ECHINODERMATA

PETA KONSEP

  1. CIRI-CIRI UMUM ECHINODERMATA

Bentuk tubuh Echinodermata bermacam-macam seperti bintang, tumbuhan, bunga, ular, sosis, dan bola. Jika dipegang kulitnya keras karena terbuat dari zat kapur/kitin sebagai rangka luar dan pada permukaan insang kulitnya terdapat duri-duri. Jika dipotong radial akan membagi tubuh secara simetris atau simetri radial (lima bagian). Echinodermata termasuk hewan triplobastik selomata. Mulutnya terletak di bawah dan anus berada di atas. Hewan ini memiliki sistem amburakal, yaitu gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom.

Gambar 9.1 Macam-macam Echinodermata

Sistem tersebut digunakan untuk bergerak, bernapas, dan membuka mangsanya. Semua echinodermata hidup di laut. Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak dan sangat lambat. Kelompok echinodermata yang sessil hanyalah lilia laut.

Nama echinodermata sendiri berarti berkulit duri, tampilan khusus anggota filum ini. Tepat dibawah kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka. Ciri lain echinodermata adalah simetri pentaradial, tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari sebuah cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah. Sistem pencernaannya lengkap, walaupun anus tidak berfungsi. Echinodermata tidak memiliki kepala dan tidak memiliki sistem pembuangan dan pernapasan. Mereka memiliki sistem peredaran air yang terdiri dari sederet tabung berisi cairan yang dipakai dalam pergerakan. Perubahan tekanan di sistem ini memungkinkan seekor echinodermata merenggangkan dan menarik kaki tabung. Kaki tabung dipakai untuk bergerak dan pada beberapa spesies dipakai untuk menangkap mangsa. Pada echinodermata, jenis kelamin terpisah

Tabel 9.1 Ciri-ciri Echinodermata

Kelas Contoh Ciri-ciri
Crinoidea Lilia laut, bulu laut Sessil, menempel menggunakan batang; lengan bercabang; kaki tabung bersilia dipakai untuk makan; beberapa spesies berenang bebas; lebih banyak pada era Paleozoikum
Asteroidea Bintang laut Bergerak bebas dengan kaki tabung; tangan bercabang dari cakram pusat
Ophiuroidea Bintang ular, bintang rapuh, bintang keranjang Bergerak bebas; lengan luwes yang tipis memancar dari cakram; kaki tabung dipakai sebagai indera dan untuk makan
Echinoidea Dollar pasir; biskuit laut; bulu babi Bergerak bebas; badan menyatu dalam lempengan atau cakram lempeng, tanpa sinar bebas, tertutup dengan lempeng kapur; beberapa spesies tertutup dengan duri
Holothuroidea Teripang Bergerak bebas; tubuh luwes dan panjang dengan mulut di satu ujungnya; kadang memiliki tentakel; unsur kerangka kulit sudah mulai lenyap
  1. ANATOMI ECHINODERMATA

Badan berbentuk sebagai bintang dan terdiri atas satu discus sentralis dan lima radial. Dataran yang biasanya disebelah bawah, dimana ditengah-tengah discus, terdapat mulut atau aktinostoma, ialah dataran oral. Dataran yang disebelah atas disebut aboral.

Skeleton terdiri atas lamina yang tersusun rapat. Lamina ini disebut juga ossicula. Mereka terletak diantara dua lapisan jaringan pengikat didalam dinding badan. Diantara ossicula terdapat serabut-serabut otot. Diantara mereka juga terdapat pori kecil yaitu pori dermal. Pada dataran aboral, pada ossicula berpangkal spinae. Diantara spinae tersebut ada yang dapat digerakkan.

Pada dataran oral satu radius ada sulcus ambulacralis. Sulcus ambulacralis ini dibentuk oleh dua baris ossicula amburaclis. Satu ossiculum dari satu baris bersendi dengan satu ossulum dari baris yang lain sehingga besarnya sudut yang dibentuk oleh kedua ossicula itu dapat berubah.

  1. Struktur Tubuh

Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat hisap.

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus.

  1. FISIOLOGI ECHINODERMATA
  2. Sistem Gerak

Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.

  1. Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri.

Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.

