ANNELIDA

PENDAHULUAN

 

 

 

  • Latar Belakang

Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata), namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.

Filum Annelida merupakan cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki tubuh memanjang, simetri bilateral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi kutikula, dinding tubuh dilengkapi otot, memiliki prostomium dan sistem sirkulasi, saluran pencernaan lengkap, sistem ekskresi sepasang nefridia di setiap segmen, sistem syaraf tangga tali, sistern respirasi terdapat puda epidermis, reproduksi monoesis atau diesis dan larvanya trokofor atau veliger. Kebanyakan cacing Annelida hidup akuatik di laut dan terestrial di air tawar atau darat.

Cacing-cacing anggota filum ini tubuhnya beruas-ruas, beberapa organ (misalnya pencernaan) membentang sepanjang tubuh, organ yang lain seperti saluran pembuangan, ada di setiap ruas.  Annelida mempunyai rongga tubuh atau coelem, rongga ini tidak saja berisi organ-organ yang terbentuk dari mesoderm tetapi juga dilapisi oleh lapisan mesoderm. Annelida merupakan hewan simetris bilateral, mempunyai sistem peredaran darah yang tertutup dan sistem syaraf yang tersusun seperti tangga tali. Pembuluh darah yang utam membujur sepanjang bagian dorsal sedangkan sistem syaraf terdapat pada bagian ventral. Sistem sirkulasi tertutup terdiri atas suatu jaringan pembuluh yang mengandung darah dengan hemoglobin pembawa oksigen. Pembuluh dorsal dan ventral di hubungkan oleh beberapa pasang pembuluh segmental. Pembuluh dorsal dan lima pasang pembuluh yang melingkarai esofagus cacing tanah adalah pembuluh berotot dan memompa darah melalui sistem sirkulasi. Pembuluh darah kecil sangat banyak pada kulit cacing tanah , yang berfungsi serbagai pernapasannya.

Pada masing-masing segmen cacing tersebut terdapat sepasang tabung ekskretoris yang disebut metanefridia dengan corong bersilia, yang disebut neftrostim yang mengeluarkan buangan dari darah dan cairan selomik. Metanefridia akan bermuara ke pori-pori eksterior, dan buangan metabolisme dikeluarkan melalui pori-pori tersebut. Sepasang ganglian cerebral yang mirip otak terletak diatas dan di depan faring. Serangkaian syaraf berbentuk cincin di sekitar faring berhubungan dengan ganglion subfaring, pangkal dari sepasang tali syaraf yang menyatu terdapat di sepanjang arah posterior. Terdapat bersama-sama dengan tali syaraf ventral ini adalah ganglia bersegmen, yang juga menyatu.

Phylum Annelida dibagi menjadi kelas Polychaeta, Oligochaeta, Archiannelida, dan Hirudinea. pembagian ke dalam kelas terutama didasarkan pada segmentasi tubuh. seta, parapodium, sistem sirkulasi, ada tidaknya batil isap, dan sistem reproduksi. Telah diketemukan 15.000 spesies, yang panjangnya berkisar antara kurang darti 1 mm sampai 3 m pada cacing tanah Australia. Anggota filum Annelida hidup di laut , dan sebagian habitat air tawar, dan tanah lembab. Contoh spesies Annelida yang terkenal adalah cacing tanah (Lumbricus sp.) cacing ini hidup di tanah, makanannya berupa sisa tumbuhan dan hewan. Charles Darwin ahli biologi yang termahsur adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa cacing tanah mempunyai peranan yang penting dalam menggemburkan tanah.  Karena hidup di dalam tanah, cacing ini membuat liang-liang sehingga tanah menjadi berpori dan mudah diolah. Beberapa hewan Annelida akuatik berenang untuk mencari makan, tetapi sebagian besar tinggal di dasar dan bersarang di dalam pasir dan endapan lumpur, cacing tanah tentunya, merupakan pembentuk sarang dalam lubang.

Cacing tanah adalah hewan hemafrodit, tetapi hewan ini melakukan pembuahan silang. Dua cacing tantah kawin dengan cara mengatur diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka dapat mempertukarkan sperma, dan kemudian mereka akan memisah, sel sperma yang diterima disimpan secara tenporer sementara suatu organ khusus, atau klitelum, mensekresikan kepompong yang seperti mukus, kepompong bergeser di sepanjang tubuh cacing dan memungut telur dan kemudian sperma yang tadi disimpan. Kepompong tersebut kemudian lepas dari kepal cacing dan tinggal dalam tanah tersebut dam kemudian embrio dapat berkembang. Beberapa cacing tanah dapat juga bereproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi yang di ikuti dengan regenerasi.

6.2 Ciri-ciri Umum Filum Annelida

Gambar 6.1 Lumbricus sp.

Gambar 6.2 Nereidae sp.

