MOLLUSKA

 

Indonesia merupakan salah satu negara bahari terbesar didunia. Karakteristik struktur geografis indonesia dan tipologi ekosistemnya yang didominasi oleh lautan telah menjadikan indonesia sebagai pemilik keanekaragaman hayati terbesar didunia. Sumber daya kelautan merupakan kekayaan yang memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan. Seperti maksud Firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 14 sebagai berikut :

Artinya :

“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur”.

Hewan memiliki sel yang terdiri dari struktur yang unik ; misalnya Gap Junctions sebagai penghubung intraselluar untuk melewati materi/senyawa dari sel ke sel lainnya. Hewan juga memiliki jaringan yang khusus dalam penghantar implus (nervous tissue) dan pergerakan (muscle tissue). Hewan termasuk organisme multisellular, heterotropik eukaryot, dan dapat menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen dan sebagian besar reproduksi seksual dengan tahapan diploid mendominasi siklus hidupnya.

Binatang atau hewan yang halal artinya binatang atau hewan yang boleh dimakan menurut hukum syariat Islam. Secara garis besar binatang yang halal dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, salah satunya yaitu hewan laut atau hewan air.

Semua binatang yang hidup di laut atau di air adalah halal untuk dimakan baik yang ditangkap maupun yang ditemukan dalam keadaan mati (bangkai), kecuali binatang itu mengandung racun atau membahayakan kehidupan manusia.

Halalnya binatang laut ini berdasarkan dalil-dalil  berikut:

Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 96

Artinya:

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”(Q.S. Al-Maidah [5]:96)

Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthtrophoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak.

Jadi Filum Moluska adalah kelompok hewan invretebrata yang memiliki tubuh lunak, namun sebagian besar menyekresikan cangkang pelindung keras yang terbuat dari kalsium karbonat. Moluska merupakan selomata, dan tubuhnya memiliki tiga bagian utama : kaki (foot) yang berotot, biasanya digunakan untuk bergerak; massa viseral (visceral mass) yang terdiri dari sebagian organ internal; dan mantel (mantle), lipatan jaringan yang membungkus massa viseral dan menyekresikan cangkang (jika ada). Pada banyak moluska, mantel membentang melebihi massa viseral, menghasilkan sebuah ruang yang terisi air, rongga mantel (mantle cavity) yang menampung insang, anus, dan pori-pori ekskresi. Banyak moluska menangkap makanan dengan organ pemarut yang mirip sabuk, disebut radula, untuk menggerus makanan.

Moluska bersifat kosmopolit, artinya dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu darat, air tawar, laut, daerah panas sampai daerah dingin. Moluska sudah memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem reproduksi, dan sistem otot. Sistem syaraf pada moluska yaitu mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Moluska juga memiliki lidah bergerigi yang berfungsi untuk melumatkan makanan. Lidah bergerigi itu disebut radula. Moluska yang hidup di air bernafas dengan insang yang berada pada rongga mantel. Moluska hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggang, ikan, ataupun moluska lainnya. Moluska bereproduksi secara seksual. Pada umumnya organ reproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, meski begitu jenis siput tertentu ada yang bersifat hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan pada akhirnya akan menjadi moluska dewasa.

 

 

  • Latar Belakang

Kelas filum Mollusca yang terbesar, gastropoda memiliki lebih dari 40.000 spesies yang hidup. Sebagian gastropoda adalah hewan laut, tetapi banyak juga spesies air tawar. Bekicot dan slug telah beradaptasi terhadap kehidupan darat. Gastropoda adalah hewan berukuran besar yang menarik. Namanya berarti kaki perut (Y: gaster = perut ; pous = kaki). Jadi, gastropoda adalah hewan yang bertubuh lunak, berjalan dengan perut yang dalam hal ini disebut kaki.

Gastropoda merupakan kelas yang paling berhasil dalam beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan kelas –kelas yang lain dalam filum Moluska, sehingga dapat ditemukan dimanapun; pegunungan, hutan, danau, laut, perairan sungai, bahkan di halaman kita sendiri. Kelas ini satu-satunya kelas dalam filum Moluska yang telah beradaptasi sehingga dapat hidup di daratan. Anggota kelas Gastropoda telah mengembangkan kakinya sehingga dapat meluncur secara efisien di daratan. Mata yang dapat ditarikdan diulur kembali, dan telah mengembangkan sistem pernafasannya menjadi sistem pernafasan pulmonaris.

  • Ciri-ciri umum

Cangkang asimetri dan biasanya menggulung seperti ulir memutar ke kanan. Hewan ini menggendong cangkang, kakinya besar dan lebar untuk merayap di batu atau mengeduk pasir atau lumpur. Pada kelas hewan ini terjadi reduksi beberapa organ tubuh untuk menyesuaikan ukuran cangkang, seperti reduksi menjadi satu ginjal, beberapa jenis hanya mempunyai satu insang. Cangkang limpet tidak kelihatan mengulir, meskipun pada tingkat larva, cangkangnya ulir yang kemudian hilang setelah menjadi dewasa. Cangkang ini hampir tidak terdapat pada kelinci laut (sea hare). tethys, dan sama sekali tidak terdapat pada nudibrank. Cangkang keong digunakan untuk melindungi diri. Ada yang tanpa penutup dan ada yang dengan penutup atau operkulum. Operkulum ini terbuat dari zat kapur atau zat tanduk yang lebih luas. Operkulum menunjukkan garis-garis pertumbuhan dan kadang-kadang dapat digunakan untuk menentukan umur. Bentuk cangkang setiap jenis berbeda dan mensifati jenis itu. Bentuk cangkang juga dapat dikaitkan dengan pola habitatnya. Cangkang gastropoda sering kali berbentuk kerucut, tetapi abalone dan limpet memiliki cangkang yang agak pipih. Banyak gastropoda memiliki kepala dan mata yang jelas pada ujung tentakel.

Gastropoda merangkak setapak demi setapak dengan perlahan dengan gerakan seperti riak dari kaki yang memanjang. Sebagian gastropoda menggunakan radulanya untuk merumput pada alga atau pada tumbuhan. Pada satu kelompok, keong kerucut geligi, radula membentuk anak panah beracun yang terpisah, dan dapat menembus mangsa, termasuk ikan. Kepala di salah satu ujung dari kaki bekicot atau siput bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan lendir atau lendir yang dihasilkan dari kelenjar di kaki. All gastropods have a well-developed head with eyes and 1-2 pairs of tentacles.Semua gastropoda memiliki kepala yang berkembang baik dengan mata dan 1-2 pasang tentakel.

  • Morfologi

Morfologi Gastropoda terwujud dalam morfologi cangkangnya. Sebagian besar cangkangnya terbuat dari bahan kalsium karbonat yang di bagian luarnya dilapisi periostrakum dan zat tanduk. Cangkang Gastropoda yang berputar ke arah belakang searah dengan jarum jam disebut dekstral, sebaliknya bila cangkangnya berputar berlawanan arah dengan jarum jam disebut sinistral. Siput-siput Gastropoda yang hidup di laut umumnya berbentuk dekstral dan sedikit sekali ditemukan dalam bentuk sinistral. Karakteristik kelas Gastropoda yang paling khas adalah suatu proses yang dikenal sebagai torsi (torsion). Selama perkembangan embrionik, suatu otot asimetris terbentuk, dan satu sisi dari massa visceral tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang lain. Kontraksi otot itu dan pertumbuhan yang tidak merata tersebut menyebabkan massa visceral berotasi sampai 180 derajat, sedemikian rupa sehingga anus dan rongga mantel ditempatkan di atas kepala pada hewan dewasa. Beberapa ahli zoology berspekulasi bahwa keuntungan dari torsi adalah untuk menempatkan massa visceral dan cangkang yang berat lebih ke tengah pada tubuh keong itu.

Gastropoda dilihat dari Ventral & Dorsal

(a)                (b)

Gambar 7.1 (a) ventral; (b) dorsal

Pada cangkang gastropoda juga terdapat hiasan-hiasan yang menarik, antara lain:

  • spiral costae, yaitu galengan-galengan yang terputar secara melingkar mengikuti putaran-putaran pada cangkang
  • Keel yaitu galengan-galengan yang tajam
  • Axial costae yaitu galengan-galengan yang membujur atau hampir tegak lurus dengan putaran-putaran pada cangkang
  • Spines adalah duri-duri yang terdapat pada cangkang

Gambar 7.2 Cangkang dexter pada sebelah kiri,

cangkang sinister sebelah kanan

  • Anatomi

Struktur anatomi Gastropoda dapat dilihat pada susunan tubuh gastropoda yang terdiri atas: kepala, badan, dan alat gerak.

♦ Kepala

Pada kepala terdapat sepasang alat peraba yang dapat dipanjang pendekkan. Leher (pada sisi sebelah kanan terdapat lubang genital) pada alat peraba ini terdapat titik mata untuk membedakan terang dan gelap.

♦ Mulut

Pada mulut terdapat lidah parut dan gigi rahang. Pada mulut terdapat radula alat pengunyah, radula terbuat dari bahan chitineous dan mempunyai gigi yang tersusun secara transversal. Gigi tersusun dalam 2 set, yang terletak di kedua sisi dari gigi median, atau sentral. Jumlah gigi pada gastropoda antara 16-750.000 buah.

Gambar 7.3 Anatomi Gastropoda

♦ Kaki

Kaki merupakan organ yang dipergunakan untuk merayap secara perlahan-lahan. Kaki gastropoda terleletak dibelakang kepalanya, yaitu dibagian bawah dari badannya. Alat geraknya dapat mengeluarkan lendir, untuk memudahkan pergerakannya. Kaki (terdiri atas otot yang kuat untuk merapat. Viscera yang belum begitu jelas batasnya (terdapat di dalam cangkok, berbentuk spiral, ditutupi oleh mantel, pada bagian tepi cangkok dekat kaki mantel menjadi lebih tebal disebut gelangan (kollar), dibawah gelangan ini terdapat lubang pernafasan; rongga mantel berfungsi juga sebagai organ pernafasan.

7.1.5 Fisiologi

  1. a. Siklus hidup / sistem reproduksi

Kebanyakan Gastropoda hermafrodit yang berarti bahwa setiap hewan memiliki kedua organ reproduksi pria dan wanita dalam tubuh yang sama, tetapi untuk fertilisasi diperlukan spermatozoa dari individu lain karena spermatozoa dari induk yang sama tidak dapat membuahi sel telur. Ketika dua individu keong atau siput bertemu mereka bertukar bundle sperma, biasanya melalui sebuah anak panah ke dalam jaringan yang lain. Telur Ovotestis berupa kelenjar kecil berwarna putih kemerahan, terletak melekat di antara kelenjar pencernaan. Vagina dan penis mempunyai hubungan terbuka dengan suatu ruangan, yaitu atrium genital yang mempunyai lubang keluar (porus genitalis) tersebut kemudian biasanya diletakkan di celah-celah dalam tanah atau di bawah batu.

  1. Sistem respirasi

Gastropoda merupakan salah satu dari beberapa kelompok invertebrata yang telah berhasil menghuni daratan. Keong darat tidak memiliki insang yang khas pada sebagian besar gastropoda akuatik, dan alih-alih menggunakan lapisan rongga mantel untuk berfungsi sebagai paru-paru, yang mempertukarkan udara pernapasan dengan udara luar. Pada gastropoda darat, pernapasan menggunakan sebuah paru-paru yang disebut “pulmonate” pada gastropoda yang hidup di air tempat pulmonate itu ditempati insang, paru-paru merupakan anyaman pembuluh darah pada dinding luar. Udara masuk dan keluar melalui porus respiratorius.

  1. Most gastropods are hermaphrodites , which means that each animal has both male and female reproductive organs in the same body.Sistem Pencernaan

Meliputi rongga mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung , usus, dan anus. Usus gastropoda berliku-liku dan berakhir pada anus yang terletak diatas kepala. Kebanyakan gastropoda adalah herbivora dan pemulung memakan jamur, bahan hewan mati dan materi tanaman seperti daun, batang, umbi dan ganggang. A few are carnivorous and may prey on other snails. Beberapa yang karnivora dan mungkin memangsa siput lainnya. All gastropods feed by using a radula , which is a tongue-like structure covered by rows of rasping teeth.Semua paka gastropoda dengan menggunakan yang merupakan struktur lidah seperti ditutupi oleh deretan gigi serak.

             Most gastropods are hermaphrodites , which means that each animal has both male and female reproductive organs in the same body.

Gambar 7.4 Radula yang diperbesar

  1. Sistem Peredaran Darah

Simtem peredaran darah terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Jantung terdiri dari serambi dan bilik (ventrikel) yang terletak dalam rongga tubuh. Darah yang berasal dari tubuh mengalami aerasi di dalam paru-paru dan kemudian dipompakan oleh jantung melalui arteri ke arah kepala, kaki dan viscera (alat-alat dalam). Dari ujung ventrikel keluar aorta yang bercabang dua, yaitu: (1) Cabang yang berjalan ke arah anterior, mensuplai darah bagian tubuh sebelah anterior (kepala) kemudian membelok kearah ventral menjadi arteria pedalis yang mensuplai darah ke bagian kaki; (2) cabang yang berjalan ke arah posterior, mensuplai darah ke viscera, terutama ke kelenjar pencernaan, ventrikel, dan ovotestes. Arteria bercabang-cabang yang langsung mencapai rongga-rongga darah atau hemocoelom. Dari hemocoelom, dikumpulkan kembali melalui circulus venosus terdiri atas dua (masing-masing mengumpulkan darah dari daerah viscera, daerah kaki dan kepala, kemudian darah diteruskan ke paru-paru (untuk melepaskan CO2, dan menerima oksigen) selanjutnya masuk kembali ke atrium kemudian ke ventrikel. Darahna mengandung pigmen pernafasan yang berwarna biru (haemocyanin), berfungsi untuk mengikat oksigen, zat-zat makanan, dan sisa metabolisme.

  1. Sistem saraf

Sistem syaraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh tubuh. Sistem saraf terdiri dari atas tiga buah ganglion utama yaitu: ganglion otak (ganglion cerebral), ganglion visceral, ganglion kaki (pedal).