  1. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

  1. Sistem Pernafasan dan Ekskresi

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.

  1. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

  1. Sistem Syaraf

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.

  1. HABITAT ECHINODERMATA

Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas. Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati. Habitatnya di dasar air laut yang berbatu karang, di daerah pantai hingga laut dalam.

  1. KLASIFIKASI ECHINODERMATA

Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea (bintang laut), Echinoidea ( landak laut), Ophiuroidea (bintang ular), Crinoidea (lilia laut) , dan Holoturoidea.

  1. Asteroidea (bintang laut)

Asteroidea sering disebut bintang laut. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Mulut terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral dan anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral). Kaki tabung tentakel (tentacle) terdapat pada permukaan oral. Sedangkan pada permukaan aboral selain anus terdapat pula madreporit. Madreporit adalah sejenis lubang yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin.

Ordo yang termasuk kedalam kelas ini yaitu :

  • Ordo phanerozonia

Contoh :  Archaster sp, Pentaceros sp

  • (b)
  • Ordo Spinulosa

Contoh : Solanaster spAesterina sp

  • Ordo Forcipulata

Contoh : Heliaster sp, Asterias sp

  1. Ciri-ciri Asteroidea
  • Bentuk seperti bintang laut atau segi lima
  • permukaan bawah (oral)
  • terdapat mulut, permukaan atas (aboral)
  • terdapat anus.
  • Kaki pembuluh terdapat pada permukaan oral
  • permukaan adoral selain terdapat anus juga terdapat madreporit yaitu lobang yang mempunyai saringan yang menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lobang kelamin.
  • Contoh : Macam-macam bintang laut
  1. Anatomi Asteroidea
  • Sistem Ambulakral
    Sistem ambulakral sebenarnya merupakan sistem saluran air.
    Sistem saluran air ini terdiri atas:
  1. Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
    Saluran batu
    c. Saluran cincin
    d. Saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
    e. Saluran lateral
    f. Ampula
    g. Kaki tabung

Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Fisiologi Asteroidea

 

Gambar 9.5 Fisiologi Asteroidea

 

  • Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.

 

  • Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

  • Sistem Pernafasan dan Ekskresi

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.

  • Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

  • Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya. Perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 9.6 Struktur saraf pada Asteroidea

  1. Habitat/ekologi

Habitat Asteroidea menempel pada bebatuan dan cangkang kerang-kerangan hidup pada dasar berpasir atau berlumpur.

  1. Manfaat

Sebagai detrivor yang memakan materi organik, herbivora, karnivora, kotoran dan bangkai laut. Sehingga laut menjadi bersih dan keseimbangan ekosistem terjaga.

  1. Klasifikasi
Kingdom : Animalia

Filum : Echinodermata

Class : Asteroidea

Genus : Asteroidea

Spesies : Asteroidea sp , Asteropecten irregularis , Crossaster dan Culeitin

             Gambar 9.7 Asteroidea sp
  1. Echinoidea

Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak

Gambar 9.8 Diadema saxatile

laut (Arabcia punctulata). Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.

Organ kelamin jantan dan betina berada pada individu yang terpisah, fertilisasi terjadi di luar tubuh

  1. Ciri-ciri
  • Bentuk hampir bulat atau gepeng
  • Tidak mempunyai tangan
  • Rangka tersusun dari keping-keping zat kapur dan umumnya berduri
  1. Anatomi Echinoidea

Berdasarkan bentuk tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu bulu babi beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular sea urchin), dan hanya bulu babi beraturan saja yang memiliki nilai konsumsi. Diadema setosum merupakan satu diantara jenis bulu babi yang terdapat di Indonesia yang mempunyai nilai konsumsi. Diadema setosum termasuk dalam kelompok echinoid beraturan (regular echinoid), yaitu echinoid yang mempunyai struktur cangkang seperti bola yang biasanya sirkular atau oval dan agak pipih pada bagian oral dan aboral. Permukaan cangkang di lengkapi dengan duri panjang yang berbeda-beda tergantung jenisnya, serta dapat digerakkan.

