Ditemukan Gen ‘Asing’ Pada Manusia Dan Hewan

Analisa ilmuwan kali ini cukup mengejutkan, mereka menyatakan beberapa hewan bahkan termasuk manusia, memiliki gen aneh atau gen ‘asing’. Gen ini diduga terdapat dan berkembang pada mikroorganisme yang pernah hidup dilingkungan zaman kuno.  Menurut ilmuwan bahwa analisis ini mungkin jauh dari pandangan sebenarnya tentang HGT pada hewan, dan HGT langsung antara organisme multisel yang kompleks juga masuk akal, proses ini sudah dikenal umum dalam hubungan parasit.
Studi ini cukup menjelaskan, dimana ilmuwan mempublikasikan analisis dalam jurnal Genome Biology. Analisa ini menantang pandangan konvensional bahwa evolusi hewan hanya mengandalkan gen yang diwariskan melalui jalur leluhur. Tetapi disini justru menunjukkan, bahwa setidaknya proses tersebut masih berlangsung dalam beberapa garis keturunan.

Studi HGT, Temuan Puluhan Gen Asing

Penelitian ini memiliki dampak potensial lebih umum terhadap Genom Sequencing, proyek genom sering mengeluarkan urutan bakteri dari hasil asumsi yang menyatakan adanya kontaminasi. Sementara analisis kontaminasi sangat diperlukan, tidak boleh mengabaikan potensi urutan bakteri menjadi bagian asli pada genom hewan berasal dari HGT.
Menurut analisa, transfer gen antara organisme yang hidup di lingkungan yang sama dikenal sebagai transfer gen horizontal atau HGT (Horizontal Gene Transfer). Situasi ini dikenal dalam organisme bersel tunggal dan dianggap sebagai proses penting yang menjelaskan seberapa cepat bakteri berkembang, contohnya resistensi terhadap antibiotik.
DNA Template, gen asing
Dalam hal ini, ilmuwan berpendapat bahwa HGT diduga berperan penting dalam evolusi beberapa hewan, termasuk cacing Nematoda yang telah menerima gen dari mikroorganisme dan tanaman. Begitupula beberapa kumbang yang menerima gen bakteri yang menghasilkan enzim untuk mencerna buah kopi.

Tetapi gagasan HGT terjadi pada hewan dan yang lebih kompleks seperti pada manusia, bukan semata-mata mendapatkan gen langsung dari nenek moyang dimana sebelumnya hal ini telah diperdebatkan kalangan ilmuwan.

Menurut Alastair Crisp dari University of Cambridge-Inggris, analisa ini merupakan studi pertama yang menunjukkan seberapa luas transfer gen horizontal terjadi pada hewan, termasuk manusia. Sehingga situasi ini telah menimbulkan puluhan atau ratusan gen ‘asing’ yang masih aktif. Tetapi yang paling aneh, HGT telah memberikan kontribusi terhadap evolusi, bahkan mungkin saja terjadi pada semua hewan dimana proses ini terus berlangsung. Dengan kata lain, ilmuwan mungkin perlu mengevaluasi kembali bagaimana pandangan baru pengetahuan genetik dan yang mempengaruhi evolusi.
Ilmuwan mempelajari genom yang diperoleh dari 12 spesies Drosophila atau lalat buah, empat spesies cacing Nematoda dan 10 spesies primata termasuk manusia. Mereka menghitung seberapa jauh gen sejalan dengan gen yang sama (pada spesies lain) untuk memperkirakan seberapa besar kemungkinan mereka berubah menjadi gen ‘asing’ di awal perkembangan.
Dengan membandingkan dengan kelompok lain pada spesies, ilmuwan memperkirakan berapa lama gen yang mungkin telah diperoleh. Beberapa gen diantaranya termasuk gen golongan darah ABO, dikonfirmasi telah diakuisisi oleh vertebrata melalui HGT. Sebagian besar gen lain berkaitan dengan enzim yang terlibat dalam metabolisme.

Bukti pada manusia mengkonfirmasi 17 gen yang sebelumnya tercatat berasal dari HGT, dan mengidentifikasi 128 gen asing tambahan dalam genom manusia yang sebelumnya tidak tercatat.

Beberapa gen diduga terlibat dalam metabolisme lipid, termasuk pemecah asam lemak dan pembentukan Glikolipid. Yang lainnya terkait dengan respon imun termasuk respon inflamasi, sel kekebalan tubuh dan Antimikroba. Sedangkan kategori gen lebih lanjut termasuk metabolisme asam amino, protein dan modifikasi aktivitas antioksidan.
Tim ilmuwan mengidentifikasi kelas kemungkinan asal mula transfer organisme gen. Diantaranya bakteri dan protista, kelas lain mikroorganisme yang merupakan pendonor paling umum disemua spesies yang telah dipelajari. Mereka juga mengidentifikasi HGT pada virus yang diduga telah menyebarkan lebih dari 50 gen asing pada primata.
Beberapa gen diidentifikasi berasal dari jamur, dugaan ini menjelaskan penelitian sebelumnya yang hanya terfokus pada bakteri sebagai sumber HGT. Dimana awalnya ilmuwan menolak gagasan bahwa gen ini adalah ‘asing’. Mayoritas HGT ditemukan pada primata kuno, hal ini terkadang terjadi antara nenek moyang Chordata dan nenek moyang primata.

