laporan anatomi dan morfologi tumbuhan (anatomi biji buah dan bunga)

  1. Tujuan : Mendeskripsikan anatomi Biji beberapa tumbuhan

Mendeskripsikan anatomi Buah beberapa tumbuhan

Mendeskripsikan anatomi Bunga beberapa tumbuhan

  1. Landasan Teori :

Akar, batang, daun,serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan-bahan yang diserap menjadi bahan-bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupanya : pernafasan, pertumbuhan, dll) tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetatif.

Sebelum tumbuhan mati, biasannya olehnya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Salah satu alat perkembangbiakan pada tumbuhan yakni dengan perkembangbiakan generatif yang mana nantinya akan dihasilkan alat perkembangbiakan atau bias juga disebut bunga. Dan dari bunga nantinya akan dihasilkan suatu organ yang berupa buah sebagai hasil dari bunga yang tadi. Dalam buah sendiri terdapat biji sebagai inti dari buah yang mana ini nantinya akan berguna sebagai bakal calon tanaman baru. Sehingga menarik sekali dalam mempelajari tentang struktur dari buah dan biji ini untuk kita jadikan sebagai panduan dalam memperbanyak tanaman melalui biji.

2.1 BUAH (Fructus)

Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu :

  1. Buah semu atau buah tertutup, yaitu buah terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain bunga, yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat, dapat dimakan), sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
  2. buah sungguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti(Gembong.1985).

Penggolongan Buah Semu.

Buah semu dapat dibedakan atas :

  1. buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
  2. buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi di samping itu ada bagian lain pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan  merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
  3. buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi   seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka  (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini(Gembong.1985:161).

Penggolongan Buah Sejati (Buah Sungguh).

Buah sejati pertama-tama dibedakan terlebih dahulu dalam 3 golongan, yaitu :

  1. buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan, misalnya :

– buah mangga (Mangifera indica L.), mempunyai satu ruang dengan satu biji,

– buah pepaya (Carica papaya L.), terjadi dari beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak biji,

– buah durian (Durio zibethinus Murr.), yang terdiri atas beberapa daun buah, mempunyai beberapa ruang, dalam tiap ruangnya terdapat beberapa biji.

  1. buah sejati ganda, terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi satu buah, misalnya pada cempaka (Michelia champaka Bail.).
  2. buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya tampak seperti buah saja, misalnya pada pandan (Pandanus tectorius Sol.) (Rifai,1976).

 

Buah Sejati Tunggal.

Buah sejati tunggal dapat dibedakan lagi dalam dua golongan, yaitu :

  1. buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering, misalnya buah kacang tanah (Arachis hypogoea L.), padi (Oryza sativa L.), dll.
  2. buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus), ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Dinding buah seringkali dengan jelas dapat dibedakan dalam tiga lapisan yaitu :

kulit luar (exocarpium atau epicarpium), lapisan tipis, tetapi kuat atau kaku seperti kulit dengan permukaan yang licin(Rifai,1976).

kulit tengah (mesocarpium) biasanya tebal berdaging atau berserabut, dan jika lapisan ini dapat dimakan, maka lapisan inilah yang dinamakan daging buah

(sarcocarpium), misalnya pada mangga (Mangifera indica).

kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandung

bijinya, cukup tebal dan keras misalnya pada kenari (Canarium commune L.), kelapa (Cococ nucifera L.) (Rifai,1976).

Buah Sejati Ganda.

Buah sejati ganda adalah buah yang terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masingmasing  bebas, dan kemudian tumbuh menjadi buah sejati, tetapi kesemuanya tetap berkumpul pada satu tangkai. Menurut sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati ganda dapat dibedakan dalam :

  1. buah kurung ganda, misalnya pada mawar (Rosa hybrida Hort.), dalam badan yang berasal dari dasar bunganya yang berbentuk periuk terdapat banyak buah-buah kurung.
  2. buah batu ganda. Pada jenis-jenis rubus (Rubus fraxinifolius Poir.).bunga banyak bakal buah, yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.
  3. buah bumbung ganda, berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung, terdapat a.l. pada pohon cempaka (Michelia champaka L.).
  4. buah buni ganda, seperti di atas, tetapi bakal buah berubah menjadi buah buni, misalnya srikaya (Annona squamosa L.) (Rifai,1976:159).

Buah Sejati Majemuk.