Hewan filum Annelida berasal dari kata latin “annul/annelus = cincin, gelang” dalam bahasa Yunani “eidos = bentuk” yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada ronnga tubuh (coelom), dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh, sistem persyarafan, peredaran darah, dan sistem ekskresinya metamerik. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus), berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung, misalnya) pada somit tertentu. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea), dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa, atau berumah dua (kelas archiannelida dan polychaeta), dengan melalui fase larva trokofor. Hidup di dalam tanah yang lembab, dalam laut dan dalam air. Umumnya annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa bersifat komensal pada hewan akuatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata

  • Sruktur Tubuh
Gambar 6.3 Struktur tubuh Annelida

Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga disebut triploblastik selomata. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen. Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan dilapisi lapisan kutikula. Cacing ini terbagi sesuai dengan ruas-ruas tubuhnya dan satu sama lain dibatasi dengan sekat (septum). Meskipun demikian, antara ruas satu dan lainnya tetap berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yang terkoordinasi.Sistem saraf annelida terdiri dari sebuah otak yang terhubunga dengan serabut saraf ventral, dengan sebuah ganglion di setiap segmen.

Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap termasuk faring, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan. Pengeluaran dengan nefridia di setiap segmen mengumpulkan zat sampah dari coelom dan mengekskresikannya keluar tubuh. Bersegmen, tubular dan memanjang. Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri terdiri dari alat ekskresi (nefridium), lubang reproduksi, otot dan pembuluh darah.

Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. Contoh Annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. Tubuh terbagi menjadi ruas-ruas (segmen) yang sama, baik di bagian dalam dan di bagian luar tubuh, kecuali saluran pencernaan dan sepanjang sumbu anterior-posterior, keadaan demikian disebut metarisma dan masing-masing ruas disebut metamere. Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel.

  • Fisiologi
    • Alat gerak

Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan Annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea). mempunyai parapodia. Tiap segmen terdapat parapodia yang berfungsi untuk lokomosi. Parapodia terdiri dari sejumlah seta, Seta terdiri dari notopodium, neuropodium, acicula & otot yang bekerja untuk berjalan, merangkak, bersembunyi atau berenang.

  • Sistem Respirasi

Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob, O­2 dan CO2 berdifusi via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab.                     Gambar 6.4 Respirasi Annelida

  • Sistem Pencernaan

Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan, mereka mencerna makanannya secara ekstraseluler. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang.

  • Sistem Reproduksi

Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet, memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. Klitelum adalah struktur reproduksi yang mengsekresi cairan dan membentuk kokon tempat deposit telur. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual Annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris) melalui larva trochophore berenang bebas.                              Gambar 6.5 Reproduksi Annelida

  • Sistem Eksresi

Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Nefridia (tunggal – nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. Nefridia = organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar melalui nephridiofor.

  • Sistem Saraf dan Indera

Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. Susunan syaraf terdiri atas anterior, dorsal ganglionic mass, disebut otak. Atau sebuah benang syaraf yang panjang dengan ganglionic swelling dan syaraf lateral pada tiap ruas. Cincin ganglia dihubungkan oleh tali saraf ventral.

  • Sistem Peredaran Darah / Sirkulasi

Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Gambar 6.6 Sistem saraf pada Annelida

  • Habitat dan Ekologi

Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

  • Klasifikasi

Annelida dibagi menjadi lima kelas, yaitu:

  1. Polychaeta (cacing berambut banyak)

Berdasarkan perkembangan anterior dan cara hidup dapat dibedakan menjadi:

  1. Erratia
  2. Sedentaria
  3. Olygochaeta (cacing berambut sedikit)
  4. Lumbricullida
  5. Monoligastrida
  6. Haplotaxida
  7. Hirudinae (tidak punya rambut)
  8. Bangsa Acanthobdellia
  9. Bangsa Rhynchobdellida
  10. Bangsa Gnathobdellia
  11. Bangsa Pharyngobdellida
  12. Archiannelida
  13. Echiuoroidea

6.6.1 Kelas Polychaeta

Polychaeta, dalam bahasa Yunani “poly” = banyak, “chaetae” = rambut kaku, merupakan Annelida berambut banyak. Anggota kelas polychaeta dikenal dengan sebutan umum cacing laut, cacing sikat,cacing ruas. Umumnya hidup di air . Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini pun berperan sebagai alat pernafasan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora. Setae berupa berkas, biasanya ada dua berkas yaitu Notosetae (di bagian dorsal) dan neurosetae (di bagianventral); parapodia menonjol, tipenya bernacam-macam (biramus, uniramus), kadang-kadang tereduksi; prostomium pada umumnya berkembang baik, mempunyai mata dan tentakel, namun sangat termodifikasi pada hewan sedentaria; organ reproduksi pada umumnya diosius; habitat lautan, ada juga yang hidup di lingkungan estuary, beberapa hidup di air tawar atau bahkan terrestrial (di wilayah tropic).