  1. Sistem Ekskresi

Alat ekskresi berupa nephridia, terdapat di dekat jantung dan uretranya di dekat anus.

  • Habitat

Gastropods are found in a variety of habitats across Australia but favour moist environments. Gastropoda ditemukan di berbagai habitat di seluruh lingkungan lembab. Most native species can be found hiding under logs and rocks, in leaf litter or under the bark of trees. Sebagian besar spesies asli dapat ditemukan bersembunyi di bawah kayu dan batu, dalam sampah daun atau di bawah kulit pohon. During humid weather or times of rainfall they can be seen foraging for food or looking for mates. Selama cuaca lembab mereka dapat dilihat untuk mencari makanan atau mencari pasangan. Slugs are particularly susceptible to drying out and some snails may wait out a dry period by sealing themselves to a hard surface with dried mucus and staying inactive, this is sometimes known as aestivation . Siput rentan terhadap pengeringan dan beberapa siput mungkin menunggu periode kering dengan menyegel diri ke permukaan yang keras dengan lendir kering dan tinggal tidak aktif, hal ini kadang-kadang dikenal sebagai. Gastropoda dapat hidup pada tempat-tempat yang beranekaragam, mulai dari laut, rawa-rawa, sungai, danau, hutan, Mereka dapat hidup dalam air tawar, air payau, air laut dan juga di daratan. Pada laut pun, gastropoda telah menempati setiap niche, mulai dari zona yang paling dangkal dan kaya akan sinar matahari dan gas oksigen, yaitu zona nefritik, sampai zona yang sudah tidak dapat ditembus lagi oleh sinar cahaya dan memiliki kadar oksigen yang sangat rendah, serta memiliki tekanan yang sangat tinggi, yaitu pada zona abisal. Bahkan, telah ditemukan beberapa gastropoda yang dapat bertahan dan hidup pada celah-celah hidrothermal yang berada jauh di dasar laut. Beberapa macam gastropoda juga bersifat parasit pada hewan lain.

  • Klasifikasi

Di perairan Indonesia dapat ditemukan lebih dari 20.000 jenis (Dharma,1988). Klasifikasi tradisional kelas gastropoda mengakui tiga sub kelas:

  • Sub kelas Prosobranchia
  1. Ordo Archeogastropoda
  2. Ordo Mesogastropoda
  3. Ordo Neogastropoda
  • Sub kelas Opistobranchia
  1. Ordo Cephalaspidea Ordo Nataspide
  2. Ordo Anaspidea Ordo Acocchilideacea
  3. Ordo Thecosonata Ordo Sacoglosa
  4. Ordo Gimnosonata Ordo Nudibranchia
  • Sub kelas Pulmonata
  1. Ordo Stylomotophora Ordo Basommataphora
  • Sub kelas Prosobranchia

Prosobranchia terdiri dari tiga ordo, yaitu: archeogastropoda, mesogastropoda, dan neogastropoda. Sub kelas Prosobranchia berarti “insang dibagian depan” adalah gastropoda yang mengalami torsi. Anggota Prosobranchia terutama terdiri dari molluska yang marine. Ini dicirikan dengan visceral hump yang telah mengalami torsi, sehingga insang dan anus terletak pada bagian anterior. Bentuk apertur pada anggota subkelas Prosobranchia yang primitif adalah nonsiphonate atau tidak memiliki tempat sifon. Sedangkan, pada anggota subkelas yang modern, terdapat bentuk apertur canaliculit paerural margin dan merupakan jalur air pada batas marginnya. Operculum pada subkelas ini biasanya terbentuk atas horny fiber atau calcareous, yaitu gampingan.

  • Ordo Archeogastropoda

Ordo ini merupakan kelompok siput yang paling primitive, masih mempertahankan bentuk tubuh simetris dengan ciri-ciri morfologinya memiliki satu atau dua buah insang dengan dua baris filamen dan jantung yang memiliki dua buah serambi. Cangkang Archaeogastropoda memiliki selenizone, dan ada beberapa spesies pada ordo ini yang memiliki operculum pada cangkangnya, ada juga yang tidak. Cangkang yang paling tua muncul sejak kambrian Atas. Anggota pada ordo ini kebanyakan gastropoda yang hidup di laut (marine gastropods), tetapi ada juga yang dapat hidup dalam air payau, air tawar, dan darat.

Contoh dari ordo ini adalah

Kingdom         : Animalia

Class                : Gastropoda

Sub class         : Prosobranchia

Ordo                : Archaeogastropoda

Family             : Neritidae

Genus              : Clithon                                                          Gambar 7.5 Clithon

Species            : Clithon oaulaniensis                                                 oalaniensis

sumber: jurnal keanekaragaman gastropoda pada daerah pasang surut kawasan konservatif hutan mangrove kota Tarakan).

 

  • Ordo Mesogastropoda  

Pada ordo Mesogastropoda, cangkangnya berbentuk helicoid, tetapi ada juga yang berbentuk discoidal ata berbentuk seperti topi. Pinggiran aperturnya masuk kedalam dan tidak mempunyai celah sifon atau saluran sifonal. Jenis kelamin pada anggota Mesogastropoda terpisah. Mesogastropoda hanya memiliki satu insang, satu auricle, dan satu ginjal. Ciri-ciri morfologi ordo ini adalah sistem sarafnya tidak terpusat, memiliki satu buah insang dengan satu baris filamen, serta memiliki satu alat indera. Anggota pada ordo ini hampir semua memiliki lingkungan hidup di laut, tetapi ada sebagian kecil yang memiliki lingkungan hidup di air tawar. Mesogastropoda memiliki jumlah jenis yang besar dan kebiasaan makan yang luas mulai dari hebivor, detrivor, hingga predator.Contoh dari ordo ini adalah:

Kingdom         : Animalia

Class                : Gastropoda

Sub class         : Prosobranchia

Ordo                : Mesogastropoda

Family             : Littorinidae

Genus              : Littorina

Species            : Littorina scabra

Gambar 7.6 Littornia scabra

 

(sumber: jurnal keanekaragaman gastropoda pada daerah pasang surut kawasan konservatif hutan mangrove kota Tarakan)

 

 

  • Neogastropoda

Neogastropoda merupakan kelompok siput yang paling maju. Pada pinggiran apertur terdapat celah sifonal atau saluran sifonal. Operculum juga dapat ditemukan pada cangkang anggota ordo ini. Radula dangkal dan pada potongan secara transversal, terlihat bahwa anggota-anggota yang menempati ordo Neogastropoda hanya memiliki tiga buah gigi atau kurang. Anggota ordo Neogastropoda memilki sistem saraf yang terpusat, memiliki sebuah insang dengan satu baris filamen dan jantung memiliki sebuah serambi. Spesies dari ordo ini memiliki sebuah alat eksresi dan satu pasang alat indera. Mereka merupakan karnivor, dan ada beberapa spesies yang memiliki kelenjar racun. Semua anggota ordo ini merupakan gastropoda marine, dan memiliki lingkungan hidup di laut.

Contoh dari ordo ini adalah :

Kingdom         : Animalia

Class                : Gastropoda

Sub class         : Prosobranchia

Ordo                : Neogastropoda

Family             : Muricidae

Genus              : Morula

Species            : Morula foliacea

Gambar 7.7 Morula foliacea

(sumber: jurnal Triton: Absalom Luturnas,2009)

  • Sub Kelas Prosobranchia

Opistrobranchia adalah kumpulan dari mollusca aneh yang mencakup siput laut, kelinci laut, kupu-kupu laut, dan canoe shell. Hampir semua hidup di laut; banyak hidup di air dangkal, bersembunyi dibawah batu, dan rumput laut; dan sebagian kecil pelagic. Opistrobranchia menunjukkan sebagian atau detorsi yang lengkap; dengan demikian anus dan insang tergeser ke sisi kanan atau belakang tubuh. Masalah dalam fouling dapat terhindarkan jika anus berpindah dari kepala ke arah posterior. Biasanya ditemukan sepasang tentakel, yang keduanya lebih dimodifikasi yang disebut rhinophores, dengan lipatan platelike yang tampaknya meningkatkan area untuk chemoreception. Tipe cangkang mereka tereduksi atau tidak ada. Seluruhnya monoceus. Hampir semua opistrobranch adalah hemaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina. Walaupun hemaprodit, mereka tidak dapat melakukan fertilisasi sendiri, dan sering didapati berpasangan. Perkembangan larva biasanya melewati tahap veliger planktontic larva. Pengambilan nutrisi ophistrobranch sangat beragam. Beberapa spesies yang herbivora mengambil zat kimia dari ganggang. Sebagian besar ophistrobranch adalah predator (seperti sebagian besar gastropoda laut pada umumnya), misalnya Nudibranchia memakan ubur-ubur, cacing laut, moluska lainnya.

Sub kelas ini dibagi menjadi delapan ordo, yaitu :

  • Ordo Chepalaspidea, yaitu cangkang terletaj eksternal, besar dan pipih, beberapa jenis mempunyai cangkang internal. Contoh : Actenoidae, Bullidae, Aglajidae

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Mollusca

Class                : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee              : Cephalaspidea

Famili              : Bullidae

Genus              : Bulla

Spesies            : Bulla vernicosa

 

 

 

 

 

Gambar 7.8 Bulla vernicosa

 

(sumber: jurnal keanekaragaman gastropoda pada daerah pasang surut kawasan konservatif hutan mangrove kota Tarakan)

 

  • Ordo Anaspidea, yaitu cangkang tereduksi, bila ada terletak internal, rongga mantel pada sisi kanan menyempit dan tertutup oleh parapodia yang lebar. Contoh Aplysia californica

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Anaspidea

Famili             : Apylisidae

Genus             : Apylisia

Spesies            : Aplysia californica        

 

 

Gambar 7.9 Aplysia californica

 

  • Ordo Thecosonata, yaitu cangkang berbentuk kerucut, mantel lebar, dan merupakan hasil modifikasi dari kaki yang berfungsi sebagai alat renang, bersifat planktonik.

Contoh : Cavolinia tridenta

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Thecosonata

Famili             : Cavolinoidae

Genus             : Cavolinia                   Gambar 7.10 Cavolina tridenta

Spesies            : Cavolinia tridenta    

  • Ordo Gymnosonata, yaitu tanpa cangkang dan mantel, parapodia sempit, berukuran mikroskopik, dan bersifat planktonik. Contoh: Clione limacina

Kingdom       : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Gymnosonata

Famili             : Clionidae

Genus             : Clione                                    Gambar 7.11 Clione limacina

Spesies            : Clione limacina

 

  • Ordo Nataspide, yaitu cangkang terletak internal, eksternal, atau cangkang, rongga mantel tidak ada. Contoh: Umbraculum meditteraneum

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Nataspide

Famili             : Umbraculidae

Genus             : Umbraculu

Spesies            :Umbraculum meditteraneu

Gambar 7.12 Umbraculum meditteraneu

  • Ordo Accochilideaceae, yaitu tubuh kecil meliputi spikula, tanpa cangkang, insang ataupun gigi. Contoh: Hedylopis
  • Ordo Sacoglosa, yaitu insang dengan atau tanpa cangkang, radula mengalami modifikasi menjadi alat penusuk dan penghisap alga. Contoh: Berthelina citrina

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Sacoglosa

Famili             : Juliidae

Gambar 7.13 Berthelina citrin                   Genus              : Berthelina

Spesies         : Berthelina citrin

 

  • Ordo Nudibranchia, yaitu cangkang tereduksi, tanpa insang sejati, bernapas dengan insang sekunder yang terdapat disekeliling anus, permukaan dorsal.

Contoh: Glossodaris rufomarginatus

Gambar 7.14 Glossodaris rufomarginatus

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Mollusca

Class               : Gastropoda

Subclass          : Opistrobranchia

Ordee             : Nudibranchia

Famili             : Chromodorididae

Genus             : Glossodaris

Spesies            : Glossodaris rufomarginatus

 

(sumber: jurnal keanekaragaman gastropoda pada daerah pasang surut kawasan konservatif hutan mangrove kota Tarakan)

 

  • Sub Kelas Pulmonata

Pulmonata tidak memiliki insang, tetapi memiliki paru-paru. Semua spesies pada Pulmonata merupakan hemafrodit, dan pada Pulmonata dewasa tidak mempunyai operculum, kecuali pada Amphibolidae. Pada beberapa kelompok, cangkangnya hanya merupakan sisa-sisa, bahkan terkadang cangkangnya sudah tidak ada. Subkelas ini muncul paling awal dan sampai sekarang masih berkembang. Subkelas ini terbagi atas 2 ordo, yaitu:

  • Ordo Stylommatophora

Anggota ordo Sylommatophora memiliki dua pasang tentakel dan terdapat mata pada dasar tentakel posteriornya. Semua dari anggotanya memiliki lingkungan hidup di darat. Salah satu anggota dari ordo ini terkenal sebagai makanan, yaitu escargot yang sering dimakan oleh bangsa Prancis. Contoh dari ordo ini

  • Achatina fulica

Achatina fulica (Bekicot) merupakan hewan bertubuh lunak (Moluska) yang tidak memiliki tulang belakang. tubuhnya dilindungi oleh cangkang dari bahan kapur yang kuat dan didalmnya mengandung lapisan mutiara. Cangkang bekicot terpilin Spiral (Body whorl) dengan jumlah putaran tujuh, bentuk cangkang Fusiform, tidak memiliki tutup cangkang (Operculum). Warna cangkang coklat dengan pola-pola garis gelap di permukaannya.

              Fisiologi

Tubuh terdiri atas kepala, kaki dan massa jerohan (visceral). Pada kepala terdapat dua pasang tentakel. Sepasang yang berukuran pendek sebagai indera pencium dan sepasang tentakel panjang yang mengandung organ mata. Mulut terletak di bagian kepala tepat di bawah tentakel. Kaki merupakan alat untuk merayap yang mengandung selaput mukosa yang mengahasilkan lendir. Cangkang spiral membukus organ-organ visceral yang dilapisi oleh mantel pada sisi dalamnya. Morfologi Achatina fulica

Keterangan :

  1. Apex (posterior)
  2. Anteroir
  3. Body whorl
  4. Sutura
  5. Tentakel
  6. Stigma
  7. Kemoresepto
  8. Podium (Kaki)
  9. Porus genitalis
  10. Rima oris (Celah mulut)

Gambar 7.15 Morfologi Achatina fulica

 

Bagian Kepala (Caput), terdapat :

♦ Photoreseptor sepasang tentakel yang panjang, tegak ke atas, sebagai alat penerima rangsang cahaya karena memiliki stigma mata di ujung tetakel, berbentuk bulat dan stylus tungkai tentakel yang dapat dijulurkan dan ditarik.