Sama halnya dengan buah sejati ganda, buah sejati majemuk dapat dibedakan atas :

  1. buah buni majemuk, jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buah buni, misalnya pada nenas (Ananas comosus Merr.). Pada buah nenas pada pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-daun pelindung dan daun-daun tenda bunga sehingga keseluruhannya nampak sebagai satu buah saja.
  2. buah batu majemuk, misalnya terdapat pada pandan (Pandanus tectorius Sol.). Pada pandan rangkaian bunga betinanya setelah mengalami penyerbukan, berubah menjadi buah batu majemuk, yang masih kelihatan sebelah luarnya. Bahwa kelompokan buah itu adalah kumpulan banyak buah.
  3. buah kurung majemuk, misalnya pada bunga matahari (Helianthus annus L.). Bunga tumbuhan ini terdiri atas bunga-bunga mandul di tepi dan bunga yang subur di tengah. Dan karena tiap bunga yang subur itu setelah penyerbukan pembuahan berubah menjadi sebuah buah kurung, maka seluruh bunga akan berubah menjadi suatu buah kurung majemuk(Rifai,1976).

BIJI (Semen)

Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut talu pusat (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali pusat dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusat umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja. Salut biji ada yang :

– Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian (Durio zibethinus Murr), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.). dll.

– Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan lainnya, antara lain sebagai bahan obat(Rifai,1976).

Bagian-bagian biji dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Kulit Biji (spermodermis)
  2. Kulit pusar (funiculus)
  3. Inti biji atai isi biji (nucleus seminis)

Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya : Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis) (Rifai,1976).

KULIT BIJI (Spermodermis)

Kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri aras dua lapisan, yaitu :

  1. Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
  2. Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga kulit ari.

Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar.Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja. Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan(Hariana.2005) :

  1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
  2. Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu,  menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.
  3. Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada inti biji Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian lain, misalnya(Mulyani.2006):
  4. Sayap (ala), alat tambahan berupa sayap pada kulit luar biji, dan dengan demikian biji mudah dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor (Moringa oleifera Lamk).
  5. Bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut yang halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis gigantean Dryand).
  6. Salut biji (arillus), yang biasanya berasal dari pertumbuhan tali pusar, misalnya pada biji durian (Durio zibethinus Murr), dll.
  7. Salut Biji semu (arillodium), seperti salu biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar. Melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya adalah suatu salut biji semu.
  8. Pusar biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas perlekatan dengan tali pusar, biasanya kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Dll.
  9. Liang biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang berasal dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, maka disebut salut biji semu (arillodium).
  10. Bekas-bekas pembuluh pengangkutan (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
  11. Tulang biji (raphe), yaitu tali pusar pada biji, biasanya hanya kelihatan pada biji yang berasal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus), dan pada biji biasanya tak begitu jelas lagi, masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L) (Hariana.2005).

Tali Pusar (Funiculus)

Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji) (Hariana.2005:56).

Inti Biji (Nucleus Seminis)

Inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji.

  1.  Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu baru,
  2. Putih Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri(Hariana.2005).
  • Alat, Bahan, Cara Kerja
  1. Alat :
  • Mikroskop
  • Cover Glass
  • Glass Object
  • Gabus kayu
  • Tissue gulung
  • Silet
  • Tusuk gigi
  1. Bahan :
  • Buah Jeruk
  • Bunga Kembang Sepatu
  • Meinjo
  • Jagung
  • Kembang Merak
  • Air
  1. Cara Kerja :

 

  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Potonglah bahan yang telah disedikan secara melintang atau membujur setipis mungkin
  3. Letakkan bahan tersebut di atas glass object dengan bantuan tusuk gigi
  4. Berilih sedikit air untuk menutupi bahan
  5. Tutuplah menggunakan cover glass dengan sudut kemiringan 450
  6. Letakkan preparat tersebut di meja specimen pada mikroskop
  7. Amati bagian-bagian dan tulislah di dalam hasil pengamatan,
  8. Hasil Pengamatan

Kelopak Bunga Sepatu
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Magnoliophyta

Kelas              :Magnoliopsida

Ordo               :Malvaves

Famila            :Malvaceae

Genus                        :Hibiscus

Spesies          :Hibiscus rosa-sinensis L.

 

Keterangan

Mahkota Bunga Sepatu
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Magnoliophyta

Kelas              :Magnoliopsida

Ordo               :Malvaves

Famila            :Malvaceae

Genus                        :Hibiscus

Spesies          :Hibiscus rosa-sinensis L.

 

Keterangan

Kulit Jeruk
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Magnoliophyta

Kelas              :Magnoliopsida

Ordo               :Sapindales

Famila            :Rutaceae

Genus                        :Citrus

Spesies          :Citrus Sinensis

 

Keterangan

Bulir Jeruk
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

 

Melinjo
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Magnoliophyta

Kelas              :Magnoliopsida

Ordo               :Sapindales

Famila            :Rutaceae

Genus                        :Citrus

Spesies          :Citrus Sinensis

 

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Gnetophyta

Kelas              :Gnetopsida

Ordo               :Gnetales

Famila            :Gnetaceae

Genus                        :Gnetum

Spesies          :Gnetum Gnemon L.