Referensi

Some genes ‘foreign’ in origin and not from our ancestors, 12 March 2015, by BioMed Central via EurekAlert. T7 RNA polymerase (blue) producing a mRNA (green) from a DNA template, image courtesy of Wikimedia Commons.
Journal Ref: Expression of multiple horizontally acquired genes is a hallmark of both vertebrate and invertebrate genomes. Genome Biology, 2015; 16 (1) DOI: 10.1186/s13059-015-0607-3

Paradigma pendidikan

Pengertian paradigma pendidikan

paradigma secara etimologis berasal dari Bahasa inggris paradigm yang berarti type of something, model, pattern (bentuk sesuatu model, pola). Menurut plato kata paradigma dalam repunlicnya dengan arti “ a baste foemencimpasing your entire desting”  yang berarti suatu yag diciptakan untuk suatu sebab, sedang secara terminology berarti  a total view of problem ; a total outlook, not just a problem in isolating. Paradigma adalah cara pandang atau cara pikir tentang sesuatu.

Hakikat penelitian pendidikan

Suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, pengumpulan data analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, eksperimental atau non ekperimental, interaktif atau non interaktif. Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalui berbagai uji coba sehingga memiliki prosedur baku

Pengertian masalah

Kesenjangan, antara apa yang seharusnnya dengan apa yang ada dalam kennyataan sekarang, kesenjangantersebut dapat mengacu ke ilmu pengetahuan dan tekhnologi, penelitian diharapkan mampu mengantisipasi kesenjangan-kesenjangan tersebut.

Macam macam penelitian

  1. Pengertian historis = suatu penelitian untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memferikasi, secara mensistematis bukti-bukti untuk menegakan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat
  2. Penelitian deskriptif= suatu penelitian untuk meneliti status kelompok manusia, suatu objek suatu set kondisi, suatu system pemikiran atau suatu kelas peristiawa masa sekarang.
  3. Penelitian kasus = penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.
  4. Penelitian korelasional = suatu penelitian untuk mendeteksi seberapa jauh variasi-variaasi atau perbedaan-perbedaan pada suatu variable atau lebih berkaitan dengan variable lain berdasarkan pada koefisien korelasi.
  5. Penelitian kausal-komparatif = suatu penelitian yang menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada serta mencari kembali factor yang mungkin terjadi penyebab melalui data tertentu.
  6. Penelitian eksperimental-sungguhan= suatu penelitian yang menyelidiki pengaruh suatu perlakuan terhadap suatu variable
  7. Penelitian eksperimental-semu = suatu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dengan eksperien yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasi semua varibel relevan.
  8. Penelitian tindakan = suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama peneliti dan pembuat kepputusan tantang variable-variabel atau masalah-masalah yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.

Safety and health in laboratory

Safety and health in laboratory

The laboratory is a workplace to conduct scientific research. The laboratory is also used as a means of experiments for student is a supportive done in class. Chemistry laboratory as a means of chemistry laboratory course can not be separated from the chemicals and laboratory activities that require the attention of safety.

In carrying out students activities in the chemistry laboratory, must be considered regarding safety. Chemistry laboratories should be sought is a safe place to work and free from fears of accidents. The student and laboratory officer jointly responsible for administering occupational health and safety in the laboratory, in order to do experiments effectively and efficiently.

  • Chemical safety guidelines data

The term for data guidelines for chemicals that are used internationally is the material safety data sheets (MSDS). In the MSDS guidelines, there are four signs that must be considered. Blue columns indicate the level of a chemical hazard to health. Red columns indicate the level of a chemical hazard to the  fire. Yellow columns showed level chemical reactivity. White columns is a special sign for some chemicals.

  • First aid in the laboratory

Accidents in the laboratory are not expected to occur even if the pattern has been applied to K3. Therefore, in doing laboratory work, students and officers need to have knowledge about the steps to the taken in case of accidents. First aid (P3K) is knowledge that must be possessed by every students as the prevention of accidents are more severe impact before getting intensive treatment from the doctor.

Here are some kinds of accidents in the laboratory and handling./

  1. Burn

If the body burns due to heat, basting with livertran ointments, butter of pikrat 3% acid aolution. If the wound is large enough flush with 1% bicarbonate solution and immediately the it to the nearest clinic.

  1. Skin exposed to concentrated acid

If the skin is exposed to splashing sulfuric acid, or nitric acid, immedialety wiped with tissue paper and than wash with water and sodium bicarbonate. Drain and spread with ointment livertran.