  1. Ciri-ciri polychaeta
  • Tubuh memanjang dan bersegmen
  • Tiap segmen mempunyai parapodia semacam kaki yang bentuknya seperti dayung
  • Tiap parapodia mempunyai seta, kec.segmen terakhir
  • Warna tubuh menarik
  • Respirasi dengan insang
  • Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna, disebut prostomium
  • Pada kepala terdapat mata, antena, sepasang palpus dan mulut di bagian ventral.
  • Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium
  • Ruas terakhir atau pigidium mengandung anus.
  • Habitat: bahari di lautan, hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut

 

  • Struktur Tubuh

Panjang tubuh umumnya kurang dari 10 cm dengan garis tengah 2-10 mm; penghuni kedalaman lau tumumnya hanya mencapai panjang 1 m, walau ada satu jenis yang panjangnya mencapai 3 m (Eunicesp). Warna tubuhnya banyak yang menarik (merah, merah muda, hijau ataupun kombinasi warna-warna). Metamerisme pada umumnya sempurna, dengan tiap segmen silindris identik, kecuali bagian kepala dan ekor.

Gambar 6.7 (a) Polychaeta dengan parapodia

(b) polycaheta dengan segmen tubuh

  1. Fisiologi
    • Alat Gerak

Pergerakan disebabkan oleh perpaduan gerak antar parapodia, otot dinding tubuh & cairan rongga tubuh Gerak undulating mengakibatkan cacing dapat menjalar & berenang dengan cepat.

  • Sistem Respirasi

Bernafas dengan insang. Pertukaran gas via permukaan tubuh juga terjadi. Beberapa jenis tiap ruas terdapat insang, kecuali ujung anterior & posterior . Pada cacing yang mengalami modifikasi, jumlah & letak insang terbatas pada ruas tertentu.

  • Sistem Pencernaan

Cara makan sesuai dengan kebiasaan hidup

  • Raptorial feeder

Avertebrata kecil ditangkap dengan pharink/probosis yang dijulurkan, terdapat rahang kitin

  • Deposit feeder

Menelan pasir & lumpur dalam lorong; bahan organik dicerna & partikel mineral dikeluarkan via anus, atau melalui tentakel cilia yang berlendir

  • Filter feeder

Tidak punya probosis tutup kepala dilengkapi radiola untuk menyaring detritus & plankton.

  • Sistem Reproduksi

Polychaeta dapat bereproduksi dengan dua cara yaitu :

  • Reproduksi Seksual

Seksual via fertilisasi eksterna (ovum & sperma di lepas di air).

Zigot → trokofor → juvenile

  • Reproduksi Aseksual

Pada Cirratulidae, Sabellidae, Spionidae & Syllidae (Tunas/Budding) dari parapodia. Bagian tubuh menjadi dua bagian. Epitoksi (pembentukan individu reproduktif) merupakan fenomena reproduksi khas polychaeta— hewan tampak jadi dua bagian.

  • Saraf dan Indera

Sistem saraf tangga tali. Alat indera utama: mata, “nuchal organ” & statocyst. Mata berkembang baik (errantia), bintik mata/tidak ada (sedentaria). Fungsi mata sebagai fotoreseptor dan kemoreseptor untuk mendeteksi makanan. Sel peraba terdapat diseluruh tubuh, terutama parapodia & kepala.

  • Sistem Ekskresi

Cacing yang tidak mempunyai pembuluh darah: protonefridia solenosit. Cacing yang mempunyai pembuluh darah: metanefridia – Nefrostom: corong bersilia- Nefridial kanal: pembuluh ekskresi- Nefridiophor: lubang ekskresi, bermuara pada neuropodium. Nefridia juga berfungsi sebagai alat osmoregulasi

  • Habitat dan Ekologi

Habitatnya di lautan, Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surutair laut ataupun membentuk tabung. Cara hidupnya yang bersembunyi menyebabkan mereka luput dari pengamatan biasa. Contoh polychaeta yang terkenal : Sabellastarte indica (cacing kipas), Marphysa sanguinea, Eunice viridis (cacing wawo), Lysidice oele (cacing palolo) Nereis virens (kelabang laut).

Gambar 6.8 Sabellastarte indica                     Gambar 6.9 Marphysa sanguinea

Gambar 6.10 Eunice viridis                                   Gambar 6.11 Lysidice oele

Gambar 6.12 Nereis virens

Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan Maluku. Sebagian besar waktu Polychaeta berada dalam bentuk atoke yaitu hewan yang belum masak secara seksual (dewasa). Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Hewan yang sudah dewasa ini disebut epitoke. Epitoke mengandung gamet. Pembuahan terjadi di luar tubuh.