♦ Khemoreseptor tentakel pendek, sepasang, mengarah ke bawah sebagai alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat peraba

♦ Rima Oris (celah mulut), tepinya bergigi halus (Radula). Untuk membuktikannya, perlu mulutnya diraba dengan ujung jari

♦ Kaki perut (Gastropodos), lebar dan pipih, sebagai alat gerak, memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir). Bagian muskuler ini dapat dikonsumsi

♦ Anus (Muara saluran cerna ). Nampak jelas.

Anatomi

Gambar 7.15 Struktur anatomi Achatina fulica

Sistem alat Pencernaan Makanan

Alat-alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, massa bucal, esophagus, kelenjar ludah, tembolok, lambung, kelenjar pencernaan, usus, rectum, dan berakhir pada anus. Makanan yang berupa dedaunan diambil dengan menggunakan mandibula bersifat tanduk dan dihancurkan oleh radula.

Sistem Sirkulasi dan respirasi

Pernafasan pada umumnya dilakukan oleh insang atau paru-paru. Insang atau paru-paru hanya ada satu, karena adanya putaran dari rumahnya. Maka, bagian lunaknya pun ikut mengalami perputaran, sehingga insang atau paru bagian kanan mereduksi. Insang dapat merupakan lembaran-lembaran seperti bulu ayam dan terletak di dalam mantle cavity. Gastropoda yang hidup di air, bernafas dengan insang, sedangkan mereka yang hidup di darat menggunakan pembuluh darah yang terdapat dalam rongga mantel sebagai paru-paru dengan sistem pulmonaris. Untuk pernafasan air masuk ke dalam rongga mantel dari bagian muka, kemudian setelah oksigennya diambil oleh insang, air kotor keluar melalui bagian posterior rongga mantel.

Sistem peredaran darah

Darah Achatina fulica terdiri dari sel-sel darah dan plasma yang tidak berwarna. Alat peredaran darah terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas sebuah atrium dan ventrikel berotot, dan sinus. Dari ventrikel keluar aorta yang bercabang menjadi aorta posterior yang memasok kelanjar pencernaan dan aorta anterior yang memasok darah ke kepala dan kaki. Darah dari kapiler arteri masuk ke kapiler vena lalu masuk ke jantung melalui sinus. Darah dari sinus akan masuk ke dinding rongga mantel. Setelah terjadi pertukaran gas, darah yang kaya akan oksigen masuk ke vena pulmonalis menuju atrium.

Sistem saraf

Sistem saraf terdiri dari ganglion-ganglion dan serabut saraf. Ada lima pasang ganglion. Ganglion supraesofageal yang terletak di atas esophagus, dari ganglion ini keluar serabut saraf menuju anterior ke ganglion bukal, ke mata pada ganglion ocular, ke mulut pada ganglion olfaktoeri. Selain itu terdapat saraf penghubung yang menghubungkan ganglion supraesofageal dengan ganglion di bawah esophagus.

Sistem Reproduksi

Bekicot (Achatina fulica) bersifat hermafrodit, namun dalam pembuahan tetap dibutuhkan dua individu karena spermatozoa pada satu individu tidak bertemu dengan ovum. Telur dan spermatozoa dihasilkan dalam ovostestis. Alat reproduki eksternal yang berupa vagina dan penis bermuara pada atrium genital.

Hewan hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya, karena tiap individu memproduksi sel telur dan sperma sekaligus. Sperma dari tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri. Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .

Gambar 7.16 Siklus hidup Achatina fulica

Habitat

Achatina fulica adalah anggota kelas Gastropoda yang hidup di darat. Hewan ini umumnya hidup di tanah-tanah yang lembab atau bersembunyi di balik rumpun pepohonan menempel pada akar, batang, atau memanjat.

Klasifikasi

Kingdom               : Animalia

Phylum                 : Mollusca

Classis                 : Gastropoda

Ordo                     : Pulmonata

Familia                 : Achatinidae

Genus                   : Achatina

Species                 : Achatina fulica

(Jasin, 1984: 141)

  • Ordo Basommatophora

Ordo ini memilki sepasang tentakel dengan mata terletak dekat dasar tentakel tersebut. Anggota-anggota yang terdapat pada ordo Basommatophora memiliki lingkungan hidup di air tawar dan membutuhkan udara untuk respirasi, meskipun ada beberapa anggota yang diantaranya memasukkan air ke dalam rongga mantelnya dan telah memiliki insang sekunder. Beberapa anggota dari Basommatophora lainnya memiliki lingkungan hidup di darat, dan hanya sedikit dari anggota ordo ini memliki lingkungan hidup di laut. Berbeda dengan saudara-saudaranya yang terdapat dalam ordo dan kelas yang lain, hampir semua anggota Basommatophora memiliki putaran cangkang yang sinister. Cangkangnya pun lebih tipis dan rapuh, karena tidak harus menghadapi besar dan kuatnya ombak yang ada pada laut. Contoh pada ordo ini Lymnaea stagnalis

Gambar 7.17 Lymnaea stagnalis

Manfaat

  • Selain pakan ternak (Achatina fulica) bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap.
  • Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain.
  • Kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal dari kulit bekicot, dinamakan Maulie, yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak dan penyakit kaum wanita termasuk keputihan.

 

  • Ciri-ciri Umum

Kata mollusca berasal dari bahasa Latin mallis yang berarti lunak. Jadi mollusca dapat diartikan sebagai hewan bertubuh lunak. Pada umumnya tubuh lunak tersebut tidak bersegmen dan dibungkus oleh mantel-mantel yang terbuat dari jaringan khusus dan umumnya dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang dapat menghasilkan cangkang. Mollusca memiliki mantel yang bisa membuat cangkang dari bahan CaCO3 dan kelenjar lender. Mollusca termasuk hewan yang tripoblastik. Tubuh mollusca biasanya bilateral simetris. Mollusca memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem reproduksi, dan juga sistem otot.

Struktur dan fungsi tubuh Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama : Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali. Pada beberapa molluska kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak. Massa viseral merupakan kumpulan sebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus. Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang. Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu. Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan.

Sistem peredaran darah mollusca ialah sistem peredaran terbuka, kecuali pada kelas Cephalopoda. Darah dapat mengangkut zat-zat makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh mollusca, zat sisa metabolisme dan zat asam dikeluarkan lewat alat ekskresi yaitu nefridia (tunggal:nefridium) yang ada 1-5 pasang. Jantungnya terdiri atas bagian dorsal yang dikelilingi parikardium.

Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Sistem pernafasan pada mollusca dilakukan oleh pulmonum, epidermis, insang (etenidia) yang terletak di rongga mantel, dan mantel. Pada kelas gastropoda yang hidup di darat melakukan pernapasan dengan paru-paru. Sedangkan sistem sarafnya berupa tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion sarebral, ganglion visceral, ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan dengan serabut-serabut saraf. Sistem saraf mollusca juga terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar.

Alat kelamin umumnya terpisah (dioseus/diesis), tetapi ada pula yang hermafrodit yang pembuahannya terjadi secara eksternal. Kebanyakan jenis mollusca berkembang biak secara ovivar (bertelur), tetapi ada pula yang berkembang bak dengan metamorphosis. Sistem pergerakan dengan menggunakan kaki yang berotot dan bentuknya berbeda-beda sesuai dengan jenis mollusca. Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca sangat bervariasi. Misalnya, siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m.

Keterangan :

  1. Radula 7. Rongga 13. Kaki
  2. Mulut 8. Nefridium 14. Hemocoel
  3. Shell 9. Mentel 15. Saluran syaraf
  4. Perut 10. Mantel rongga 16. Gut
  5. Gonad 11. Anus                      17. Viscelral saraf kabel
  6. Jantung 12. Gill 18. Saraf cincin

18 saraf cincin

9 Mantle

10 Mantle rongga

Gambar 7.18 Morfologi Moluska

Berdasarkan bentuk tubuh, sifat kaki, eksoskeleton, mantel dan respirasinya Mollusca dibagi kedalam lima kelas yaitu :

  1. Kelas Amphineura
  2. Kelas Scaphopoda
  3. Kelas Pelecypoda
  4. Kelas Gastropoda
  5. Kelas Cephalopoda

Amphineura merupakan salah satu kelompok Mollusca yang memiliki cangkang. Pada umumnya Amphiuneura memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki ciri tubuhnya berbentuk pipih memanjang, tidak berkepala dan tidak bertentakel
  • Pada bagian punggungnya terdapat cangkang yang tersusun atas beberapa (biasanya belapan) lempeng terlapis yang saling tumpang tindih seperti genting.
  • Bersifat hermafrodit (berkelamin dua)
  • Di dalam mulutnya terdapat radula
  • Anatomi

Hewan ini memiliki ciri tubuhnya berbentuk pipih memanjang, tidak berkepala, tidak bertentakel, dan pada bagian punggungnya terdapat cangkang yang tersusun atas beberapa (biasanya delapan) lempeng terlapis yang saling tumpang tindih seperti genting. Di dalam mulutnya terdapat radula. Tubuhnya simetri bilateral, dengan kaki di bagian perut (ventral) memanjang, bulat telur, dan pipih. Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 papan berkapur, sedangkan permukaan lateral mengandung banyak insang. Terkadang cangkang dibungkus oleh lapisan kitin.

Gambar 7.19 Anatomi tubuh Chiton sp

  • Fisiologi

Organ pencernaan anggota-anggota pada kelas Amphineura dimulai dari mulut yang dilengkapi radula dan gigi, kemudian menuju faring, lalu ke dalam perut yang kemudian masuk usus halus lalu zat sisa hasil metabolismenya dikeluarkan melalui anus. Kelenjar pencernaannya adalah hati yang berhubungan dengan perut. Sistem sarafnya berupa cincin esophagus dan 2 cabang saraf yang disarafi matel di daerah kaki. Tidak terdapat ganglion yang jelas, tetapi ada sel-sel ganglion pada cabang saraf. Sistem peredaran darahnya lakunair (terbuka) terdiri dari jantung, aorta, dan sebuah sinus. Darah mendapat oksigen dari insang yang kemudian disebarkan ke seluruh bagian tubuh. Sistem ekskresinya dilakukan oleh sepasang ginjal yang bermura ke arah posterior (bagian bawah tubuh). Reproduksinya dilakukan secara seksual, yaitu dengan pertemuan antara ovum dan sperma yang terdapat pada individu betina dan jantan.

  • Ekologi/habitat

Kelas Amphineura termasuk dalam kelas Mollusca yang hidupnya melekat di dasar perairan. Namun pada hewan hewan yang ada pada ordo polyplacophora, seperti Chiton sp. merupakan hewan akuatik yang ditemukan di daerah pantai. Biasanya ia melekat dengan sangat kuat pada karang, kerang, atau batu karang.

  • Klasifikasi

Saat ini sudah dibedakan menjadi sub 3 kelas yaitu :

  • Aplacophora ( tidak bercangkang)

Ordo ini dinamakan solenogastres. Sampai saat ini dikenal kurang lebih 250 jenis dari ordo ini. Bentuk tubuh seperti cacing, tidak mempunyai kepala, kaki maupun cangkang, seperti pada jenis Chaetoderma atau hilang sama sekali seperti pada jenis Neomenia . Radula juga banyak mengalami kemunduran. Insang terletak di daerah Cloaca. Jenis tertentu hidup diantara karang dan hydrozoaria yang lain dan memakan polip-polipnya. Jenis lainnya memakan protozoa dan jasad renik lainnya. Beberapa ahli memesukkan ordo ini ke dalam statu kelompok yang dikatakan cacing primitif seperti Archiannelida daeripada dengan Mollusca.

Gambar 7.20 Bentuk Tubuh Neomenia carimata

  • Monoplacophora ( bercangkang tunggal / satu sisi )

Ordo ini hanya memiliki 1 cangkang sehingga dinamakan Monoplachophora. Memiliki ukuran yang kecil sekitar 0.5 – 3.5 cm. Umumnya terdapat dilaut yang sangat dalam. Contohnya Neopilina galateae. Ciri lain yang dimiliki Monoplachopora yaitu sebagai berikut :

  1. Tubuh oval, simetri bilateral, metamerisme internal
  2. Cangkang tunggal berbentuk kerucut
  3. Kaki pipih ada di ventral
  4. Ventrikel 2 buah, 5 atau 6 pasang insang & 6 pasang nephridia
  5. Kepala tertutup rongga mantel, mulut dilengkapi radula
  6. Langka dan merupakan mollusca purba
  7. + Terdapat 6 jenis
  8. Hidup di laut dalam

Monoplacophora ini terdiri dari dua sub Ordo, yaitu Ordo Neomenioidea dan Ordo Chaetodermatoidea. Ordo Neomenioidea ini memiliki kaki tereduksi ke dalam celah di ventral tubuh dan merupakan monoesius. Contohnya pada Neomenia, Proneomenia dan Lepidomeni. Ordo Chaetodermatoida tidak mimiliki kaki dan termasuk dioesius. Contohnya pada Chaetoderma.

Gambar 7.21 Neopilina galatheae, N. (Verma) ewingi

  • Polyplacophora (cangkangnya memiliki susunan bertumpuk seperti susunan genting)

Ordo Polyplacophora mempunyai pengertian secara harfiah yaitu pembawa plat Banyak. Ordo Polyplacophora terbagi lagi menjadi dua sub Ordo, yaitu Sub Ordo Lepidopleurida dan Sub Ordo Chitonida. Sub Ordo Lepidopleurida berbentuk lempeng cangkang tidak tersusun tumpang tindih. Contohnya pada Lepidopleurus dan Hanleya. Sedangkan Sub Ordo Chitonida memiliki bentuk berupa lempeng cangkang yang tersusun tumpang tindih, contohnya pada Chiton dan Ishnochiton.

