di sebelah dorsal dan di sebelah lateralnya masing-masing dilindungi oleh suatu skeleton yang bercabang. Skeleton dibagi menjadi dua: sebuah tergit (dorsal) dan dua buah pl (lateral). Di sebelah ventral tiap segmen abdomen terdapat papan yang disebut sternit.

Tiap alat tambahan, selain mata, merupakan modifikasi dari tipe biramus. Tipe biramus memang bersifat embrionis dan ada sejak dulu kala. Alat tambahan itu terdiri dari protopodet (proksimal) dan dua cabang distal yang disebut endopodet (cabang-cabang dalam) dan eksopodet (cabang luar). Protopodet, endopodet, dan eksopodet itu masing-masing dapat bermodifikasi sehingga tereduksi menjadi berbagai macam, sesuai dengan alat tambahan yang bersangkutan yang semuanya ada 19 pasang. Udang mempunyai selom, tetapi sebagian besar ditempati oleh organ-organ tubuh. Selom pda udang adalah homosoel yang merupakan bagian dari system peredaran darah. (lihat gambar dibawah).

  1. Belalang (Arphia pseudonietana)

Tubuh dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Tiap bagian, secara embrional, terdiri dari beberapa segmen. Pada yang dewasa, bagian toraks terbagi secara nyata menjadi prototoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Protoraks tertutup oleh pronotum yang berbentuk seperti pelana. Abdomen dibagi menjadi sejumlah segmen, biasanya jelas kecuali beberapa yang terakhir, karena beberapa bagian terakhir itu bersatu dan bermodifikasi menjadi genitalia eksternal. Kira-kira 9 segmen abdomen itu jelas kelihatan.

Apendiks

  • Antena. Pada kepala ada sepasang antenna, panjang, terdiri dari banyak segmen.
  • Alat mulut. Bibir atas (labrum) merupakan kelanjutan cylepeus. Segera di bawah bibir atas itu terdapat dua mandibulae, yaitu rahang yang kuat untuk mengunyah. Di bawah rahang itu terdapat 2 maxillae, masing-masing dengan palpus. Diantara bagian basal maksila terdapat hypoglossus yang berbentuk seperti buah per. Bibir bawah, labium, terbagi dua, masing-masing dengan sebuah palpus. Baik palpus maxillaries maupun palpus labialis adalah alat peraba, sedang maksila dan labium berguna untuk mengunyah makanan.
  • Kaki. Ada 3 pasang kaki, tiap pasang pada protoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Kaki pada metatoraks itu kuat, lebih panjang, berguna untuk meloncat. Tiap kaki terbagi menjadi segmen-segmen; dari prosimal ke distal berturut-turut adalah coax, trochanter, femur, tibia, tarsus. Tarsus itu beruas 3 dan berakhir sebagai pulvillus dengan dua buah cakar. (lihat gambar).
  • Sayap. Belalang mempunyai dua pasang sayap, masing-masing pasang terdapat pada meso- dan metatoraks, namun sayap-sayap itu mungkin bereduksi dan tinggal sebagai vestigial (sisa) atau bahkan hilang sama sekali. Sayap depan (anterior) disebut tegmina (tunggal = tegmen), keras seperti belulang, dan semakin banyak keruh. Sayap posterior biasanya lebih besar, membranosa, tembus cahaya, kecuali bila berpola-warna atau bersabuk-warna, dan terlipat bila beristirahat. Sayap mempunyai venasi banyak.
  • Alat genital eksternal. Pada belalang jantan, ujung posterior abdomen bagian bawahnya membulat. Alat kopulasi bersama dengan cerci (tonjolan lateral) yang karakteristik itu, dipakai untuk menentukan jenis (spesies). Pada yang betina, ujung posterior abdomen terdiri dari dua buah klep (dorsal dan ventral) yaitu bagian dari ovipositor, yaitu alat untuk membuat lekukan/lubang di tanah untuk meletakkan sebuah paket berisi telur.
  1. Ikan Mas (Carassius auratus)

Ukuran lebar lebih dari tingginya, potongan melintang oval. Kepala, badan dan ekor jelas. Mulut terminal, lubang hidung dua, mata lateral, ada operculum. Dibawah operculum ada insang bentuk sisir. Anus dan aperture genital di depan sirip ekor. Sirip dorsal dua, ada sirip caudal dan sirip anal. Semuanya terletak median. Sepasang sirip pectoral (di belakan overkulum) dan sepasang sirip pelvic (ventral).

Sirip itu merupakan lanjutan kulit, berupa membrane, disokong oleh jari-jari sirip. Semua sirip lentur, kecuali sirip dorsal pertama. Kelenturan itu disebabkan jari-jari sirip lunak dan beruas-ruas (walaupun ada pengapuran). Sirip dorsal pertama terdiri dari 13-15 duri berkapur yang keras. Duri-duri seupa (satu-dua) juga terdapat pada bagian anterior tiap sirip. Sirip berguna untuk menjaga keseimbangan dalam berenang dan mengarahkan gerakan.

Tubuhnya tertutup epidermis yang membuat lendir licin. Sisik bulat tipis, tersusun memanjang dengan baris-baris diagonal. Bagian posterior tiap sisiknya, seperti susunan penting. Sisik-sisik itu terletak pada saku dermal dan tetap tumbuh selama hidup. Di sebelah lateral tubuh terdapat sebaris porus yang berhubungan dengan saluran bentuk tubular di bawah sisik. Porus-porus itu mengandung organ sensori yang peka terhadap vibrasi (getaran) dalam air.

  1. KESIMPULAN

Dari percobaan ini paling tidak kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut

  1. Pada udang terdapat struktur luar: cephalothorax, abdomen, flagellum, rostrum, mata majemuk, tangkai mata, karapaks, duri antenna, duri hepatic, maksiliped, arthrodial membrane, hingejoints, abdominal pleura, telson, antenula, antenna, periopod, pleopod, uropod, endopodit, eksopodit, meropodit, basipodit, exopodit, ischiopodit, karpopodit, daktilopodit, propodit.
  2. Belalang mempunyai struktur luar tubuh: kepala, toraks, abdomen, labrum, clypeus, frons, gena, ocelli, mata majemuk, protoraks, mesotoraks, metatoraks, sayap depan, sayap belakang, circus, ovipositor, tibia, tarsus, spirakel, femur, tympanum, pulvillus, cakar, trokanter, coax, labium, maksila, mandibula.
  3. Struktur luar ikan mas: Nares, Eye, Mouth, operculum, pectoral fins, spiny dorsal fin, caudal fin, peduncle, lateral line, anal fin, vent, scales, pelvic fins.

DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga-LP4

Najamuddin.2006.Biologi. Surakarta:CV Grahadi

Prawirohartono, Slamet. 1996. Sains Bilologi 3-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

___________________. 1996. Sains Bilologi 2-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

Syamsuri, Istamar.2000.Biologi 2000.Jakarta:Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s