  1. KLASIFIKASI

Kingdom         : AnimaliaPhylum

AnnelidaClass : Polychaeta

Ordo                : Eunicida

Familia : Eunicedae

Genus              : Eunice

Species            : Eunice viridis (Cacing Wawo)

  1. Kelompok Polychaeta

Polychaeta dibagi dalam dua kelompok; Erratia dan Sedentaria. Penggolongan itu didasarkan perkermbangan anterior dan cara hidup hewan dari masing-masing kelompok polycaheta.

  • Erratia

Memiliki sumbu tubuh bersegmen banyak yang serupa (metameri), mempunyai kepala yangditandai sejumlah palpus, antenna, dan siri tentakel. Hewan-hewan itu hidup bergerak bebas dan kuatdan acap kali bersusunan kompleks, yang dapat dijadikan ciri penentu jenis. Jumlah segmen tubuh hewan.

  • Sedentaria

Relatif terbatas dibandingkan dengan Errantia. Anggota badan bagian anterior dapattidak ada, tapi pun dapat ada, yang mirip dengan hewan Errantia. Pada umumnya bagian anterior termodifikasi menjadi lubang mulut yang dikelilingi insang, sedangkan bagian tengah membentuk bagian abdomen yang parapodianya pendek.

Subkelas Sedentaria

Sedentaria memiliki segmen tubuh dan memiliki parapodium yang tidak sama. Sedentaria terbiasa hidup di dalm lumpur. Sedentaaria sudah mmiliki parapodia dan organ saraf yang dapat mereduksi sendiri. Bentuk kepala pada sedentaria mengalami berbagai modifikasi sesuai fungsinya sebagai ciliary feeder. Contohnya Sabella (cacing kipas), struktur dikepalanya berbentuk seperti bulu yang disebut radiola.

Subkelas Errantia

Erratia memiliki segmen tubuh yang sama dari kepala hingga ekor. Parapodianya juga memiliki bentuk yang sama dari bagian depan hingga bagian belakang. Erratia cenderung hidup bebas,pelagis, berjalan dengan cara merayap dan menggali lubang untuk tempat perlindungan dan persembunyian. Seluruh organ indera pada Erratia sudah berkembang dengan baik.contohnya Tomopteis.

Gambar 6.13 Polychaeta erratia              Gambar 6.14 Polychaeta sedentaria

Tabel 6.1 Perbedaan antara sub kelas Erratia dan Sedentaria

Segmen tubuh Jumlahnya banyak terbatas,mungkin terpisah menjadi beberapa bagian.
Pelengkap tubuh jumlahnya beberapa dan terbagi menjadi antenna,tentakel,dll mungkin tidak ada atau beberapa terdapat beberapa pelengkap yang sama
Kebiasaan hidup hidup bebas dan umumnya rakus. Menggali dan soliter
Cara mencari makan biasanya penyaring cairan atau deposit (memakan sedimen).
  1. Peranan Polychaeta

Penting secara ekonomi (+,-):

  1. Sumber protein
  2. Bahan baku obat & industri farmasi
  3. Parasit (cangkang kerang & tiram mutiara, usus ikan)
  4. Budidaya (pakan ikan & komoditi ekspor)
  5. Hiasan akuarium laut

Penting secara ekologi:

  1. Indikator polusi organik ekosistem akuatik
  2. Mata rantai dalam ekosistem
  3. Mendaur-ulang nutrien di alam
  4. Membentuk ekosistem terumbu karang
  5. Hama (penggerek & penempel) badan kapal

6.6.2 Kelas Oligochaeta

Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan Annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1mm sampai dengan 3 m. Habitat cacing ini umumnya di air tawar dan di darat. Tubuhnya bersegmen dengan jumlah yang mencapai 200 segmen. Permukaan tubuhnya dilapisi kitin tipis.

Selain itu, contoh  spesies  dari Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah. Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani). Cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit setae yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan setae. Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara.  Cacing tanah mempunyai bentuk tubuh memanjang, gilig, dengan segementasi Nampak jelas dari luar sebagai lipatan-lipatan kutikula.  Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah. Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah. Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

Klasifikasi

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Annelida

Classis             : Chaetopoda

Ordo                : Oligochaeta

Familia : Lumbricidae

Genus              : Lumbricus                 Gambar 6.15 Pencernaan pada Oligochaeta

Species            : Lumbricus terrestris

(Jasin, 1984: 123)

Sistem pencernaan berupa sebuah tabung lurus mulai dari mulut lalu faring yang kuat dan membengkak (segmen 2-6), esophagus (segemen 6-14), ingluvies (tembolok) yang berdinding tipis (segmen 14-17), lambung tebal (segmen 17-18), kemudian usus halus (segmen 19 sampai segemen terakhir) dan anus.