Yang tekenal dari ordo ini ialah jenis Chiton, karena jumlahnya yang banyak. Bentuk tubuh seperti elips, kakinya pipih yang terletak di permukaan ventral, dorsal tubuhnya yang kompleks ditandai dengan adanya keping kapur. Pada saluran mantel terdapat 4-8 chinidium yang serupa dengan insang. Chiton merayap perlan-lahan pada dasar laut, pada batu-batu yang lunak dan biasanya dapat bertahan pada gelombang besar. Sendi antara keping-keping kapur dapat dibengkokkan sedemikian rupa, sehingga tubuhnya dapat dibulatkan seperti bola. Bagian-bagian tubuh chiton terdiri dari:

Gambar 7.22 Chiton

  • Shell: Shell terdiri dari delapan piring tumpang tindih atau yang bergabung satu sama lain di luar dan undersides ke (bagian menebal dari).
  • Timbangan, duri atau bulu dapat hadir pada korset.
  • Karena bentuknya memungkinkan fleksibilitas, hewan tersebut mampu membentuk dirinya untuk permukaan yang tidak rata atau menggulung seperti bola untuk melindungi lembut di bawah bagian.

Hewan memiliki badan, memanjang bilateral simetris. Tidak ada tentakel atau mata cephalic hadir meskipun beberapa spesies memiliki peka cahaya spot di meliputi pelat. Mulut dengan Anusnya. Kakinya berotot memungkinkan hewan untuk bergerak dengan mudah dan untuk menekan erat pada substrat perusahaan. Dewasa berbagai ukuran dari 5mm ke 35cm.

Semua Polyplacophorans merupakan hewan-hewan yang berekosistem perairan laut. Spesimen tersebut dapat ditemukan dari air laut dangkal ke kedalaman laut dalam. Sekitar 600 spesies dari ordo ini telah dikenali. Sebagian besar memangsa ganggang yang permukaannya keras dan dimasukkan ke dalam tubuh dengan radula, yaitu bagian dari mulut yang ditemui pada semua

Gambar 7.23 Anatomi Chiton

Mollusca kecuali kerang-kerangan yang terekat pada dasar mulut dan dapat dijulurkan keluar untuk menggaruk alga dari bebatuan. Beberapa spesies Chiton memangsa krustasea kecil Bentuknya seperti kikir, terdiri dari deretan gigi halus. Chiton meriupakan hewan nokturnal, yaitu yang mencari makan pada malam hari. Ia tidak mencari makan ditempat yang terlalu jauh dan biasanya kembali ke tempat semula pada siang harinya.

Gambar 7.24 Berbagai macam jenis Chitons sp.

  • Manfaat

Hewan-hewan mollusca banyak dibudidayakan untuk diambil manfaatnya. Manfat yang dapat diperoleh yaitu sebagai :

  1. Bahan makanan yang kaya protein. Misalnya pada jenis cumi-cumi, sotong, kerang, dan siput
  2. Sebagai perhiasan. Seperti mutiara dari kerang, cangkang chiton.

Namun, adapula yang dapat merugikan manusia, misalnya keong dan siput yang merupakan hama karena memakan tanaman juga ada yang merusak galangan kapal ataupun perahu seperti Teredo Sp, sejenis siput dan merupakan inang perantara bagi beberapa cacing parasit (misalnya cacing yang bergenus limnea). Selain itu, ada juga yang merusak tanaman pertanian (misal : bekicot (Achatina fulica) yang merupakan keong dan siput dari kelas Gastropoda).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fenomena keanekaragaman hewan sangat unik dikaji guna membedakan antara hewan yang satu dengan yang lainnya. Umumnya orang membedakan hewan berdasarkan ciri-ciri yang dapat diamati, penampilan, makanan, tingkah laku, cara berkembangbiak, habitat dan lainnya. Banyak ayat Al-Qur’an yang memberikan gambaran tentang keanekaragaman fauna, sebagai contoh dalam Qur’an surat Al-lukman ayat 10:

Artinya : “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang.”

                 (QS. Al-Lukman : 10)

 

Ayat di atas menjelasakan bahwasanya Allah telah menciptakan langit dan meninggikannya dari bumi tanpa tiang sebagaimana dapat dilihat oleh manusi

Dia juga meletakkan gunung-gunung yang kokoh di muka bumi untuk menjaga keseimbangan bumi agar jangan sampai miring dan bergoncang. Allah juga menebarkan aneka hewan dan binatang melata di muka bumi. Aneka hewan yang ada di alam ini memiliki perbedaan dan persamaan sehingga dapat dikelompokkan sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki dan membentuk suatu klasifikasi yang unik.

Allah megarahkan perhatian manusia supa memperhatikan binatang-binatang yang bermacam-macam jenis dan bentuknya. Dia telah menciptakan semua jenis binatang itu dari air. Sebagian besar dari unsur-unsur yang ada dalam tubuhnya adalah air dan tidak akan dapat bertahan hidup tanpa air. Di antara binatang-binatang itu ada yang melata, bergerak dan berjalan dengan perutnya yang disebut Mollusca, ada juga yang berjalan dengan dua kaki ataupun empat kaki, bahkan kita lihat pula di antara binatang-binatang itu yang banyak kakinya.

Mengenai morfologi mollusca ini, Allah berfirman di dalam Al-Quran surat An-Nuur ayat 45:

Artinya :“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki- Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nuur : 45)

Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya bukan saja binatang-binatang yang berkaki banyak tetapi mencakup semua binatang dengan berbagai macam bentuk. Hal itu semua menunjukkan kekuasaanAllah dan atas ketelitian dan kekokohan ciptaan-Nya.

Para ahli zoologi telah membuat rekonstruksi sebuah hipotesis mollusca primitif. Hasil rekontruksi tersebut, tubuh mollusca primitif tersusun atas bagian dorsal melengkung, simetri bilateral, cangkang kuat tersusun atas zat kapur, otot-otot kaki berfungsi untuk berjalan lambat, rongga mantel terbentuk oleh integumen yang lunak dan terletak pada bagian dorsal, saluran pencernaan masih sederhana teerbentang dari bagian depan hingga bagian belakang, pada daerah kepala terdapat sepasang ganglia dan mempunyai dua batang syaraf yang menuju ke bagian tubuh yang berbeda. Scaphopoda dan gastropoda mempunyai radula dan cangkang. Pelecypoda (bivalvia) mempunyai : kepala, mata, dan tentakel menyerupai scaphopoda.

Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Memiliki alat pencernaan sempurna mulai mulut yang mempunyai radula (lidah parut) sampai dengan anus terbuka di daerah rongga mantel. Di samping itu juga terdapat kelenjar pencernaan yang sudah berkembang baik. Peredaran terbuka ini terjadi pada semua kelas mollusca kecuali cephalopoda. Alat eksresi berupa ginjal, sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion, yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal yang ketiganya dihubungkan oleh tali-tali saraf longitudinal. Anggota dari kelas ini hidup dengan cara membenamkan diri di pasir di laut dangkal atau sewaktu-waktu di laut yang dalam. Makanannya berupa hewan atau tumbuhan yang berukuran mikroskopis (Rusyana, 2011).

7.3.1 SCAPHOPODA

Scaphopoda adalah kelompok filum khas mollusca umumnya dikenal sebagai “kerang gading” karena mereka memiliki cangkang kerucut dan sedikit melengkung ke sisi dorsal, yang membuat kulit terlihat seperti taring kecil. Nama ilmiah Scaphopoda adalah “kaki sekop,” sebuah istilah yang mengacu pada “kepala” dari binatang, yang tidak memiliki mata dan digunakan untuk menggali lumpur laut dan sedimen. Fitur yang paling khas dari scaphopods adalah kerangka yang terbuka seperti pipa di kedua ujungnya.

Scaphopoda menjalani kehidupan dewasa mereka dengan cara terkubur dalam pasir atau lumpur di laut, dengan ujung kepala mereka menunjuk ke bawah, untuk pertukaran air dan pengusiran limbah. Insang telah hilang dalam scaphopoda, sehingga jaringan mantel tidak hanya menghasilkan kerangka atau kulit keras, tetapi juga mempunyai fungsi insang dalam memperoleh oksigen dari air laut. Mantel ini menyatu ke dalam tabung yang mengelilingi tubuh hewan, tetapi terbuka di kedua ujungnya. Air beredar di sekitar rongga mantel oleh aksi silia banyak. Ketika oksigen terlarut berjalan rendah, air dikeluarkan melalui ujung atas shell oleh kontraksi kaki.

 

7.3.2 Sejarah Scaphopoda

Gambar 7.25 Dentalium laqueatum

Foto diatas adalah Dentalium laqueatum. Itu dikeruk dari kedalaman 400 kaki di Teluk Meksiko, barat Venesia, Florida. Ketiga spesimen bawah adalah Graptacme Lepta, yang Tuskshell Gading lurus. Mereka ditemukan di sebuah pantai di timur laut Florida setelah badai.

Para scaphopoda, fosil tertua telah ditemukan dalam batuan Devon, dan ditugaskan ke Plagioglypta marga dan Prodentalium. Beberapa fosil Ordovician telah digambarkan sebagai fosil scaphopoda mungkin lebih tua, tetapi ini mungkin juga pteropods (kelompok gastropoda) atau sisa-sisa fosil cacing liang. Sebagian dari masalah adalah bahwa fosil tertua dari kerang gading memiliki detail permukaan sedikit. Mereka cenderung halus, dan tidak memiliki lekukan sedikit yang mencirikan kemudian fosil Mesozoikum dan Kenozoikum. Pada Kapur, fosil yang didefinisikan dengan baik pegunungan membujur muncul, seperti dalam spesies modern Dentalium dan kerabat dekatnya (Family Dentaliidae).

Meskipun fitur yang tidak biasa mereka, umumnya percaya bahwa kerabat terdekat dari scaphopoda adalah bivalvia. Seperti scaphopoda bivalvia memiliki kaki yang mereka gunakan untuk menggali. Mereka juga memiliki kepala yang menyatu dengan kerangka tubuh mereka yang keras. Dari 750-1200 spesies scaphopoda, dengan sekitar setengah jumlah itu menjadi spesies punah, dan setengah lainnya, yang baru-baru ini.

Halaman Sejarah Alam Scaphopoda ron Shimek meliputi pengenalan yang bagus untuk kelompok dan daftar spesies dari pantai barat Amerika Serikat. Universitas Michigan Museum of Zoology situs Animal Diversity Web yang memiliki banyak informasi yang baik tentang Scaphopoda.

7.3.3 CIRI-CIRI UMUM

Gambar 7.26 Scaphopoda

  • Scaphopoda hanya hidup di laut,
  • mempunyai rumah berbentuk serupa gading gajah yang berlubang pada kedua ujungnya
  • Umumnnya putih kekuningan/putih tulang warna cangkangnya, di Asia Tenggara cangkangnya berwarna hijau cemerlang
  • Tubuh ramping dan memanjang, dorsoventral, serta diselubungi oleh mantel. Kepala rudimenter.
  • Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar, kakinya lancip, berlobus dan berguna untuk menggali lumpur atau pasir.
  • Panjang tubuhnya biasanya 2,5-5 cm. Moluska ini juga memiliki cangkang, cangkangnya terbuka pada kedua ujungnya, berbentuk silinder, dan biasanya berwarna putih/kekuningan.
  • Hewan ini memiliki kelamin terpisah.

7.3.4 Anatomi

Gambar 7.27 Anatomi Scaphopoda

Hewan ini di sebut juga cangkok gigi atau cangkok gading atau taring gajah, karena cangkoknya berbentuk tubular seperti taring atau gading gajah. Panjang cangkang umumnya 3-6 cm. contohnya Cadulus mayori di lepas pantai Florida panjang cangkangnya 4 cm dan Dentalium vernedei di Jepang mencapai 15 cm.

Fosil Dentalium mempunyai panjang 30 cm & diameter 3 cm. Tubuhnya bulat memanjang, ditutupi oleh mantel yang dapat membentuk cangkok tubular dan di kedua ujungnya terbuka. Kaki menonjol membentuk kerucut, scaphopoda dimangsa oleh ikan dan kepiting. Perilaku mereka menggali diperkirakan untuk menjaga mereka dari predator (Shimek, 2005). Memiliki suhu tubuh yang berfluktuasi sesuai lingkungan. Di dekat kaki terdapat mulut. Mulut memiliki radula dan tentakel yang bertindak sebagai organ sensoris dan berfungsi untuk memegang (Rusyana, 2011). Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia disebut captula dengan ujung yang menjulur, yaitu alat peraba. Fungsinya untuk menangkap mikroflora dan mikrofauna.

Scaphopoda adalah pengumpan deposito selektif, terutama makan pada organisme mikroskopis, terutama diatom dan foraminiferans. Setiap tentakel dari capatula memiliki perekat tahu di ujung untuk menangkap mangsanya. Silia berbentuk sungut membawa partikel yang lebih kecil kembali ke mulut scaphopoda. Tentakel menarik untuk membawa barang-barang yang lebih besar ke mulut. Radula yang digunakan untuk memecah mangsanya. Makanan dicerna ekstrasel dalam perut, kemudian perjalanan dari perut ke usus. Limbah yang dikeluarkan ke dalam rongga mantel melalui anus. (Barnes, 1987)

 

7.3.5 Fisiologi

  • Sistem Sirkulasi

Terdiri atas sinus yang tersebar diantara organ-organ tubuh. Sirkulasi air untuk pernafasan digerakkan oleh gerakan kaki dan silia, sementara itu pertukaran gas terjadi di mantel. Scaphopoda tidak mempunyai jantung, hati, insang atau kapal untuk sirkulasi. Sebaliknya, sirkulasi adalah melalui sinus hemolimfa sederhana dan pertukaran gas terjadi di seluruh permukaan mantel dan tubuh (Brusca dan Brusca, 2003).

 

 

  • Sistem Respirasi

Sistem pernapasannya di bantu oleh mantel. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus. Sistem peredaran darah berupa sistem sinus darah dan tidak mempunyai jantung. Sistem syaraf ganglion, dan tidak terpusat.

  • Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan Pencernaan ektrasellular, bersifat deposit defender, captula berfungsi mengangkat makanan. Captacula berbentuk filamen yang kontraktil, dan pada tiap ujungnya terdapat pentolan yang adhesif. Makanannya ialah organisme mikroskopis terutama foraminifera . Partikel makanan yang kecil-kecil dialirkan oleh cilia sepanjang filamen ke mulut, sedangkan partikel besar ditangkap dengan pentolannya dan langsung dimasukkan ke mulut. Rongga mulut dilengkapi rahang dan radula. Sisa pencernaan dibuang melalui aparture posterior, berfungsi sebagai aliran air masuk dan keluar

  • Sistem saraf

Terdapat tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion serebral, ganglion pleural, dan ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan dengan serabut-serabut saraf. Sistem eksresi dilakukan oleh sepasang nephridia (dua buah kantung menyerupai ginjal) dan mempunyai lubang terbuka (nephridiophore) ke luar dekat anus.

Scaphopoda termasuk hewan heterothermic, memiliki suhu tubuh yang berfluktuasi dengan lingkungan langsung, tidak memiliki mekanisme atau mekanisme yang kurang dikembangkan untuk mengatur suhu tubuh internal.

  • Reproduksi

Gambar 7.29 Reproduksi Scaphopoda

Scaphopoda bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Semua Scaphopoda dioecious, telur atau sperma keluar melalui nephridia kanan, dan keluar tubuh melalui aperture posterior. Fertilisasi dilakukan dengan cara eksternal. (Barnes, 1987). Telur dilepaskan secara terpisah dan sesudah stadium larva yang singkat hewan-hewan muda tenggelam di dasar laut. Larvanya disebut trochopora yang berenang bebas, menjadi veliger yang simetri bilateral. Veliger biasanya bermetamorfosis dalam 5-6 hari. Pada titik ini menjadi bentik. (Barnes, 1987; Jones dan Baxter, 1987)

7.3.6 Habitat / ekologi

Scaphopoda ditemukan di wilayah laut di seluruh dunia (Brusca dan Brusca, 2003). Habitatnya berkisar dari dangkal sub-litoral daerah sampai ke perairan yang 4570 m yang mendalam. Scaphopoda kebanyakan ditemukan di perairan lebih dari 6 m. Scaphopoda liang dalam sedimen mulai dari lumpur sampai menengah-kasar kerikil. Kedua perintah kelompok ini mungkin memiliki sedikit berbeda perilaku menggali. Individu dalam liang mungkin Gadilida hingga 30 cm di penangkaran. Banyak spesies dalam liang Dentaliida dengan sisi cekung tepat di bawah substrat. (Barnes, 1987; Jones dan Baxter, 1987; Lamprell dan Healy, 2001, Tombak, 1994)

Apabila berjalan di pantai perlu hati-hati karena hewan ini tumbuh di batu atau benda laut lainnya yang berbaris menyerupai taring. Cangkangnya yang tajam dapat menusuk telapak kaki dan menyebabkan luka.

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Mollusca

Class                : Scaphopoda

Order               : Gadilida

Family             : Siphonodentaliidae

Genus              : Cadulus

Species : Cadulus quadridentatus

http://biogeodb. Stri.si.edu/biodiversity/taxa/10108

Gambar 7.30

Cadulus quadridentatus

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Mollusca

Class                : Scaphopoda

Order               : Dentalida

Family             : Dentaliidae

Genus              : Dentalium

Species            :Dentalium  Vulgare                                       Gambar 7.31 Dentalium Vulgare

Meskipun fitur yang tidak biasa mereka, umumnya percaya bahwa kerabat terdekat dari scaphopoda adalah bivalvia. Seperti scaphopoda, bivalvia memiliki kaki ditarik yang mereka gunakan untuk menggali. Mereka juga berbagi kepala berkurang dan pola keterikatan pada shell mereka. Lain telah menunjukkan kesamaan tertentu ke gastropoda, atau telah menyarankan bahwa scaphopods berasal dari rostoconchs punah. Ada di mana saja 750-1200 spesies scaphopoda, dengan sekitar setengah jumlah itu menjadi spesies punah.

7.3.7 Manfaat

Cangkang scaphopoda banyak di manfaatkan untuk dijadikan bahan dalam pembuatan perhiasan dan kerajinan manik-manik seperti kalung, gelang, anting dan sebagainya. Cangkang dari genus Dentalium dijadikan budaya pribumi Pacific Northwest (Amerinds) Sampai akhir 1800-an. Cangkang dikumpulkan pada string dan digunakan sebagai kalung dan uang (Reynolds, 1996, Tombak, 1994).

Gambar 7.32 Manik-manik yang berasal dari Scaphopoda

 

 

 

 

7.4.1 Ciri-ciri Umum Bivalvia

Kerang yang hidup di laut dan remis yang hidup di air tawar adalah contoh kelas Bivalvia. Bivalvia merupakan salah satu kelas dari Filum Molluska. Filum Molluska terdiri dari 7 kelas, yaitu Kelas Aplachopora, Kelas Monoplacopora, Kelas Polyplacopora, Kelas Scacopoda, Kelas Gastropoda, Kelas Cephalopoda.

Hewan ini memiliki dua kutub (bi = dua, valve = kutub) yang dihubungkan oleh semacam engsel, sehingga disebut Bivalvia. Hewan ini disebut juga Pelecypoda yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu pelecys yang artinya kapak kecil dan podos yang artinya kaki. Jadi Pelecypoda berarti hewan berkaki pipih seperti mata kapak. Hewan kelas ini pun berinsang berlapis-lapis maka sering disebut Lamellibranchiata.

Kelas bivalvia tidak mempunyai radula seperti Gastropoda. Mereka mendapatkan makanannya dengan cara menyaring dengan sistem sifon.

Gambar 7.33 Anatomi Bivalvia

Mereka tidak mempunyai kepala atau tentakel yang nyata. Cangkangnya terdiri dari tiga lapisan, yakni (a) lapisan luar tipis,hampir berupa bahan seperti kulit, hanya lebih keras dan disebut periostrakum (periostracum), yang melindungi; (b) lapisan kedua yang tebal, terbuat dari kalsium karbonat; dan (c) lapisan dalam(Nakreas) terdiri dari mother of pearl, dibentuk oleh selaput mantel dalam bentuk lapisan tipis. Lapisan tipis ini yang membuat cangkang menebal saat hewannya bertambah tua. Bagian tertua dari cangkang terletak di gabungan engsel yang disebut umbo.

Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara. Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.

Lapisan mutiara ini terbentuk dari getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar pada sel-sel mantel. Pembentukan mutiara oleh bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubuh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel.

Di mantel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara. Di jepang telah dilakukan penyelidikan yang mengarah pada produksi mutiara untuk kepentingan komersial, yakni dengan kultur mutiara. Di Indonesia terdapat pusat pengembangan mutiara, antara lain di lombok, NTB, dan Kepulauan Banggai Sulawesi Tegah.

Pada umumnya hewan ini mempunyai cangkang setangkup dan sebuah mantel yang berupa dua daun telinga atau cuping. Mantel dilekatkan pada cangkang dengan bantuan otot-otot yang meninggalkan bekas garis melengkung (pallial line) dan biasanya berwarna putih mengkilat. Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan memiliki kebiasaan menggali lubang pada pasir dan lumpur yang merupakan substrat hidupnya dengan menggunakan kakinya. Sebagian besar jenis Bivalvia hidup dilautan, hanya sedikit jenis yang hidup di darat. Sebagian besar mempunyai alat kelamin terpisah dengan menyebarkan telur dan sperma ke air untuk pembuahan.

Cara hidup Bivalvia dengan tiga cara, yaitu (a) membuat lubang pada substrat, (b) melekat langsung pada substrat dengan semen, (c) melekat pada substrat dengan perantara seperti benang.

Kebanyakan bivalvia hidup menetap, suatu karakteristik yang cocok untuk pemakan suspensi. Kerang yang sesil menyekresikan benang-benang kuat menempelkannya lekat-lekat ke bebatuan, galangan, kapal, dan cangkang hewan lain. Akan tetapi, kima dapat menarik dirinya sendiri ke dalam pasir atau lumpur, menggunakan kaki berototnya sebagai penambat, sementara remis dapat bergerak cepat di sepanjang dasar laut dengan mengepak-ngepakkan cangkangnya.

7.4.5 Struktur Anatomi Bivalvia

Pada gambar di samping terlihat bagian-bagian tubuh dari salah satu contoh hewan kelas bivalvia. Tubuhnya bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras.Bagian cangkang terdiri atas bagian dorsal dan bagian ventral. Pada bagian dorsal terdapat gigi sendi, sebagai poros ketika katup

Gambar 7.34 Anatomi Bivalvia

membuka dan menutup serta meluruskan kedua katup. Adanya ligamen sendi, yang berfungsi untuk menyatukan katup bagian dorsal dan memisahkan katup sebelah ventral. Hewan ini bernafas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Otot aduktor yang terletak diantara jantung dan anus, berfungsi untuk menutup dan membukakan cangkang. Insangnya berbentuk lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang, antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel. Rongga ini merupakan jalan masuk keluarnya air. Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel.

Terdapat pula usus dan anus yang merupakan tempat berlangsungnya sistem pencernaan makanan. Anus terdapat di saluran yang sama dengan saluran untuk keluarnya air.

7.4.6 Struktur Fisiologi Bivalvia

Struktur fisiologikelas bivalvia yaitu pada bagian dorsal terdapat umbo, yaitu tonjolan cangkang di bagian dorsal. Selain itu, dibagian dorsal juga mempunyai dua cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi tubuh. Cangkang di bagian dorsal lebih tebal dan

Gambar 7.35 Fisiologi Bivalvia

di bagian ventral tipis. Kepalanya tidak nampak dan kakinya berotot, adanya kaki yang berotot berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Sifon merupakan tempat dilaluinya air ketika aliran air tersebut masuk ataupun keluar.

  • Sistem Pernafasan (respirasi)

Organ respirasi Bivalvia adalah insang (branchia atau stenidia) yang menggelantung dalam rongga mantel yang terletak disetiap sisi kaki. Setiap insang tersusun dari dua lamela dibagian dorsal yang saling berhubungan dengan bantuan penghubung interlamela yang membagi insang bagian dalam menjadi bulu air yang terletak vertikal. Sedangkan dibagian dorsal buluh air dari setiap insang berhubungan dengan kamar suprabrankhial yang menuju ke posterior dan bermuara pada sifon dorsal. Insang kerang berbentuk W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel. Mantel terdapat di bagian dorsal meliputi seluruh permukaan dari cangkang dan bagian tepi. Antara mantel dan cangkang terdapat rongga yang di dalamnya terdapat dua pasang keping insang, alat dalam dan kaki.

  • Sistem Sirkulasi Darah

Alat peredaran darah sudah agak lengkap dengan pembuluh darah terbuka. Sistem sirkulasi Bivalvia terdiri dari jantung yang terletak di bagian bawah usus dalam rongga perikardium (selaput pembungkus jantung) dan terbagi menjadi dua bagian aurikel (ventral) dan sebuah ventrikel (dorsal). Ventrikel tersusun atas aorta anterior yang berfungsi sebagai penyalur darah ke kaki, lambung dan mantel. Sedangkan aorta posterior menyalurkan darah ke rektum dan mantel. Darah yang sudah mengalami oksigenasi di dalam mantel akan kembali langsung menuju jantung. Sedangkan darah yang bersirkulasi di beberapa bagian organ tubuh akan menuju vena yang kemudian diteruskan menuju ginjal. Dari ginjal darah akan dialirkan ke insang. Didalam insang terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida yang dibawa oleh darah. Selanjutnya darah akan menuju jantung dan kembali disalurkan ke organ-organ yang membutuhkan.

  • Sistem Pencernaan Makanan

Organ pencernaan Bivalvia terdiri dari mulut, esofagus, lambung dan usus. Makanan yang didapatkan dari insang akan diseleksi. Beberapa jasad yang tidak dikehendaki akan dibuang langsung melalui anus dalam bentuk feses. Jasad yang diterima akan masuk melalui mulut dan ke kerongkongan dan berlanjut menuju lambung dan berakhir di usus.

Gambar 7.36 Pencernaan Bivalvia

  • Sistem Saraf

Sistem saraf Bivalvia terdiri dari tiga ganglion, yaitu ganglion selebral yang terletak disisi esofagus, ganglion pedal dibagian kaki dan ganglion viseral pada bawah otot aduktor posterior. Dan koordinasi dari setiap ganglion dengan menggunakan saraf penghubung Pada mantel terdapat urat-urat yang bisa merespon terhadap sentuhan halus atau rangsangan kimia.

  • Sistem Indera

Alat penglihatan Bivalvia dengan menggunakan sel-sel berpigmen yang terletak dalam suatu lekukan berbentuk cangkir dengan lensa tembus pandang yang terletak pada sisi kanan dan kiri benang insang. Sel-sel tersebut dapat mendeteksi perubahan cahaya.

  • Sistem Reproduksi

Bivalvia merupakan biota laut yang bersifat diosius yaitu setiap kelamin memiliki sepasang gonad yang terletak dibagian atas usus dan berlanjut menuju saluran pendek yang bermuara dekat lubang saluran ginjal. Perkembangan gonad tergantung pada fase dari daur kelamin saat itu. Kematangan kelamin tercapai pada umur tiga tahun. Gonad jantan berwarna susu sedangkan gonad betina berwarna oranye dan mulai berkembang ketika cangkangnya mencapai sekitar 14 cm. Pembuahan terjadi diperairan terbuka dimana spermatozoa dan sel telur dikeluarkan secara bersamaan.

Spermatozoa akan dikeluarkan melalui sifon dorsal yang kemudian dimasukkan kedalam tubuh hewan betina melalui sifon ventral. Telur yang sudah matang akan keluar dari ovari menuju rongga suprabankhial. Spermatozoa yang sudah masuk ke dalam tubuh hewan betina akan membuahi sel telur dan membentuk zigot. Zigot melekat pada pembuluh air dari insang yang disebut dengan kamar eram (marsupia). Setiap zigot akan mengalami pembelahan yang tidak sama dan menjadi larva glokidium dengan dua cangkang yang mengandung otot aduktor dan sebuah benang panjang (bisus). Contohnya pada kerang air tawar.