  • (b)

(c)

Gambar 9.9     (a) bulu babi beraturan

  • Bulu babi tidak beraturan
  • Anatomi bulu babi

Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral, aboral, dan bagian diantara oral dan aboral. Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan pada bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng ambulakral dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem peristomial. Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem peristomial termasuk lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct) termasuk diantaranya adalah keping-keping genital. Salah satu diantara keping genital yang berukuran paling besar merupakan tempat bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular system). Sistem ini menjadi ciri khas Filum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan, makan, respirasi, dan ekskresi. Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit tempat menempelnya organ “lentera aristotle”, yakni semacam rahang yang berfungsi sebagai alat pemotong dan penghancur makanan. Organ ini juga mampu memotong cangkang teritip, molusca ataupun jenis bulu babi lainnya. Di sekitar mulut bulu babi beraturan kecuali ordo Cidaroidea terdapat lima pasang insang yang kecil dan berdinding tipis

 

 

  1. Fisiologi Echinoidea

Pada bulu babi Diadema setosum kaki tabung memiliki banyak fungsi. Selain untuk bergerak, kaki tabung juga digunakan sebagai indera peraba, organ respirasi dan tempat pengeluaran air dari tubuh. Air masuk melalui madreporit menuju saluran batu dan keluar melalui saluran pada kaki tabung.

Sistem peredaran darah dan ekskresi pada bulu babi tidak dijumpai. Sistem syaraf dan reproduksi masih sederhana. Kelamin terpisah. Gonad melekat disisi atas rongga tubuh. Sperma dan telur di lepas langsung ke perairan yang selanjutnya terjadi pembuahan diluar tumbuh dengan bertemunya sel telur (Ovum) dan sel kelamin jantan (Sperma).

 

  1. Habitat/Ekologi

Echinoidea tersebar luas di seluruh perairan dan seluruh kedalaman, mulai dari daerah intertidal hingga kedalaman 5000 m. Paling banyak terdistribusi di daeah litoral, dari pasang tertinggi hingga batas continental self. Hidup sebagai hewan benthic yang aktivitas dan adapatasinya tergantung pada kondisi dasar perairan. Pada umumnya ditemukan di daerah bebatuan atau bersubstrat kasar, meskipun di daerah berpasir terkadang juga ditemukan. Daerah karang merupakan daerah favorit echinoidea sebagai tempat hidup.

 

  1. Peranan
    1) Sebagai Sumber Pangan

Bulu babi merupakan salah satu jenis komoditas perairan yang gonadnya dimanfaatkan sebagai sumber pangan potensial. Gonad yang banyak dicari konsumen adalah gonad yang bertekstur kompak, padat, tidak berlendir, dan berwarna kuning cerah. Selain menjadi sumber pangan dunia, bulu babi ternyata memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Kematian massal bulu babi yang pernah terjadi di perairan Pasifik Barat dengan tingkat kematian mencapai 93-100% ternyata mengakibatkan terjadinya biomassa alga meningkat sehingga kesetimbangan ekosistem terganggu. Biota laut berduri ini juga ternyata memiliki keunikan yang tidak lazim yaitu kemampuan hidup yang dapat mencapai 200 tahun. Selain itu, bulu babi juga dinyatakan sebagai saudara tua manusia dengan hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa 70 persen gen bulu babi ternyata memiliki kemiripan dengan manusia.

  • Pembersih lautan

Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinoidea. Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.
Peranan Echinoidea secara singkat dalam kehidupan :

Menguntungkan :

  1. sebagai makanan, misal : telur bulu babi
  2. sebagai pembersih karena memakan bangkai atau sisa-sisa hewan yang terdapat di pantai

Merugikan :

Echinoidea dapat merusak binatang karang

 

  1. Klasifikasi
Filum              : Echinodermata

Kelas              : Echinoidea

Subkelas         : Euchinoidea

Ordo               : Cidaroidea

Famili             : Diadematidae

Genus             : Diadema

Spesies          : Diadema setosum

  1. Holothuroidea

Holothuroidea merupakan kelas echinodermata yang memiliki

bentuk bulat memanjang, dengan mulut dan anus terletak pada ujung yang berbeda. Biasanya anggota kelas ini juga dikenal dengan nama teripang atau sea cucumber. Sebagian holothuria merupakan hewan nocturnal yang aktif mengeluarkan tentakel-tentakel pada malam hari. Contohnya Thyone briareus aktif pada musim dingin dari saat matahari terbenam hingga 1-2 jam setelah tengah malam dan pagi-pagi buta.