Gambar 6.16 Respirasi dan Sirkulasi pada Oligochaeta

Sistem respirasi dan sirkulasi, dimana cacing tanah bernapas malaui kutikula yang menutupi seluruh tubuhnya. Pernapasan berlangsung hanya jika kutikula itu basah, itulah sebabnya kelompok cacing ini berlendir. Pembuluh-pwmbuluh kapiler dalam tubuh mengambil oksigen dan melepaskan CO2. Ada juga Oligochaeta yang bernafas dengan menggunankan insang, hal ini terjadi pada Oligochaeta akuatik. Sistem pembuluh darah terdiri dari 2 pembuluh longitudinal utama dan 3 pembuluh longitudinal lainnya yang lebih kecil. Darah mengalir ke depan dlaam pembuluh darah dorsal melalui pasang jantung yang berotot, masing-masing dalam segmen ke7-11, terus ke pembuluh darah ventral setelah itu darah mengalir ke dinding tubuh, lalu kembali lagi ke pembuluh dorsal melalui 3 pembuluh longitudinal yang kecil-kecil itu. Darah cacing tanah berwarna merah. Darah terdiri dari cairan plasma yang mengandung amoebosit, yaitu butiran-butiran yang tidak berwarna.

Sistem pembuangan (ekskresi) berupa tabung nephridia bergulung di setiap segmen dengan dua lubang, dimana tiap segmen disebut dengan metanefridia, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir, metanefridium memiliki dua lubang. Lubang pertama berupa corong, yang disebut nefrostom (bagian anterior) sedangkan lubang yang kedua disebut nefridiofor. Antar dua lubang itu, tabung nephridia membuang zat sampah dari saluran peredaran darah.

Sistem saraf terdiri dari dua tali saraf ventral, yang biasanya menyatu menjadi struktur tunggal, dan tiga sampai empat pasang saraf yang lebih kecil berada pada setiap segmen tubuh, mulai dari segmen ke-4. Di samping itu ada ganglion suprafangeal anterior yang juga disebut “otak” yang terletak dalam segmen ke-3. Korda saraf disekitar faring menghubungkan otak dengan ganglion ventral pertama. Secara umum system saraf Oligochaeta terdiri dari:

  1. Otak (ganglion cerebral)
  2. Dua lobus di atas faring
  3. Dua syaraf penghubung di sekitar faring menuju ke ganglia sub faringeal
  4. Tali syaraf ventral (sepanjang dasar selom kea rah somit anal)
  5. Beberapa syaraf menuju ke prostomium dan daerah mulut
  6. Tali syaraf ventral dalam tiap somit mempunyai ganglion membesar dan memberikan 3 pasang syaraf lateral
  7. Tiap syaraf lateral membentang setengah somit terdiri dari serabut sendsoris dan motoris

Sistem reproduksi cacing tanah bersifat hermaprodit, tetapi tidak terjadi fertilisasi oleh dirinya sendirir (self-fertilizing). Pada Oligochaeta terdapat Klitelium yakni penebalan epidermis, yang berisi semua kelenjar, termasuk kelenjar kelamin. Pada bagian inilah terjadi kopulasi, Klitelium sendiri terdiri atas tiga segmen, di dalamnya terdapat kelenjar yang digunakan untuk membungkus telur menjadi kokon. Prosesnya dimulai dengan adanya 2 pasang testis, masing-masing terletak dalam segmen yang dibungkus oleh vesikula seminalis yang berjumlah 3 pasang. Kopulasi berlangsung di malam hari. Selama kopulasi reseptakulum (kira-kira selama tiga jam), spermatozoa dari ekor cacing dipindahkan ke dalam  reseptakulum seminalis cacing lain. Biasanya terjadi fertilisasi silang. Setelah kopulasi, dua ekor cacing berpisah. Kokom kemudian terbentuk pada masing-masing cacing kira-kira pada klitelium. Setelh kokon menerima telur dari spermatozoa, kemudian cacing menarik kembali kokon belakang dan lubang kokon tertutup. Kokon itu kemudian membungkus zigot-zigot yang terbentuk, dan masing-masing zigot tumbuh menjadi cacing kecil dalam kokon. Setelah tujuh hari kokon yang berisi cacing-cacing kecil itu diletakkan dalam tanah yang lembab. Kokon ini berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api, dan dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Tiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu satu tahun. Cacing dikatakan dewasa apabila berumur 2-3 bulan, ditandai dengan adanya gelang (kitelum) pada tubuh bagian depannya.

Pada Lumbricus segmen ke 32-37 dan segmen ke 10-11 para Pheretima mengalami penebalan kulit atau yang tadi disebut dengan Klitelum (sadel). Alat reproduksi jantan meliputi: testis, vas deferens, seminal vesicle, lubang kelamin (tanpa penis) dan dilengkapi kelenjar prostat dan aksesoris. Sedangkan pada betinanya meliputi: ovarium, oviduk, spermateka dan lubang spermateka (tanpa vagina).