Dalam kerang air tawar, sel telur yang telah matang akan dikeluarkan dari ovarium. Kemudian masuk ke dalam ruangan suprabranchial. Di sini terjadi pembuahan oleh sperma yang dilepaskan oleh hewan jantan. Telur yang telah dibuahi berkembang menjadi larva glokhidium. Larva ini pada beberapa jenis ada yang memiliki alat kait dan ada pula yang tidak. Selanjutnya larva akan keluar dari induknya dan menempel pada ikan sebagai parasit, lalu menjadi kista. Setelah beberapa hari kista tadi akan membuka dan keluarlah Molluska muda. Akhirnya Molluska ini hidup bebas di alam.

Gambar 7.37 Reproduksi Bivalvia

7.4.7 Habitat/Ekologi Bivalvia

Hewan Bivalvia bersifat kosmopolitan artinya pada umumnya hidup di perairan baik air tawar maupun air laut yang banyak mengandung zat kapur yang digunakan untuk membentuk cangkangnya. Kelompok kerang hijau, mutiara hidup di laut, sedang jenis remis (kerang air tawar) hidup di air tawar. Untuk kelompok kima, hidupnya pada substrat dasar terutama jenis batu karang, pasir dan bongkahan karang. Kima melekatkan diri dengan menggunakan benang bysus yang kuat. Menurut cara hidupnya bivalvia jenis ini membenamkan diri sebagian/seluruhnya. Hidup bebas, menempel/ tergeletak di atas batu karang.

7.4.8 Klasifikasi

Kelas bivalvia terbagi ke dalam beberapa ordo. Berikut adalah penjelasan dari dua ordo.

  • Ordo Anisomyaria

Ordo ini pada umunya mempunyai otot aduktor anterior kecil atau tidak ada, yang posterior besar, sifon tidak ada, pertautan antar filamen dengan cilia. Biasanya sesil, kaki mengecil dan mempunyai bissus. Misal: Mytilus, Ostrea, Crassostrea, Pecten, Atrina, dan Pinctada. Selain itu juga Lithopagha, pengebor batu karang di laut. Salah satu contoh dari ordo ini yaitu Mytilus viridis (Kerang Hijau)

Klasifikasi Mytilus viridis (Kerang Hijau)

Kingdom   : Animalia

Phylum      : Molusca

Kelas         : Pelecypoda

Ordo          : Mytiloida

Famili        : Mytilidae

Genus        : Mytilus

Spesies      : Mytilus viridis

Gambar 7.38 Mytilus viridis

Kerang hijau termasuk moluska yang mempunyai cangkang yang simetris. Panjang cangkangnya lebih dari dua kali lebarnya, mempunyai insang yang berlapis-lapis dan mempunyai cilia. Hidup menempel pada benda-benda keras dengan bantuan benang byssus yang dihasilkan oleh kelenjar kaki. Kerang hijau merupakan hasil laut segar yang dikonsumsi luas oleh masyarakat. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein hewani. Kerang hijau mempunyai nama lokal yang berbeda disetiap tempat, seperti kijing (Jakarta), kedaung (Banten), dan kemudi kapal (Riau).

Habitat kerang hijau adalah perairan estauri yang subur dengan kedalaman perairan sekitar 20 meter, suhu berkisar antara 260 – 320C, dan salinitas antara  27-35 per mil. Kerang hijau hidup subur di Indonesia pada muara-muara sungai dan hutan bakau, dengan kondisi lingkungan yang dasar perairannya berlumpur campur pasir, cahaya dan pergerakan air cukup, dengan kadar garam tidak terlalu tinggi.

Kerang dari jenis Mytilus ini sering disebut highly specialized filter feeder yang sering digunakan sebagai bio indikator pencemaran perairan karena organisme ini bersifat menetap, penyebarannya luas, masih mampu hidup di daerah tercemar, dominan di laut dangkal, dapat mengakumulasikan logam berat dari perairan dengan faktor konsentrasi sebesar 105. Makanan kerang hijau terdiri dari jasad jasad renik terutama plankton nabati dan partikel-partikel hewani.

Contoh lain yaitu pada (Pinctada sp) Kerang Mutiara:

Klasifikasi Kerang Mutiara

Kingdom             : Animalia

Filum                    : Moluska

Kelas                    : Bivalvia

Sub kelas              : Lamellabrancia

Ordo                     : Anysomyaria

Sub ordo              : Pteriomorpha

Sub famili             : Pteriidae                        Gambar 7.39 Pictada sp

Genus                   : Pinctada

Spesies                 : Pictada sp.

Kerang mutiara adalah hewan yang bertubuh lunak atau moluska yang hidup dilaut, tubuhnya dilindungi oleh sepasang cangkang yang tipis dan keras, termasuk dalam lokasi Bivalvia dan Famili Pteriidae. Anatomi dan morfologi  kerang mutiara yaitu, memiliki sepasang cangkang, bentuknya pipih berwarna kuning kecoklatan. Kedua cangkang tersebut tidak memiliki cangkang sama bentuknya (ineguivalven), cangkang agak pipih sedangkan cangkang kiri cembung. Dibagian tengah dorsal sepasang cangkang dihubungkan oleh ligmen yang elastis serta adanya gigi engsel. Kedua cangkang memiliki otot yang liat dan kuat yang berfungsi untuk membuka dan menutup. Cangkang bagian dalam berwarna putih mengkilat atau disebut lapisan nacre (mother of pearly) pada bagian sentral. Lapisan nacrenya berwarna kuning emas (gold up). Di luar batas garis nacre (non nacreusbordes) berwarna coklat kehitaman.

  • Ordo Taxodonta (Arcoida)

Memiliki gigi pada hinge yang banyak dan sama. Kedua otot aduktor berukuran kurang lebih sama, pertautan antar filamen insang tidak ada. Misal : Arca, Anadara, Barbatia. Penyebarannya luas umumnya di pantai laut. Contohnya (Anadara granosa) Kerang Darah

Klasifikasi Anadara granosa

Kingdom   : Animalia

Phylum      : Mollusca

Class          : Bivalvia

Subclass    : Pteriomorphia

Ordo          : Arcoida

Family       : Arcidae

Genus        : Anadara

Species      : Anadara granosa                              Gambar 7.40 Anadara granosa

Kerang jenis ini merupakan salah satu jenis kerang yang aman dikonsumsi. Disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya. Kerang darah dewasa biasanya berukuran panjang 5-6 cm dan lebar 4-5 cm. Kerang darah hidup di laut. Warnanya putih dengan garis-garis (rusuk) kasar radial yang bergerigi di bagian puncaknya.

Hidup di perairan pantai yang memiliki pasir berlumpur. Dapat juga ditemukan pada ekosistem Organic, mangrove dan padang lamun. Kerang Anadara granosa hidup mengelompok dan umumnya banyak ditemukan pada substrat yang kaya kadar Organic. Distribusi kerang tersebut meliputi Australia, Tropical Indo-West Pacific, Red Sea, South China Sea, Vietnam, China, Hong Kong (Xianggang), Thailand, Philippines, New Caledonia, Jepang dan Indonesia yang tersebar di kawasan pesisir pantai.

Budidaya kerang darah sudah dilakukan dan ia memiliki nilai ekonomi yang baik, yaitu sebagai sumber penghasilan. Cangkang kerang darah juga sering digunakan sebagai cindera mata.

7.4.9 Manfaat

Hewan yang masuk kedalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas. Hewan juga ini memiliki bentuk yang sangat unik, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.Kerang-kerangan banyak bermanfaat dalam kehidupan manusia sejak zaman purba. Saat ini berbagai macam makanan banyak digemari bahkan mungkin kita pernah memakannya seperti makanan kerang, siput, cumi-cumi, dan lain sebagainya.

Disamping rasanya yang enak ternyata hewan ini memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi. Hewan ini bisa dengan mudah untuk dibudidayakan. Dagingnya dimakan sebagai sumber protein (First class protein). Cangkangnya dimanfaatkan sebagai perhiasan, bahan kerajinan tangan, nisan kubur, serta alat pembayaran pada masa lampau.

Sebagai perhiasan misalnya pada kalung mutiara yang dihasilkan oleh beberapa jenis tiram. Dimana dari tiram mutiaranya akan menghasilkan mutiara. Pembentukan mutiara ini ada yang alami dan ada pula lewat rekayasa budidaya yang dilakukan. Yakni dengan cara memasukukan benda asing seperti kerikil kedalam mantel/cangkok tiram. Dengan memasukan benda asing ini tiram akan berusaha mengeluarkan dari tubuhnya dengan cara membungkusnya dengan lendir. Lendir ini yang nantinya akan mengeras dan menghasilkan mutiara.

Selain itu, kelas bivalvia juga mampu mengurangi tingkat kekeruhan kolam air akibat sedimen dengan kemampuan suspensinya dapat juga meningkatkan kesuburan perairan dengan kemampuannya menjadi penangkap alga. Bagi kehidupan manusia hewan ini dimanfaatkan sebagai makanan dan dijadikan organisme indikator dalam penilaian pencemaran laut.

Pemanfaatan modern juga menjadikan kerang-kerangan sebagai biofilter terhadap polutan (Bioremediasi).

7.4.10 Bivalvia dalam Al-Quran

Allah menciptakan berbagai macam makhluk, baik yang hidup dan yang tidak hidup dengan satu sistem yang kompleks yang mana diantara yang satu dengan lainnya saling berkaitan (Ekosistem). Semua ciptaan Allah meliputi makhluk hidup seperti flora dan fauan dan makhluk tak hidup seperti air, udara dan angin. Semua jenis ciptaan-Nya mengandung banyak manfaat dan pelajaran yang harus kita teliti untuk lebih mengenal diri-Nya dengan ciptaan-Nya. Makhluk hidup tersebut ada yang hidup didaratan dan di lautan. Makhluk hidup yang berhabitat didaerah perairan yang kemudian dikenal dengan Fauna Akuatik. Kehidupan beberapa jenis hewan di Laut merupakan salah satu bentuk interkasi dalam sebuah ekosistem antara faktor biotik dan abiotik. Allah berfirman dalam Al-Quran:

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.(al-baqarah: 164)

 

Dari ayat diatas, disebutkan bahwasanya Allah menciptakan langit dan bumi ini dengan satu sistem ekologi yang terdiri dari unsur-unsur biotik dan unsur abiotik. Unsur abiotik adalah unsur-unsur kehidupan yang tidak hidup seperti langit, awan, dan angin. Sedangkan unsur biotik terdiri dari berbagai macam jenis makhluk hidup berupa tumbuhan dan hewan. Dan diantara dua unsur tersebut saling berhubungan. Unsur abiotik akan berpengaruh terhadap unsur biotik. Apabila ada kerusakan pada salah satu unsur tersebut, maka ekosistem ini akan mengalami perubahan. Oleh karena itu, manusia diharapkan mampu untuk menjaga ekosistem ini agar tetap stabil. Dan semua unsur-unsur yang terkandung dalam suatu ekosistem merupakan bukti kekuasaan-Nya. Karenanya, fenomena alam yang ada disekitar kita hendaknya menjadikan kita lebih dekat dengan Allah SWT (Al-Maragi, 1988).

Makhluk hidup yang diciptakaan-Nya mempunyai manfaat yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satunya adalah jenis-jenis ikan yang bisa dikonsumsi oleh manusia yang terdapat didaerah tumbuhnya hutan mangrove (payau). Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an untuk mengambil manfaat dari hewan laut tersebut.

 

Artinya :”Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu Lihat kapal- kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur”. (Q.S al-Fathir: 12)

Menurut Al-Maragi (1988), ayat diatas menjelaskan tentang tanda-tanda keesaaan dan kebesaran kekuasaan-Nya dengan menciptakan hal-hal yang sama namun mempunyai fungsi yang berbeda. Seperti diciptakannya air. Allah menciptakan air ada yang tawar dan ada yang asin. Air tawar berfungsi untuk diminum, mengairi sawah. Sedangkan air asin digunakan untuk berlayar kapal kapal besar.

 

Cephalopoda berasal dari bahasa Yunani yaitu chephalo yang artinya kepala dan podos yang artinya kaki. Cumi-cumi dan gurita adalah contoh anggota Cephalopoda yang cukup dikenal. Cephalopoda merupakan kelompok hewan yang sangat pintar, gesit, dan luas penyebarannya dari seluruh anggota filum Mollusca. Cumi-cumi, gurita, nautilus berongga, dan spesies lainnya dikelompokkan berdasarkan perbedaan ukuran, adaptasi dan cara hidup sebagai hewan pemangsa atau predator, melalui pergerakan, penyamaran, dan komunikasi satu sama lain.

Cephalopoda adalah kelompok yang tertinggi tingkat evolusinya di antara Mollusca. Invertebrata cerdas ini memiliki tentakel yang merupakan bentuk evolusi dari kaki, mata yang tajamnya menyerupai kamera, merubah warna kulit sesuai lingkungan sekitarnya, dan perilaku belajar yang kompleks. Sejarah panjang evolusi mereka sangat mengesankan yakni sekitar 500 juta tahun dan peninggalan fosilnya yang melimpah sehingga telah dijadikan catatan spesiasi berulang kali hingga terjadinya peristiwa kepunahan pada beberapa spesies. Salah satunya mitos teka-teki tentang fosil yang mereka tinggalkan berupa monster laut dengan jumlah tentakel yang sangat banyak. Gurita mencakup sekitar 400 jenis yang hidup, semua hidup di laut, tetapi temuan fosil menunjukkan bahwa dahulu ada 10.000 jenis. Saat ini, ahli biologi dan paleontologi masih terus menarik perhatian manusia melalui hasil penelitian khusus dari perilaku anggota filum Molusca ini, juga sejarah alam dan evolusinya.