 

  1. Ciri-ciri Holothuroidea
  2. Bentuk tubuh menyerupai mentimun yang lunak
  3. Tidak mempunyai lengan dan duri mereduksi menjadi spikula
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi
  5. Berwarna hitam coklat dan hijau
  6. Memiliki alat pembelaan diri berupa zat perekat yang dihasilkan dari anullus
  7. Mulut dan anus terletak pada ujung yang berlawanan
  8. Mulut dikelilingi oleh tentakel.
  1. Fisiologi
    • Reproduksi

Cara reproduksi kelas ini adalah seksual, namun ada juga spesies yang mampu bereproduksi juga secara aseksual (membelah diri). Cara membelah diri contohnya pada jenis Synapta, Holothuria atra, Holothuria difficilis. Pemijahan secara seksual, terjadi di luar tubuh yaitu dengan disemprotkannya sel telur dan sperma ke kolom air untuk kemudian mengalami pembuahan

  • Respirasi

System respirasi pada kelas ini disebut pohon respirasi, karena system tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya. Keluar dan masuknya air melalui anus dan melakukan respirasi dan makan pada selom.

  • Sistem Pencernaan

Berdasarkan cara makannya, holothuroidea merupakan suspension feeder dan deposit feeder. Organism ini menjulurkan tentakel ke kolom air untuk mengambil partikel yang terbawa aliran air. Selain itu, organism holothuroidea juga menyapukan tentakelnya pada substrat habitatnya. Jenis pakannya meliputi protozoa, algae, copepod, foraminifera, radiolarian, diatom, larva

Gambar 9.11 Struktur pencernaan holothuroidea

crustasea. Dari substrat yang dimakan, holothuroidea juga mengambil kandungan nutrient yang terkandung dalam substrat tersebut.

Holothuroidea termasuk hewan dioceous meskipun secara morfologi tidak dapat dibedakan organism jantan dan betina. Namun juga terdapat beberapa spesies merupakan hermaprodit (Cucumaria laevigata, Masothuria intestinal).

  1. Ekologi/Habitat

Teripang merupakan hewan yang bergerak lambat, hidup pada dasar substrat pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu. Teripang merupakan 3 komponen penting dalam rantai makanan di terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder).

Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan

  1. Peranan

Teripang dapat berfungsi mencegah dan membantu mempercepat penyembuhan berbagai macam penyakit. Penelitian mengungkapkan, teripang/Sea Cucumber pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang sel kanker. Oleh sebab itu pengidap kanker banyak yang berharap pada teripang/Sea Cucumber selain itu, kandungan protein tinggi pada teripang/Sea Cucumber yang mencapai 82%, baik diberikan pada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin Gold Cucumber. Hasilnya Produksi insulin meningkat.

  1. Klasifikasi

Klasifikasi teripang laut

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Echinodermata

Class                : Holothuroidea

Genus              : Holothuria

Spesies            : Holothuria indica

Gambar 9.12 Holothuria indica

 

  1. Ophiurodea

Kelompok Ophiuroidea sering dinamakan bintang ular. Bintang ular memiliki cakram dengan lima lengan yang panjang yang membuat mereka bergerak lebih cepat dan gerakannya menyerupai gerakan ular. Ciri khas dari Ophiuroidea adalah madreporit yang terletak di daerah bawah, yaitu daerah mulut dan tidak mempunyai anus, jadi sisa makanan dimuntahkan melalui mulut.

Gambar 9.13 Bintang ular

Seperti echinodermata lainnya, Ophiuroidea memiliki rangka dari kalsium karbonat. Bentuk tubuh bintang ular mirip dengan Asteroidea. Kelima lengan ophiuroidea menempel pada cakram pusat yang disebut calyx. Ophiuroidea memiliki lima rahang. Di belakang rahang ada kerongkongan pendek dan perut besar, serta buntu yang menempati setengah cakram. Ophiuroidea tidak memiliki usus maupun anus.