Contoh Oligochaeta yang terkenal adalah cacing tanah, seperti Lumbricus terrestris (Eropa dan Amerika), Pheretima posturna (Asia), Perichaeta (cacing hutan), dan Tubifex (cacing air). Ordo pada Oligochaeta adalah:

  1. Lumbricullida

Ciri-ciri: Gonopore jantan dan testis terletak pada ruas yang sama

Contoh : Lumbriculus

  1. Moniligastrida

Ciri-ciri: Gonopore jantan terletak di belakang ruas yang mengandung testis

Contoh : Moniligaster

  1. Haplotaxida

Ciri-ciri: Gonopore jantan sedikit satu ruas di belakang ruas yang mengandung testis.

Contoh : Chaetogaster

6.6.3 Kelas Hirudinea

Hirudinea merupakan kelas annelida yang memiliki kurang lebih 500 spesies. Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm. Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.

Gambar 6.17 Anatomi Hirudinea

Contoh  spesies Hirudinea parasit adalah Hirudo medicinalis (lintah). Linta mencapai panjang 5-8 cm, pipih dorsoventral, dengan 26 metamer, tetpai dari luar nampak tiap metamer itu mempunyai 2-5 anulasi (cincin yang melingkari tubuh). Pada linta tidak ada setae dan parapodia. Pada sebelah anterior terdapat sebuah penghisap oral, dan pada sebelah posterior ada lagi sebuah kedua penghisap itu untuk menempel pada inang waktu menghisap darah. Mulut mempunyai 3 buah rahang dari kitin yang tersusun dalam segitiga. Tiap rahang tertutup dengan sersi (gigi-gigi kecil seperti pada gergaji). Segmen 9-11 berfungsi sebagai klitelium. Pada Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.

Hirudinae memiliki penyokong tubuh berupa konstruksi tubuh yang padat, jaringan konektif, dan tekanan hidrostatik dari selom. Lokomosi hirudinae dilakukan dengan cara: sucker melekat pada substratà otot sirkuler berkontraksià tubuh memanjang, diameter mengecilà tubuh terjulur ke depanàsucker anterior melekat pada substratàsucker post dilepaskanàotot longitudinal berkontraksi       tubuh memendek, diameter membesarà ujung posterior tertarik ke depan

Klasifiksi:

Kingdom        : Animalia

Phylum           : Annelida

Classis            : Hirudinea

Ordo               : Holoturoidea

Familia           : Hirudoaceae

Genus             : Hirudo

Species           : Hirudo medicinalis

(Jasin, 1984: 131)

Sistem pencernaan  lintah dimulai dari mulut terus ke faring yang berotot (segmen 4-8) dan dikelilingi dengan kelenjar ludah. Kelenjar ini menghasilkan secret yang mengandung bahan anti-koagulasi (mencegah mengentalnya darah). Dari faring terus ke tembolok yang dilengkapi dengan 11 pasang kantung lateral memanjang sampai segmen ke-18. Kantung-kantung yang memanjang itu kemudian bersatu lagi menjadi lambung yang di sebelah dalamnya terdapat lipatan-lipatan spiral internal yang berguna untuk mencerna darah yang mengalir dari tembolok secara berangsur-angsur. Dari lambung saluran digesti melanjut ke usus, rectum, dan berakhir sebagai anus disebelah posterior. Secara singkat urutan makan hirudinae adalah: penghisap anterior à mulut à faring à tembolok à usus à anusà penghisap posterior.

Sistem respirasi dan sirkulasi berlangsung melalui permukaan kulit. Darah yang mengandung hemoglobin mengalir dalam pembuluh-pembuluh longitudinal yang berotot di sebelah lateral tubuh. Di sebelah dorsal dari ventral tubuh juga ada sinus-sinus berdinding tipis yang secara tidak langsung menghubungkan pembuluh-pembuluh longitudinal berotot itu dengan ronga-rongga dalam selom.

Sistem ekskresi dimana setiap segmen dari segmen ke 7-23 berisi nefridia yang berpasangan. Masing-masing nefridia mempunyai ekspnasi berupa vesikula yang berbentuk gelembung dan merupakan muara saluran ekskresi.

Sistem saraf pada lintah sama seperti pada cacing tanah, tetapi pada linta ganglion-ganglion ventralnya lebih jelas, sedangkan ganglion serebral lebih kecil. Linta bermata 10 buah (5 pasang) dan terdapat pada 5 segmen pertama. Pada segmen-segmen selanjutnya terdapat organ-organ sensoris. Organ-organ sensoris ini mampu mendeteksi perubahan warna dengan cepat, bersifat forotaksis, mampu mendeteksi gerakan di sekitarnya, bersifat kemosensitif. Alat indera berupa mata, papilla dan sensila.

Sistem reproduksi dan perkembangbiakan lintah itu hermaprodit dengan beberapa pasang tetstis dan satu pasang ovarium. Untuk reproduksi diperlukan fertilisasi silang. Massa sel sperma (spermatofor) yang telah mengental (aglutinasi) dimasukan ke dalam vagina lintah partenernya melalui penis. Fertilisasi berlangsung secara internal dan pekembangan terjadi dalam kokon serti cacing tanah. Tiap telur yang dibuahi menjadi zigot dan tumbuh menjadi lintah-lintah kecil dalam kokon.