 

Keterangan

 

Biji Jagung ( Zea Mays )
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Angiospermae

Kelas              :Monocotyledon

Ordo               :Poales

Famila            :Poaceae/Gramineae

Genus                        :Zea

Spesies          :Zea mays

 

Keterangan

  1. Lapisan Biji
  2. Epidermis
  3. Endodermis

Ovarium Kembang Merak
Perbesaran : 10 x 10/ 0,25

Penampang :

Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom        :Plantae

Divisio                        :Magnoliophyta

Kelas              :Magnoliopsida

Ordo               :Fabales

Famila            :Caesalpiniaceae

Genus                        :Caesalpinia

Spesies          :Caesalpinia pulcherrima

 

Keterangan

BAB V

PEMBAHASAN

 

  1. Buah melinjo (Gnetum gnemon)

Pada pengamatan terhadap buah melinjo terlihat bahwa buah melinjo termasuk buah semu tunggal, bagian buahnya meliputi tangkai buah, biji buah, kulit buah, bagian bijinya meliputi kulit biji, lembaga biji.

Melinjo (Gnetum gnemon L.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (GymMelinjo merupakan tumbuhan tahunan berbentuk pohon yang berumah dua (dioecious, ada individu jantan dan betina). Melinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging.nospermae) berbentuk pohon (Darjanto.1982).

  1. Buah jeruk (Citrus Sinensis)

Pada pengamatan terhadap buah jeruk terlihat bahwa buah jeruk  termasuk buah sungguh tunggal yang berdaging, bagian buahnya meliputi tangkai buah,daging buah (albedo), kulit buah (flaredo) dan lapisan yang menyelimuti daging buah, bagian bijinya meliputi kulit biji, lembaga biji dan radikula.

Pada buah jeruk terdapat lapisan kuar yang kaku, menjangat dan mengandung banyak kelenjar ninyak astiri, yang mulu-mula berwarna hijau tetapi jika buah masak warnanya berubah menjadi kuning atau jingga, lapisan ini disebut flavedo. Lapisan tenga yang bersifat seperti sepon terdiri atas jaringa bunga karang yang biasanya berwarna putih, dinamakan albedo(Juliana.2007).

  1. Jagung (Zea mays)

Pada pengamatan terhadap jagung terlihat bahwa jagung termasuk buah sungguh tunggal satu biji, terdapat lapisan kulit buah tipis, bagian bijinya, kotiledon/putih lembaga luar,dan putih lembaga dalam. Buah ini biasa disebut buah sejati tunggal yang kering (buah padi).

Keterangan diatas diperkuat oleh Tjitrosoepomo (1985), yang menyatakan bahwa yang dinamakan buah padi yaitu buah yang berdinding tipis, mengandung satu biji, dan kulit buah berlekatan denagn kulit biji, sedang kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan bijinya. Pada  buah yang demikian ini misalnya padi (Oriza sativa), jagung (Zea mays). Biji jagung tersusun atas bagian lembaga dasar dan putih lembaga dalam.

 

 

BAB VI

PENUTUP

6.1 KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan pada praktikum buah (fructus) dan biji (semen) ini dapat kami tarik kesimpulan bahwa :

  1. Buah jeruk (citrus maaxima merr): Termasuk buah sungguh tunggal yang berdaging, bagian buahnya meliputi tangkai buah,daging buah (albedo), kulit buah (flaredo) dan lapisan yang menyelimuti daging buah, bagian bijinya meliputi kulit biji, lembaga biji dan radikula.
  2. Melinjo (Gnetum gnemon L.): Termasuk buah semu tunggal, bagian buahnya meliputi tangkai buah, biji buah, kulit buah, bagian bijinya meliputi kulit biji, lembaga biji.
  3. Jagung (zea mays): Termasuk buah sungguh tunggal satu biji, terdapat lapisan kulit buah tipis, bagian bijinya, kotiledon/putih lembaga luar,dan putih lembaga dalam.

DAFTAR PUSTAKA

 

Darjanto, usih Satifah. 1982. Pengetahuan Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta: Gramedia.

Hariana, Arif.2005.Tumbuhan Obat dan Khasiatnya.Depok enebar Swadaya.

Juliana.2007. Tanaman Obat. Semarang : pustaka utama.

Mulyani, Sri dan Didik Gunawan. 2006. Ramuan Tradisional untuk Penderita Asma. Jakarta: PT. Penebar Swadaya

Rifa’I.1976. Keanekaragaman Tumbuhan.Malang: UM press.

Tjitrosoepomo, Gembong, 1984. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM Press

Sudarnadi, H. (1996).Tumbuhan Monokotil. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s