Bintang ular menggunakan lengan fleksible mereka untuk bergerak. Mereka, tidak seperti bintang laut yang bergantung pada kaki tabung. Bintang ular bergerak dengan menggerakan lengan mereka yang sangat fleksibel dan membuat mereka bergerak seperti ular.

  1. Ciri-ciri
  2. Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang.
  3. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular.
  4. Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral.
  5. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya.
  6. Bintang ular sangat aktif di malam hari.
  7. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).
  8. Anatomi

Ophiurida memiliki lima lengan yang panjang, langsing, fleksibel, dan berbentuk seperti cambuk. Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat dari kalsium karbonat. Pembuluh dari sistem vaskular air

Gambar 9.14 Anatomi Ophiurida

berakhir di kaki tabung. Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit. Kaki tabung tidak memiliki penghisap dan ampulla. Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. Ophiuroidea menggunakan kemampuan ini untuk melarikan diri dari predator, seperti kadal, yang mampu memutuskan ekor mereka untuk membingungkan pengganggu.

  1. Fisiologi Ophiroidea
  • Sistem Reproduksi

Jenis kelamin hewan ini terpisah. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut dan akhirnya menjadi bintang ular

  • Sistem Pencernaan dan Ekskresi

Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Umumnya ada 10 bursae. Alat-alat pencernaan makanan terdapat dalam bola cakram, dimulai dari mulut yang terletak di pusat tubuh kemudian lambung yang berbentuk kantong. Hewan ini tidak memiliki anus. Di sekeliling mulut terdapat rahang yang berupa 5 kelompok lempeng kapur. Makanan dipegang dengan satu atau lebih lengannya, kemudian dihentakkan dan dengan bantuan tentakel dimasukkan ke mulut. Sesudah dicerna, bahan-bahan yang tidak tercerna dibuang ke luar melalui mulutnya. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).

  • Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

  • Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri atas cincin saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak memiliki mata, atau sejenisnya. Tetapi, mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis.

  1. Habitat / Ekologi

Ophiuroidea tersebar luas di seluruh perairan, seluruh lintang dan seluruh kedalaman mulai dari daerah intertidal hingga abisal yang lebih dari dari kedalaman 6000 m. Hidup di seluruh jenis substrat. Ophiuroidea yang hidup di daerah litoral, sangat jarang ditemukan dengan mudah. Mereka jarang berada di permukaan substrat, tetapi bersembunyi di bawah karang-karang mati, di antara sponge, gorgonian dan karang bercabang lainnya, di bawah batu atau terkubur dalam pasir atau lumpur.

Bintang ular juga dapat ditemukan pada perairan besar, dari kutub sampai tropis. Berdasarkan fakta, lili laut, teripang, dan bintang ular merajai dasar laut pada kedalaman lebih dari 500 meter, di seluruh dunia. Basket star biasanya terdapat di wilayah yang lebih dalam.

  1. Manfaat

Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan echinodemata seperti bintang ular. Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk. Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata.

Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.

 

  1. Klasifikasi

Kingdom         : Animalia

Filum               : Echinodermata

Kelas               : Ophiuroidea

Genus              : Ophiuroidea

Spesies            : Ophiuroidea brevispinum

Gambar 9.15

   Ophiuroidea brevispinum

 

  1. Crinoidea

Bentuk tubuh hewan ini menyerupai bunga tersebut. Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut yang sangat indah. Jika Anda berwisata ke daerah Kepulauan Seribu Anda dapat menikmati keindahan taman laut yang terdapat hewan ini. Tubuh Crinoidea mempunyai lima lengan yang bercabang-cabang. Pada daerah oral terdapat mulut dan anus, tetapi tidak memiliki madreporit. Pada dasar tubuh permukaan adoral terdapat kaliks, yaitu lempeng kapur berbentuk cangkir. Apabila kondisi tidak memungkinkan, maka Crinoidea akan melepaskan diri dari dasar tempat melekatnya, kemudian pindah pada tempat yang sesuai.

Gambar 9.16 Crinodea

Kelas ini mencakup sekitar 600 spesies crinoidea, “lilia” laut berjalan dengan rumbai-rumbai yang dapat bergerak. Lengan-lengan bercabang digunakan untuk menyaring makanan serta member bentuk menyerupai bunga atau tumbuhan.

Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok. Tubuhnya terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini setiap lengan bercabang dua atau lebih. Setiap cabang mempunyai ranting-ranting melintang yang disebut pinul (pinnulae). Cabang-cabang ini membuat hewan berbulu-bulu. Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar (di bawah). Sepintas lalu tampak seperti tumbuhan. Pemukaan oral hewan ini menghadap ke atas (berbeda dengan echinodermata lainnya), misalnya: Ptilocrinus pinnatus.

Crinoidea mempunyai daya regenerasi besar sekali, bagian lengan atau kaliks yang hilang akan segera diperbaharui. Kelompok hewan ini merupakan hewan yang peka, tetapi mempunyai kemampuan regenerasi tinggi sehingga dapat menyembuhkan diri jika luka. Kira-kira ada 600 jenis mewakili 150 marga dari 30 suku. Sisa-sisa fosil banyak terdapat pada formasi kapur.

Contoh spesies dari Crinoidea adalah Antedon sp, Anemon sp, Holopus, dan Metacrinus.

  1. Ciri-ciri
  2. Bentuk tubuh seperti tumbuhan tapi ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai.
  3. Crinoidea yang bertangkai adalah individu yang tidak dapat bergerak dan mulutnya terarah keatas.
  4. Crinoidea yang tak bertangkai merupakan individu yang dapat bergerak bebas didalam laut.
  5. Tubuhnya menyerupai bunga lili atau bunga bakung dan bentuk seperti bulu
  6. Terdapat keping-keping dengan percabangan lengan panjang.
  7. Beberapa spesies mempunyai tangkai arah aboral Gambar 9.17.
  8. Tidak mempunyai duri.
  9. Kaki tabungnya kurang mempunyai suber (alat isap).
  10. Tidak memiliki madreporit.
  11. Sistem syaraf berbentuk cincin yang selanjutnya bercabang-cabang pada tiap lengan.
  12. Kulitnya tersusun dari zat kitin.
  1. Anatomi

Mulut dan anus terletak sebelah menyebelah, mulut pada daerah oral, sedangkan anus pada daerah aboral. Anus sering terdapat pada kerucut yang menonjol. Pada bidang oral setiap lengan memiliki lekukan ambulakral seperti garis bersilia yang berisi tentakel menyerupai kaki buluh.

Crinoidea bergerak dengan melalui air yang masuk ke pori, saluran batu, saluran cincin yang dikelilingi otot melingkar, maka dengan masuknya air akan menyebabkan kontraksi otot untuk menggerakkan kaki

  1. Fisiologi
  • Sistem reproduksi

Crinoidea melepaskan telur dalam air, tapi beberapa menahan tetap pada pinnulae sampai menetas. Larva yang masih muda sekali masih mendapat makanan dari kuning telur, tapi belum mempunyai mulut. Setelah beberapa hari dapat hidup bebas dan menempel dengan akhir bagian anterior dan kemudian berbentuk cangkir, lalu tumbuhlah lengannya. Beberapa Crinoidea menyimpan telurnya dalam tubuh. Crinoids memiliki musim pemijahan tiap tahun dengan periode memijah berkisar antara 1-2 bulan. Pada umumnya, crnoids memijah pada bulan Januari dan Oktober. Namun, spesies yang berbeda tentunya akan memiliki waktu memijah yang berbeda, meskipun berada di habitat yang sama.

  • Sistem pencernaan

Makanan crinoidea berupa plankton kecil atau bahan lainnya yang mikroskopis, yang dibawa oleh lengan atau ditangkap oleh tentakel, dilewatkan sepanjang alur ambulakral dengan bulu-getar yang bergerak-gerak, yang selanjutnya digiring oleh silia ke dalam mulut. Memiliki tangkai yang tumbuh dari cakram sering digunakan untuk melekatkan hewan pada substrat dasar, akibatnya mulut tetap di atas dan lengan-lengan seperti bulu menciptakan alat seperti jaring untuk menangkap dan mengangkut makanan ke mulut. Ada yang tidak mempunyai tangkai, atau menghilang waktu menjadi dewasa dan dapat menggerakkan lengannya untuk berpindah-pindah. Lekukan ambulakral yang ditandai dengan garis bersilia dan berisi tentakel seperti kaki buluh.

Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.

  1. Habitat / Ekologi

Crinoidea umumnya ditemukan di perairan yang hangat dan substrat yang kasar. Substrat kasar tersebut dibutuhkan Crinoid untuk menempelkan stalks. Selain pada substrat kasar, Crinoid juga menempel pada karang. Pada umumnya ditemukan pada perairan yang memiliki kedalaman antara 200-5000 m. Namun, pada beberapa daerah, crinoid juga ditemukan di kedalaman 50 m dan sebagian besar pada kedalaman di atas 1000 m.

Meskipun crinoids banyak ditemukan di perairan hangat, namun ada beberapa spesies yang mampu beradaptasi pada air yang bersuhu rendah. Contohnya Poliometra prolixa, Hathrometra sarsii dan Trichometra cubensis yang ditemukan di perairan Denmark dan Iceland, pada kedalaman 15-150 m. Meskipun menempel, crinoids mampu bergerak pada saat terdesak dengan cara berenang ataupun merayap menggunakan permukaan tubuh bagian atas.

Tidak ada laporan yang menunjukkan bahwa terdapat hewan yang secara tetap memangsa Crinoidea. Pada tubuh Crinoidea terdapat banyak makhluk yang komensial dan parasit, terutama Polychaeta yaitu Polynoe, Mizostomum yang terdapat pada calyx atau lengannya. Beberapa Gastropoda kecil mengelilingi atau mengerumuni Crinoidea untuk makan bagian tubuh yang lunak.

 

  1. Klasifikasi

Domain           : Eukarya

Kingdom         : Animalia

Filum               : Echinodermata

Kelas               : Crinoidea

Ordo                : Comatulida

Famili              : Comasteridae

Genus              : Comaster multifidus                                 Gambar 9.18

Comaster multifidus

 

  • Peranan Echinodermata

Echinodermata memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia maupun ekosistem di laut. Berikut manfaat hewan ini bagi manusia dan ekosistem laut yaitu:

  • Telur landak laut (Arbacia punctulata) yang banyak dikonsumsi di jepang;
  • Keripik dari timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo, Jawa timur
  • Mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk;
  • Telur bulu babi dapat dimakan;
  • Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para ilmuwan biologi sering menggunakan gamet dan embrio landak laut;
  • Sebagai pembersih pantai;
  • Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para ilmuwan biologi sering menggunakan gamet dan embrio landak laut.

Adapun kerugian yang ditimbulkan akibat adanya hewan-hewan Echinodermata yaitu:

  • Dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena bintang Echinodermata merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut;
  • Bulu babi dan landak laut bisa sangat merugikan bagi para turis yang ingin menikmati olahraga air, karena duri bulu babi dan landak laut yang beracun bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat;
  • Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati; dsb.

 

  • Ciri-ciri Umum Echinodermata

Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri.

  • Ciri khas dari Echinodermata ialah sistem pembuluh air, yaitu suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran dan disebut kaki tabung (kaki ambulakral). Kaki tabung ataukaki ambulakral berfungsi untuk lokomosi, makan, dan pertukaran gas.
  • Cara Berkembang Biak

Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis. Filum Echinodermata umumnya terbagi menjadi 5 kelas, antara lain asteroidea (bintang laut), ophiuroidea (bintang mengular), echinoidea (bulu babi dan dolar pasir), crinoidea (lili laut dan bintang berbulu), serta holothuroidea (timun laut atau teripang).

  • Asteroidea

Bintang laut umumnya memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram.

  • Ophiuroidea

Bintang mengular memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak. Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya. Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.

  • Echinoidea

Bulu babi (sea urchin) dan dolar pasir (sand dollar) tidak memiliki lengan, tetapi hewan dari kelas ini memiliki lima baris kaki ambulakral yang berfungsi untuk bergerak walaupun lambat. Bulu babi juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang sehingga bulu babi dapat bergerak. Secara kasar, bulu babi berbentuk agak bulat, dan dolar pasir berbentuk seperti cakram dan pipih.