7.5.1 Ciri-ciri umum

Dari namanya, Cephalopoda berarti “kaki di kepala” diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Cephalopoda memiliki otak yang berkembang sangat baik dan beberapa spesiesnya memiliki kemampuan mengingat dengan baik, bahkan dapat belajar. Tubuh Cephalopoda simetri bilateral, mereka mempunyai pandangan mata yang bagus, berenang dengan cepat, menunjukkan emosi, dan dapat merayap di dasar atau berenang di dekat dasar.

Cephalopoda dirancang untuk bergerak secara cepat, suatu adaptasi yang cocok dengan cara makannya sebagai karnivora. Telah disebutkan bahwa kaki berevolusi menjadi lengan yang panjang dekat kepala. Cephalopoda menggunakan lengannya ini untuk menangkap mangsanya dan memasukkannya ke dalam mulut. Cumi-cumi dan gurita menggunakan rahang yang mirip paruh untuk menggigit mangsanya; kemudian mereka akan menyuntikkan racun untuk melumpuhkan korbannya. Mulut berada pada pusat beberapa tentakel panjang. Di dalam mulutnya terdapat radula. Suatu mantel menutupi massa viseral, tetapi cangkang menjadi tereduksi dan menjadi cangkang internal (seperti pada cumi-cumi) atau hilang sama sekali (seperti pada gurita). Suatu kelompok kecil Cephalopoda bercangkang, nautilus berongga, masih bertahan hidup sampai sekarang.

Pada kepala terdapat sepasang mata yang telah berkembang dengan baik, yaitu memiliki lensa mata dan iris, tetapi tidak mempunyai kelopak mata, dapat membedakan beraneka ragam lingkungan. Dengan mata yang tajam dapat segera menghindari musuh sehingga jenis filum Mollusca ini lebih maju dibandingkan dengan yang lainnya. Ada juga lengan penangkap yang bersatu membentuk bagian leher, corong sifon (sebagai jalan keluar masuknya air). Sifon ini berfungsi sebagai alat untuk menyemprotkan air. Di sebelah perut terdapat kantung tinta yang mengandung pigmen melanin. Semua anggota kelas ini memilikinya, kecuali Nautilus sp. Fungsi tinta tersebut yaitu untuk menghindari dirinya dari musuh. Pada saat musuh datang, tinta ini akan disemprotkan melalui sifon. Setelah air keruh, ia akan meluncur melesat meninggalkan tempat tersebut.

Ukuran tubuhnya bervariasi, dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, dapat juga dilakukan dengan cara mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora.

Cephalopoda bernapas dengan insang. Cephalopoda adalah satu-satunya Molusca dengan sistem sirkulasi tertutup dan sistem pencernaan yang sempurna. Mereka juga memiliki suatu sistem saraf yang berkembang dengan baik dengan otak yang kompleks. Kemampuan untuk belajar dan bertingkah laku dalam cara yang rumit kemungkinan lebih penting bagi pemangsa yang bergerak cepat dibandingkan dengan hewan diam seperti remis. Cumi-cumi dan gurita juga memiliki organ indra yang berkembang baik.

Nenek moyang gurita dan cumi-cumi kemungkinan merupakan Mollusca bercangkang yang hidup sebagai pemangsa, dan kemudian cangkang menghilang pada evolusi berikutnya. Cephalopoda bercangkang yang disebut Ammonoid, banyak diantaranya berukuran sangat besar, adalah invertebrata pemangsa yang dominan di lautan selama ratusan juta tahun sampai tiba kepunahannya selama kepunahan massal pada akhir masa Kretaseus. Contoh hewan kelas Cephalopoda, antara lain:

  1. Loligo atau cumi-cumi mempunyai kantung tinta, cangkang di dalam tubuh terbuat dari kitin. Mempunyai 8 lengan dan 2 tentakel.
  2. Sepia atau sotong mempunyai kantung tinta, cangkang di dalam tubuh terbuat dari kapur. Mempunyai 8 lengan dan 2 tentakel.
  3. Nautilus pampilus tidak memiliki kantung tinta, cangkang terdapat di luar terbuat dari kapur.
  4. Octopus atau gurita mempunyai kantung tinta, tidak memiliki cangkang, mempunyai 8 lengan.

7.5.2 Anatomi

Sebagai dasar klasifikasi, Cephalopoda yang merupakan kelas dari Molusca, memiliki ciri-ciri umum yang dituangkan dalam anatomi masing-masing spesies yang mewakili, yaitu cumi-cumi dan gurita.

  1. Cumi-cumi (Loligo )

Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas bagian kepala dan badan yang dihubungkan oleh leher. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh kaki. Kaki terdiri atas 10 jerait yaitu 8 lengan dan 2 tentakel. Tentakel lebih panjang dari lengan. Pada permukaan sebelah dalam jerait terdapat cirri-alat penghisap (sucker), yang berfungsi untuk melekatkan mangsa. Di dalam mulut terdapat lidah yang mempunyai gigi kitin yang tajam (lidah parut). Fungsi jerait yaitu sebagai alat untuk menangkap mangsa dan juga sebagai alat gerak. Pada bagian lateral dari kepala terdapat sepasang mata yang strukturnya hampir mirip dengan mata vertebrata. Di sebelah bawah dari kepala terdapat cerobong/saluran penyemprot (siphon) yang berfungsi untuk mengalirkan air pada waktu bernapas atau untuk berenang dengan cepat.

Seluruh badannya ditutupi oleh mantel. Pada bagian dorsal melekat pada badan, sedangkan pada bagian perut tidak, sehingga terdapat rongga mantel. Di dalam rongga mantel terdapat insang. Pada bagian luar mantel di sebelah kanan kiri tubuh terdapat sirip yang berfungsi sebagai pendayung untuk bergerak ke depan dan ke belakang. Di bagian media dorsal di bawah mantel terdapat struktur penguat tubuh (rangka) yang disebut pen. Pen ini dapat ditarik keluar, bentuknya pipih, panjang seperti bulu burung, berwarna coklat atau jernih

Gambar 7.41 Perbedaan anatomi cumi-cumi jantan dan betina

  1. Gurita (Octopus )

Gurita (Octopus sp.) memiliki 8 lengan dengan alat penghisap (cirri) berupa bulatan cekung di sepanjang lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Gurita bergerak dengan cara berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya. Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Selubung bagian perut tubuh Octopus sp. disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat seperti kantung. Octopus sp. memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Octopus sp. bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon. Octopus sp. memiliki insang dengan pembagian yang sangat halus, berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

Gambar 7.42 Anatomi Octopus sp

Seperti kebanyakan hewan invertebrata, gurita tidak memiliki tulang rangka dalam, meskipun ada beberapa invertebrata yang memiliki tulang cangkang di dalam tubuhnya seperti sotong. Gurita juga tidak memiliki tulang rangka luar untuk melindungi organ tubuhnya, hanya paruh yang merupakan bagian terkeras dari tubuh Octopus sp. yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil. Meskipun ada spesies dari kelas yang sama memiliki cangkang luar, seperti Nautilus. Karena tersusun dari otot, tubuh gurita sangat fleksibel dan mampu menyelipkan diri di antara bebatuan sempit di dasar laut.

7.5.3 Fisiologi

Sistem-sistem organ yang terdapat pada kelas Cephalopoda yaitu sebagai berikut:

  • Sistem Pencernaan

Saluran pencernaan makanan terdiri atas rongga mulut, faring (terdapat rahang kitin dan radula), esofagus, lambung, sekum, intestin, rektum, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah (terdapat di permukaan sebelah dorsal faring), pankreas, dan hati (terletak di bagian akhir faring). Makanan gurita berupa siput, ikan dan terutama kepiting  yang ditangkap dengan tangan-tangannya kemudian dilumpuhkan memakai racun dari kelenjar ludahnya.  Loligo sp. memangsa ikan dan udang pelagis dengan cara berenang cepat ke kawasan ikan mackerel muda, dan menangkap seekor ikan dengan tentakelnya. Pada semua Cephalopoda (kecuali Nautilus) di belakang perutnya terdapat kantung tinta yang berisi cairan hitam.

  • Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darahnya disebut sistem peredaran darah ganda dan tertutup. Darah arteri dipompa oleh jantung sistemik melalui 3 aorta (aorta anterior, posterior, dan aorta genital). Melalui arteri kapiler darah diedarkan ke seluruh tubuh. Dari seluruh tubuh darah ditarik kembali masuk ke pembuluh vena besar (vena cava) melalui kapiler. Vena cava bercabang dua, melalui kedua cabang inilah darah masuk ke arteri brankialis, kemudian masuk ke dalam insang melalui saluran ctenidium.

Di dalam rongga insang terjadi pertukaran O2 kemudian masuk ke dalam insang melalui saluran ctenidium. Di dalam insang terjadi pertukaran CO2 dengan O2. Darah yang mengandung O2 kemudian masuk kembali ke jantung sistemik, dan seterusnya.

Gurita memiliki 3 bagian jantung, 2 untuk memompa darah ke 2 cabang insang dan 1 bagian untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna biru pucat.

  • Sistem Respirasi

Cephalopoda memiliki dua buah insang pada rongga mantel yang berfungsi sebagai alat pernafasan. Mereka bernafas dengan cara menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan kemudian disemburkan keluar melalui funnel.

  • Sistem Ekskresi

Organ ekskresi Cephalopoda berupa sepasang nefridium yang terletak di sebelah jantung, nefridium ini berfungsi sebagai ginjal.

  • Sistem Saraf

Sistem syaraf terdiri atas beberapa pasang ganglia yang umumnya terdapat di daerah kepala, yaitu ganglion serebral, pedal, visceral, supra bukkalis, infra bukkalis, stellata, dan ganglion oftis.

Gurita mempunyai sistem saraf yang sangat kompleks dengan sebagian saja yang terlokalisir di bagian otak. Dua per tiga dari sel saraf terdapat pada tali saraf yang ada di kedelapan lengan gurita. Lengan gurita bisa melakukan berbagai jenis gerakan refleks yang rumit, dipicu oleh 3 tahapan sistem saraf yang berbeda-beda. Dua organ khusus yang disebut statocyst yang terhubung dengan otak berfungsi sebagai alat pendeteksi posisi horizontal. Orientasi mata Octopus sp. dijaga oleh gerak otonomik (refleks) sehingga bukaan pupil selalu horizontal. Octopus sp. memiliki indera perasa yang luar biasa tajam. Alat hisap pada lengan Octopus sp. dilengkap dengan kemoreseptor sehingga Octopus sp. bisa merasakan benda yang disentuh. Lengan-lengan Octopus sp. memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi lengan mana saja yang sedang dijulurkan, tapi memiliki kemampuan proprioseptif (perasaan posisi dan pergerakan badan) yang sangat rendah. Sensor tekanan tidak cukup memberi informasi ke otak perihal posisi badan dan lengan Octopus sp. Sebagai akibatnya, Octopus sp. tidak memiliki kemampuan mengenal benda secara tiga dimensi (stereognosis) dari benda yang disentuhnya. Octopus sp. bisa merasakan variasi tekstur pada benda yang disentuh tapi tidak bisa memadukan informasi untuk menerka bentuk benda yang sedang disentuh.

Gambar 7.43 Anatomi bagian dalam Octopus sp

  • Sistem Reproduksi

Reproduksi Cephalopoda terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Sel kelaminnya terpisah, saluran gonad terletak di rongga mantel dekat anus. Pada kebanyakan hewan jantan salah satu tangannya mengalami modifikasi (disebut hectocotylus) yang berfungsi untuk mentransfer kapsul sperma (spermatophori) ke rongga mantel hewan betina. Pada beberapa anggota Octopoda (seperti Argonauta) hectocotylus dapat mengalami autotomi, sehingga putus dan terletak di hewan betina. Alat reproduksi jantan terdiri atas testis, vasdiferens, spermatophori, alat kopulasi (penis). Alat reproduksi hewan betina terdiri atas ovarium, oviduk, beberapa kelenjar oviduk, dan beberapa kelenjar nidamental.

Gambar 7.44

Spermatophori, alat reproduksi jantan

dari seekor Octopus bimaculoides

Beberapa bulan setelah masa kawin, gurita jantan akan mati. Setelah dibuahi, 2 bulan kemudian gurita betina akan bertelur (dapat mencapai 200.000 butir) dan menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul membentuk untaian di langit-langit sarangnya. Induk gurita sangat peduli terhadap telurnya. Mereka akan menjaga sarang dari predator dan dengan lembut mengipaskan arus air agar telur-telurnya tidak kekurangan oksigen. Gurita betina tidak makan selama merawat telurnya (hingga 6 bulan). Tidak lama setelah telur-telur menetas, induk gurita akan mati.

Setelah telur menetas, larva gurita akan melayang bersama kawanan plankton sambil memangsa copepod, larva kepiting & larva bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut. Periode sebagai larva merupakan saat penuh bahaya karena larva Octopus sp. mudah dimangsa pemakan plankton sewaktu menjadi bagian dari kawanan plankton.

Gambar 7.45 Baby octopus

Gurita muda meningkatkan berat badan sebesar 5 persen setiap hari. Gurita remaja tumbuh dengan kecepatan yang cepat, karena rentang hidup gurita yang singkat. Sebagian besar spesies gurita hidup antara 12-18 bulan dan berkembang biak sekali seumur hidup. Gurita raksasa Pasifik Utara (beratnya bisa mencapai 40 kg) mampu hidup hingga 5 tahun dalam kondisi lingkungan ideal. Setelah berumur antara 1-2 tahun, gurita dewasa siap untuk kawin. Siklus pun berulang.

Demikian pula halnya dengan reproduksi pada cumi-cumi yang tidak jauh berbeda dengan gurita. Alat kelamin cumi-cumi terpisah, masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mantel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kapsul dari bahan gelatin. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil. Beberapa jenis Cephalopoda merupakan invertebrata terbesar, contohnya cumi-cumi raksasa (Architeuthis princes) yang memiliki panjang total 15 meter. Telur cumi-cumi memiliki permukaan lengket yang memungkinkannya menempel pada rongga-rongga di kedalaman lautan. Janin ini memakan sari makanan yang telah tersedia dalam telur hingga siap menetas. Janin ini memecah selubung telur dengan cabang kecil mirip sikat pada bagian ekornya. Alat ini segera hilang setelah telur menetas.