Hirudinae memiliki 4 ordo:

  1. Acanthobdellia

Ciri-ciri: memiliki setae, hanya ada satu marga ditemukan di Finlandia dan Rusia. Tidak punya alat hisappada anterior. Pada segmen 2-4 terdapat 2 pasang setae tiap ruas.

Contoh : Achanthobdella

  1. Gnathobdellia

Ciri-ciri : memiliki alat hisap di anterior maupun posterior. Lintah bergigi 3 buah, mulut lebar, punya tiga pasang rahang yang dapat dijulurkan.

Contoh : Hirudo medicinalis, Haemadipsa

  1. Rhychobdellia

Ciri-ciri : proboscis reversible, mulut kecil di tengah batil isap, hidup di air tawar, tidak punya rahang.

Contoh : Pisciola, Helabdela

  1. Pharyngobdellia

Ciri-ciri : mirip Gnathobdellida, faring tidak bergigi, bermata 6-8 pasang, habitat di air tawar, pemakan larva dan moluska.

Contoh :Erphabdella

6.6.4 Kelas Archiannelida

Kelas Archiannelida merupakan cacing primitif, Annelida laut yang kecil tidak mempunyai setae, tidak mempunyai parapoda. Ruas-ruas tubuhnya tak dapat dibedakan dari luar. Prostomiumnya mempunyai sepasang tentakel, pada sisi prostomium terdapat celah berbulu getar sebagai alat pengindera. Lubang mulutnya terletak dibagian bawah dari ruas pertama dan lubang anusnya di ruas terakhir. Sepasang celah berbulu getar masing-masing di sisi prostomium. Rongga tubuh terbagi-bagi menjadi ruang-ruang oleh sekat-sekat. Alat-alat dalam diulang-ulang keberadaannya sehingga hamper setiap tuas memiliki rongga tubuh, otot longitudinal, sepasang nefridia, sepasang gonad, satu bagian dari saluran pencernaan dan bagian dari benang saraf ventral.

Anggota-anggota kelas ini hidup di laut, struktur tubuh masih sederhana. Bersifat diesius atau hermafrodit. Contoh spesiesnya adalah Polygordius sp. Dimana hewan ini hidup disepanjang pantai, bentuknya menyerupai larva poliketa yang primitive atau sebagai poliketa yang telah mengalami degenerasi. Bentuknya seperti benang dngan panajng 100 mm, dan penampang dengan radius kira-kira 1 mm, dari luar somit (segmen) tidak nampak jelas. Prostomium dengan 2 buah tentakel perasa. Alat-alat tubuh dalam seperti pada polikata umumnya, tetapi lebih sederhana. Selom dibagi ke dalam kompartemen-kompartemen, tiap kompartemen dilengkapi dengan sepansang nefridia. Sistem saraf terletak dalam epidermis. Perkembangan-biakan Polygordius mencakup Larva berbentuk trokofor, somit-somit terbentuk di bagian posterior selama proses metemorfosis. Dewasanya tubuh melalui perpanjangan ujung anus. Perpanjangn menjadi beruas-ruas dan dengan pertumbuhan yang berkelanjutan akhirnya menjadi hewan dewasa.

  • Ciri Archiannelida

Memiliki cangkang kapur (shell), simetri bilateral, tidak beruas, sebagian besar berbulu getar dengan kelenjar lender, Tidak mempunyai parapodia & seta. Bagian kepala membesar (kec. Scaphopoda dan Pelecypoda). Kaki berotot sebagai alat merayap, meliang atau berenang.

  • Struktur Tubuh dan Fisiologi

Memiliki gigi dan saluran pencernaan lengkap, Respirasi yang terjadi pada Memiliki jantung dengan dua bagian, aorta dan pembuluh, Respirasi dengan insang (ctenidium), paru pada rongga mantel, mantel atau oleh epidermis, Ekskresi oleh ginjal (nefridia), Memiliki sistem syaraf (ganglia), bintik mata atau mata majemuk, statosista untuk keseimbangan. Kelamin terpisah atau hermaprodit (protandri), Tiap segmen mengandung sepasang nefridium, somit hanya di bagian posterior saat metamorfosis, larva trokofor. Yang termasuk ke dalam kelas Archiannelida yaitu Polygardius, panjang tubuh 30-100 mm, tubuh langsing, somit tidak jelas dari luar. Prostomium dengan dua tentakel sensori, Organ interna mirip polychaeta tapi lebih sederhana.