  • Crinoidea

Lili laut menempel ke substratum melalui sebuah batang. Lili laut merangkak dengan menggunakan lengannya yang panjang dan fleksibel. Sebagai suatu kelompok, anggota kelas crinoidea umumnya menggunakan lengannya yang berbulu untuk membantu proses memakan suspensi. Lengan itu terdapat di sekeliling mulut, tetapi mengarah ke atas sehingga menjauhi substratum. Crinoidea merupakan suatu kelas purba dari filum Echinodermata yang tidak berubah selama evolusinya.

 

 

  1. Jelaskan karakteristik masing-masing kelas pada Echinodermata dan berikan contoh masing- masing!
  2. Buatlah bagan perbedaan struktur tubuh masing-masing kelas pada Echinodermata!
  3. Mengapa rangka yang dimiliki oleh Echinodermata dikatan sebagai rangka dalam padahal letaknya di luar?
  4. Jelaskan perbedaan cara respirasi yang terdapat pada masing-masing kelas Echinodermata!
  5. Buatlah bagan dan proses sistem saluran air dalam kaitannya dengan pergerakan hewan tersebut!
  6. Mengapa Echinodermata dikatan sebagai hewan pembersih lautan?
  7. Adakah arti ekonomi Echinodermata bagi kehidupan manusia!

 

 

 

A
Ambulakral Terletak jauh dari mulut
Ambulakral Sistem saluran air pada anatomi Echinodermata yang berfungsi untuk bergerak, bernafas, atau membuka mangsa.
Ampula Bagian ujung dari kaki tabung
Anatomi Ilmu yang mempelajari struktur sel dan jaringan dalam tubuh makhluk hidup.
Avertebrata Golongan hewan yang tak bertulang belakang
B
Bipinnaria Larva bipinnaria berbentuk bilateral simetri
Bursae Kantung tempat pertukaran udara dan eksresi pada ophiuroidea
C
Calyx Bagian lengan crinoidea
D
Deposit feeder Pemakan sisa-sisa makhluk (sampah)
Dermal Yang berhubungan dengan kulit
E
Echinodermata Binatang yang mempunyai kulit berduri
K
Kaki tabung suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran
Kitin Zat tanduk setengah bening, terdapat dalam rangka luar yang berfungsi sebagai kulit ( pada serangga dan binatang lain seperti lebah).
L
Laminae Lempengan tulang atau jaringan
Litoral Sebuah zona yang merupakan ekosistem perairan laut dalam
M
Madreporit Lubang-lubang kecil
O
Oral Yang terkait dengan mulut, melalui saluran pencernaan makanan
P
Paleozoikum Zaman purba yang ditandai oleh munculnya hewan laut sederhana, reptil sederhana, dan beberapa tumbuhan darat
Pediselaria Capi-capit kecil seperti gunting, dimiliki oleh beberapa jenis binatang echinodermata
Pinul Ranting pada cabang-cabang cakram pada crinoidea
Pluteus Larva mikroskopis yang lengannya bersillia
S
Saluran cincin Saluran yang dikelilingi oleh otot melingkar
Selomata Mempunyai rongga tubuh
Sesiil Hewan yang daunnya menempel pada substrat atau hanya bergerak sedikit di permukaannya.
Simetri radial Hewan yang mempunyai bagian tubuh yang tersusun melingkar, mempunyai bagian puncak (sisi oral) dan bagian dasar (sisi aboral)
Spinae Dari tulang belakang
Stalks Batang atau tangkai pada crinoidea
Suber Alat hisap pada kaki tabung crinoidea
Suspension feeder Pemakan cairan atau butiran-butiran halus
T
Testa Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat
Triploblastik Mempunyai tiga lapisan kulit, ektoderm, mesoderm, dan endoderm

 

 

 

Campbell, Reece, Michael. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga

Ensiklopedia Hewan (invertabrata). 2008. Jakarta lentera Abadi

Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung : Alphabet

Sitorus, Ronald.2000. Kamus Besar Biologi. Bandung : CV. Pionir Jaya

http://id.wikipedia.org/wiki/Echinodermata diunduh pada 11 Oktober 2012 pukul 14.00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s