  • Alat Indera

Mata perkembangannya sangat maju, menyerupai mata vertebrata. Alat indera yang lain, yaitu sepasang statosist (terletak di bawah otak) yang berfungsi sebagai indera keseimbangan, dan sepasang indera pembau.

Gambar 7.46 Keterangan gambar:      Membedakan bentuk mata pada Cephalopoda. Gambar dari kiri, cumi (Loligo sp.), gurita, sepia, dan nautilus. Perhatikan bagian bawah hyponome mata gurita, bagian tersebut merupakan tabung berotot, yang mana ketika berkontraksi dapat menyemprotkan air dengan tekanan sehingga tubuhnya bergerak mundur.

7.5.4 Habitat

Tidak ada habitat yang sangat khas/spesifik bagi kehidupan Cephalopoda. Mereka menghuni di sebagian besar wilayah laut, termasuk perairan pasang, laut/perairan yang berbatu ataupun dasar berpasir, terumbu karang, padang lamun, rawa-rawa bakau, perairan pesisir, juga di laut terbuka yang dangkal hingga mencapai kedalaman 16.000 kaki (5000 m).

Octopus sp. dapat ditemukan di dunia luas di perairan tropikal dan perairan semitropikal. Disana terdapat banyak spesies dan tinjauan taksonomi dari variasi pada spesies ini. Terumbu karang di samudra sebagai habitat utama. Gurita tidak berenang seperti yang dilakukan cumi-cumi di laut terbuka. Sebagian besar gurita hidup di dasar laut, dimana mereka merangkak dan bergerak ke sana ke mari mencari kepiting dan makanan lain.

7.5.5 Klasifikasi

Kelas Cephalopoda dibagi menjadi 2 ordo, yaitu tetrabranchiata dan dibranchiata.

  • Ordo Tetrabranchiata

Tetrabranchiata meliputi jumlah spesies yang sangat banyak, diantaranya telah menjadi fosil (kelompok nautiloid dan ammonoids) yang hidup pada zaman Mesozoik (60 juta tahun yang lalu). Contoh yang mewakili dari nautiloids adalah genus nautilus yang dapat dijumpai di lautan pasifik dan lautan Indonesia.

Tetrabranchiata memiliki mata sederhana, cangkang luar dari kapur yang membelit, tertutup dan memiliki beberapa tentakel tanpa alat penghisap. Hewan ini mempunyai dua pasang insang berganda serta dua pasang ginjal (nefridia) dan tidak mempunyai kromatofora dan kantung tinta. Satu-satunya famili yang masih hidup dari ordo tetrabranchiata adalah famili Nautilidae; contohnya Nautilus pompilus.

Nautilus pompilus dengan cangkok/cangkang membelit mendatar, mempunyai kamar-kamar yang dibatasi oleh septa, kamar-kamar berisi gas ringan. Hewan ini dapat dijumpai di Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia.

  • Contoh hirarki klasifikasi dari nautilus (Nautilus pompilus)

Filum : Molusca

Klass : Cephalopoda

Sub klas : Nautiloidea

Ordo : Nautilida

Famili : Nautilidae

Genus : Nautilus

Spesies : Nautilus pompilus

  • Ordo Dibranchiata

Dibranchiata tanpa cangkok, kalau ada mengalami reduksi dan terdapat di dalam tubuh. Cangkok/cangkang terdiri atas zat kapur atau zat tanduk. Hewan ini mempunyai kantung tinta, sepasang insang, sepasang ginjal (nefridia), serta memiliki kromatofora. Dibranchiata memiliki 8-10 jerait dengan alat penghisap, mempunyai mantel dan matanya lebih kompleks.

Ordo Dibranchiata dibagi menjadi 2 sub ordo yaitu:

  1. Subordo decapoda,

Bercangkok kitin atau kapur dan terdapat dalam tubuh, 10 jerait dengan sepasang tentakel panjang dan dilengkapi alat penghisap.

Sub ordo Decapoda terdiri dari dua famili:

  • Loligonidae; badan panjang, sirip dekat akhir posterior, mata berkornea. Contohnya Loligo pealii.
  • Sepiidae; cangkok berbahan zat kapur terdapat dalam tubuh dan berbentuk oval (lonjong). Contohnya Sepia officinalis

 

  1. Subordo octapoda

Sebagian besar dari sub ordo ini tak memiliki cangkang kecuali genus Argonauta.

Sub ordo Octapoda terdiri dari dua famili:

  • Argonautidae; cangkok pada hewan betina tebal dan berbentuk spiral. Contohnya Argonauta argo
  • Octopodidae; terkenal dengan gurita, badan bulat seperti bola dengan kepala besar. Contohnya Octopus bairdi, Octopus vulgaris.
  • Contoh hirarki klasifikasi dari gurita (Octopus vulgaris)

Filum : Molusca

Klass : Cephalopoda

Sub klas : Cleoidea

Ordo : Octopoda

Sub ordo : Incirrata

Famili : Octopodidae

Sub famili : Octopodinae

Genus : Octopus

Spesies : Octopus vulgaris

  • Contoh hirarki klasifikasi dari cumi-cumi (Loligo indica)

Filum : Molusca

Klass : Cephalopoda

Sub klas : Coloidea

Super ordo : Decapodiformes

Ordo : Decapoda

Famili : Loligonidae

Genus : Loligo

Spesies : Loligo indica

7.5.6 Manfaat

Sebagian besar anggota kelas Cephalopoda memiliki nilai ekonomi tinggi. Manfaat dari Cephalopoda yaitu sebagai sumber makanan dengan kandungan protein tinggi, contohnya cumi-cumi (Loligo sp.), gurita (Octopus sp.) dan sotong (Sepia sp.). Berbagai spesies gurita merupakan makanan bagi penduduk sejumlah negara di dunia. Lengan dan berbagai bagian tubuh gurita lainnya bisa menjadi berbagai macam jenis makanan. Gurita merupakan makanan laut bagi penduduk di negara-negara Mediterania, Meksiko, dan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti sushi, tempura, dan lain-lain. Beberapa jenis gurita yang sudah dikenal sebagai makanan adalah O.vulgaris, O.dofleiniO.cyaneusO.mambranaceusO. tetricusO. variabilis, dan O.ocelltus. Dari ketujuh jenis tersebut, O. vulgaris adalah jenis gurita yang paling populer dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Gurita bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium yang tertutup rapat. Spesies Octopus bimaculoides (California Two-spot Octopus) biasa dijadikan hewan peliharaan, karena sewaktu masih anak-anak berukuran sebesar bola .

Cangkang cumi-cumi pernah digunakan untuk korset pada pakaian wanita, sedangkan cangkang sotong untuk burung perkutut. Di samping itu cumi-cumi juga dapat digunakan sebagai umpan pada jaring ikan. Cangkang dalam sotong biasa digunakan sebagai sumber kalsium bagi burung peliharaan.

Selain itu adapula yang dapat dimanfaatkan sebagai perhiasan, yaitu cangkang dari Nautilus. Nautilus mempunyai cangkang berkotak-kotak indah dan sangat ringan. Hewannya berada di kotak yang terakhir. Argonauta betina, atau nautilus kertas, mempunyai cangkang sangat tipis yang terutama digunakan sebagai kotak telur. Jantan lebih kecil daripada betina dan tak mempunyai cangkang.

Selain berbagai manfaat luar biasa dari kelas Cephalopoda ini, terdapat lagi manfaat hiburan bagi manusia dengan memanfaatkan kecerdasan gurita, yaitu Paul, seekor gurita berusia dua tahun yang hidup di Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman, sudah sering dipakai sebagai “peramal” nasib tim Panzer Jerman. Ajaib sekali, hewan laut ini bisa memprediksi. Metode “ramalan” Paul sederhana. Gurita kelahiran Inggris ini hanya mendekati salah satu dari dua buah kotak kaca yang ditempeli bendera Argentina dan Jerman yang diisi kerang. Kemudian Paul ternyata mendekati Jerman. Hasil ramalan gurita ini terbukti dengan kemenangan Jerman. Selanjutnya gurita ini melanjutkan aksi ramalannya pada berbagai pertandingan sepak bola akbar seperti piala dunia.

 

Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan:.

  • Karakteristik kelas gastropoda yang paling khas adalah satu proses yang dikenal sebagai “torsi”, yaitu perkembangan embrionik, suatu otot asimetris terbentuk, dan satu sisi dari massa visceral tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang lain.
  • Struktur anatomi gastropoda terdiri atas kepala, badan dan alat gerak (kaki). Kebanyakan dari gastropoda hemafrodit, Sebagian besar gastropoda akuatik bernapas menggunakan insang, sedangkan pada gastropoda darat menggunakan paru-paru yang disebut “pulmonate”. sistem pencernaan terdiri dari rongga mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung, usus, dan anus. Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Sistem saraf berupa ganglion. Sistem ekskresi berupa nephridia. Terdiri atas sub kelas prosobranchia, opistrobranchia, dan
  • Gastropoda umumnya hidup di laut, tetapi ada juga sebagian yang hidup di darat. Beberapa jenis juga bisa ditemukan di danau, sungai, selokan kecil, muara, perairan dangkal yang berbatu atau berpasir.
  • Sub kelas Gastropoda sebagai berikut;
  • Sub kelas Prosobranchia
  1. Ordo Archeogastropoda
  2. Ordo Mesogastropoda
  3. Ordo Neogastropoda
  • Sub kelas Opistobranchia
  1. Ordo Cephalaspidea Ordo Nataspide
  2. Ordo Anaspidea Ordo Acocchilideacea
  3. Ordo Thecosonata Ordo Sacoglosa
  4. Ordo Gimnosonata Ordo Nudibranchia
  • Sub kelas Pulmonata
  1. Ordo Stylomotophora Ordo Basommataphora

 

 

  1. Jelaskan karakteristik istimewa pada gastropoda berupa Torsi!
  2. Bagaimana ciri-ciri umum dari kelas Gastropoda?
  3. Apa saja sub kelas yang terdapat pada kelas gastropoda?
  4. Pada hewan gastropoda dapat dilihat perbedaan cangkang dextral dan sinistral, jelaskan apa yang dimaksud dextral dan sinistral!
  5. Sebutkan karakteristik dari sub kelas opishtobranchia!
  6. Mengapa Achatina fulicca disebut hewan hemafrodit?
  7. Sebutkan klasifikasi dari Achatina fulicca !
  8. Yang termasuk spesies dari ordo Gymnosonata adalah …
  9. Glossodaris rufomarginatus Clione limacina
  10. Cavolinia tridenta             Aplysia californica
  11. Yang tidak termasuk ordo sub kelas Prosobranchia adalah …
  12. Archaeogastopoda                         Stylommatophora
  13. Neogastropda Mesogastropoda
  14. Definisikan istilah-istilah berikut!
  15. Posterior
  16. Anter
A
Aerasi (1) pertukaran CO2 dan O2 dalam paru-paru   atau jaringan tubuh (2) pemberian udara (3) pengisian gas atau udara ke dalam cairan
Aestivasi tidur atau diam dalam liang di musim panas. Terdapat pada hewan yang tinggal di gurun dan daerah kering.
Anteriol bagian depan tubuh
Anus dubur, lubang keluarnya tinja
Aorta pangkal nadi besar pada ventrikel kiri
Arteria pedalis pembuluh darah yang membawa darah yang beroksigen ke dorsal permukaan kaki
Axia costae galengan-galengan yang membujur atau hampir tegak lurus dengan putaran-putaran pada cangkang.
D
Dekstral Cangkang gastropoda yang berputar ke arah belakang searah dengan jarum jam
F
Fertilisasi penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan zigot diploid.
H
Haemocyanin pigmen pernapasan pada molusca dan arthropoda
Herbivora hewan heterotrofik yang memakan tumbuhan
Hermafrodit suatu individu yang berfungsi sebagai jantan maupun betina dalam reproduksi seksual dengan cara menghasilkan sperma maupun telur
K
Karnivora hewan ,seperti buaya, burung elang, atau laba-laba, yang memakan hewan lain.
Kell galengan-galengan yang tajam
Kollar
M
Mucus Lendir/kelenjar lendir
O
Operkulum 1) Tutup insang 2) Tutup kotak spora
Ovotestis gonad gabungan ovarium dan testis; terdapat pada mollusca yang hermaprodit.
P
Periostrakum Lapisan terluar dari cangkang
Posterior belakang, ujung
R
Radula alat pengunyah yang   kasar mirip tali karet
S
Sinistral cangkang gastropoda yang berputar berlawanan arah dengan jarum jam
Spermatozoa bentuk jamak spermatozoon
Spines duri-duri yang terdapat pada cangkang
Spiral costae galengan-galengan yang terputar secara melingkar mengikuti putaran-putaran   pada cangkang
T
Torsi kontraksi otot yang menyebabkan massa visceral berotasi 180 derajat sehingga anus dan rongga mantel ditempatkan di atas kepala
V
Ventral sebelah bawah, sebelah perut
Ventrikel bilik jantung menampung darah dari serambi lewat katup, lalu memompakannya dan mengalirkannya ke seluruh tubuh lewat arteri
Visceral kedalaman tubuh

Anonym. 2012. http://www.peterbrueggeman.com/nsf/fguide/mollusca–gastropoda– opisthobranchia.pdf.diakses tgl 7 oktober 2012 Jam 08.35

Anonim. 2001. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/25151/C00ran.pdf ?sequence=2. Diakses tgl 7 oktober 2012. Jam 08.35 wib

Anonim. 2012. http://repository.ipb.ac.id/bitsream/handle/123456789/41387/Bab%2011_2004 eso pdf?sequence=. Diakses tgl 7 oktober 2012. Jam 08.36 wib

Anonim. 2012. http://fpik.bunghatta.ac.id/files/downloads/Ebook/Biologi%20Laut%20Jilid%

202bab_8.pdf. Diakses tgl 7 oktober 2012. Jam 08.45 wib

Campbell, Reeca, Mitchell. 2003. BIOLOGI Terjemahan. Jakarta: Erlangga

Jasin, M., 1984. Sistematik Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya

Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek). Bandung : Alfabeta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s