6.6.5 Kelas Euchiroidea

  • Ciri-ciri, Struktur dan Fisiologi:

Kelompok yang mempunyai bekas peruasan pada hewan dewasa (cacing senduk). Berbentuk silindris, tidak beruas, dinding tubuh tipis dan penuh cairan dalam rongga tubuh, memiliki prestomium (belalai). Memiliki mulut, usus dan anus. Habitat di dasar lumpur atau pasir di bawah garis pasang surut, membuat liang berbentuk ‘U’. Hidup secara komensalisme dengan beberapa jenis hewan dalam lubang yang sama.

6.7 Peranan Annelida

Annelida merupakan hewan tripoblastik selomata, karena sudah memiliki coelom. Annelida hidup secara bebas, tetapi ada juga yang parasit pada hewan vertebrata seperti manusia. Anelida ada yangbersifat merugikan dan menguntungkan, namun sebagian besar Annelida bersifat menguntungkan bahkan ada yang dapat dijadikan sebagai bahan konsumsi di beberapa daerah, contohnya: cacing wawo ( Lysidice oele ), dan cacing palolo (Eunice viridis). Kedua cacing tersebut biasa dikonsumsi oleh manusia di beberapa tempat di Indonesia. Selain itu, beberapa contoh spesies Annelida yang menguntungkan antara lain : Lumbricus rubella yang memegang peranan penting bagi agroekosistem, cacing tersebut memproses sampah tanaman dan mengubahnya menjadi permukaan tanah sehingga kaya nutrisi. Cacing tersebut juga berperan sebagai dekomposer dan menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif dan enzim-enzim penghancur benda mati sehingga tidak mengherankan jika cacing dijadikan bahan pengobatan contohnya untuk typhus dan bahan pembuat kosmetik. Selain itu ada juga spesies yang biasa digunakan dalam ilmu kedokteran yaitu Hirudo medicinalis.

RINGKASAN

Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga disebut triploblastik selomata. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen. Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan dilapisi lapisan kutikula.

Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob, O­2 dan CO2 berdifusi via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan, mereka mencerna makanannya secara ekstraseluler. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus. Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet, memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup.

Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.

SOAL LATIHAN
  1. Jelaskanlah secara singkat mengenai struktur tubuh annelida !
  2. Sebutkan contoh dari kelas Polychaeta (minimal 2) !
  3. Terbagi menjadi berapa sub kelaskah kelas Oligocaheta. Jelaskan!
  4. Hirudo medicinalismerupakan contoh hewan dari kelas?
  5. Apakah yang dimaksud dengan erratia dan sedentaria pada polychaeta?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GLOSARIUM

 

 

 

C
Coelem Rongga tubuh
D
Darah

 

Subtansi cair yang mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan
Dioesus System reproduksi dengan menggunaka 2 alat kelamin pada satu tubuh (berumah dua)
F
Fotoreseptor Reseptor yang berfungsi menerima rangsangan cahaya
G
Ganglia Seperti kantong yang merupakan pembesaran dari jaringan saraf, membentuk “otak”
H
Hermaphrodit Berkelamin ganda
K
Klitelium Struktur reproduksi yang menyekresikan cairan dan membentuk kokon tempat deposit telur
Kutikula Lapisan keras yang melindungi tubuh baguan luar ; biasanya beupa zat kapur
L
Lengkung aorta Lima tabung seperti jantung yang memompa darah ke dalam dua tabung utama sepanjang tubuh
M
Metameric Ruang pada anggota tubuh pada annelida yang berisi organ-organ vital
Metanefridi Sepasang corong bersilia pada annelida yang berfungsi sebagai alat ekskresi
Monoesus System reproduksi dengan hanya menggunakan satu alat kelamin (berumah satu)
N
Nefridia Organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan
Nephridiophore Organ dalam segmen yang mengeluarkan cairan
P
Parapodia Alat gerak pada annelida yang menyerupai kipas
Periosteum selaput tulang terluar, terdiri dari jaringan ikat.
S
Septa Sekat pada tubuh annelida
T
Tali saraf Sel-sel yang memanjang tubuh & mengandung impuls-impuls sara
Triploblastic selomata Memiliki 3 rongga tubuh yang sudah sempurna (ectoderm, mesoderm dan endoderm)
Triploblastic Hewan dengan anggota tubuh yang sudah sempurna
Trokofor Larva bersilia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

Akhyar,M. Salman. 2004. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Juwana,Sri.2007.Biologi Laut;Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut.Djambatan.Jakarta

Kastawi, Yusuf.dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang.

Oemarjati, Boen S dan Wisnu Wardhana. 1990. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum    Laboratorium. UI Press: Jakarta.

Rusyana,adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek ). Bandung.Alfabeta

Tim Ganesha Operation. 2004. Instan Biologi SMA.Erlangga: Jakarta.

http://dc357.4shared.com/doc/syVneWa5/preview.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29354/4/Chapter%20II.pdf

http://rhurablog.blogspot.com/2011/04/filum-annelida.html

http://www.infoplease.com/ce6/sci/A0856627.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s