  1. skin exposed to string base

immediately wash with tap water that much, then with 1% acetic acid solution and rinse again with water. After dry rubbing with ointment livertran.

  1. Skin exposed to bromine water

Immediately wash with benzene and basting with the glycerine. After a while washing the rest of Glycerin with water and spread with ointment livertran.

  1. Skin exposed to organic substances

If the skin is exposed to the corrosive organic substance, wash it with alcohol, then wash again using soap and warm water.

  1. Eyes affected by acid/base
  2. If dilute acid, wash the eye with a solution of sodium bicarbonate 1% using eye wash equipment.
  3. If a concentrated acid, first wash with water as much as possible, then wash with a solution of sodium bicarbonate 1%.
  4. If the eyes exposed to alkali, washing with water and 1% boric acid solution.
  5. Solids, liquids, and toxic gases
  6. If the toxic substances into the month but not swallowed. Substance is released immediately and rinse with water as much as possible.
  7. If the acid solution ingested, immediately drink water as much as possible. Then drink water slurry of lime or magnesia and pure milk. If a strong base which is swallowed, immediately drink as much as possible, then drank a solution of diluted vinegar, lemo juice, lactic acid, after that drink whole milk.
  8. Arsenic of mercury compounds are swallowed, promptly drink salt solution made by dissolving one teaspoon of salt in a glass of water.

STANDARISASI LABOLATORIUM PENDIDIKAN

SISTEM BILANGAN RIIL

A.      Sistem Bilangan Riil

Sistem bilangan merupakan dasar matematika. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. Sistem bilangan riil adalah himpunan bilangan riil dan operasi aljabar yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Biasanya bilangan riil dilambangkan dengan R. secara skematis  dapat ditunjukkan pada bagan berikut ini.

Bilangan Riil (R)
Bilangan Irrasional (H)
Bilangan Rasional (Q)
Bilangan Bulat (B)
Bilangan Pecahan
Bilangan Desimal Berulang
Bilangan Desimal Terbatas
Bilangan Negatif
Bilangan Cacah (C)
Bilangan Nol
Bilangan Asli (A)
Bilangan Kompleks
Bilangan Imajiner

·           Bilangan asli                   :

·           Bilangan cacah               :

·           Bilangan bulat                :

·           Bilangan rasional

Bilangan rasional adalah bilangan yang mempunyai bentuk  atau bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk , dimana p dan q adalah anggota bilangan bulat dan .

Contoh

Buktikan bahwa bilangan-bilangan berikut :

a.         0,333…

b.        0,123123…

c.         2,5858…

adalah bilangan rasional!

Bukti!

a.

(lakukan hal yang sama untuk point b dan c)

Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat . seperti .

·      Bilangan Irrasional

Bilangan irrasional adalah bilangan-bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat.

Contoh :

Bilangan  adalah bilangan irrasional.

·      Bilangan Riil

-3

-1
0
1,5
2,5
Gabungan bilangan rasional dengan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut bilangan riil dan dinotasikan dengan R. Garis bilangan riil adalah tempat kedudukan titik-titik yang menunjukkan suatu bilangan riil tertentu yang tersusun secara terurut. Perhatikan garis bilangan riil berikut :

·      Bilangan Imajiner

Bilangan kompleks yang bukan bilangan riil disebut bilangan imajiner. Jadi bilangan imajiner berbentuk  dengan .

Contoh :    dsb.

·      Bilangan Kompleks

Kuadrat suatu bilangan riil selalu tidak negatif. Oleh karena itu, persamaan  tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan riil. Para matematikawan memperkenalkan bilangan baru dengan notasi i yang disebut bilangan kompleks yaitu bilangan yang berbentuk  dengan a dan b bilangan riil. Definisi bilangan kompleks

Contoh :  dengan  dan

B.       Operasi pada Bilangan Riil

1.        Sifat Operasi Penjumlahan

Jika a, b merupakan bilangan riil maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan riil c dan ditulis : .

Untuk bilangan riil a, b dan c berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut:

a.         Sifat tertutup

Penjumlahan dua bilangan riil menghasilkan bilangan riil juga.

b.        Sifat komutatif

c.         Sifat asosiatif

(

d.        Adanya elemen  identitas/netral

, bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan

e.         Adanya elemen invers

, bilangan  dikatakan invers penjumlahan dari a.

2.        Sifat Operasi Pengurangan

Untuk bilangan riil a, b dan c berlaku sifat-sifat operasi pengurangan ebagai berikut:

a.         Sifat tertutup

Pengurangan dua bilangan riil menghasilkan bilangan riil juga.

b.        Sifat tidak komutatif

Jika  maka

c.         Sifat tidak asosiatif

Jika  maka

3.        Sifat Operasi Perkalian

Untuk bilangan riil a, b dan c berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut:

a.         Sifat tertutup

Perkalian dua bilangan riil menghasilkan bilangan riil juga.

b.        Sifat komutatif

Jika

c.         Sifat asosiatif

Jika

d.        Adanaya elemen identitas/netral

bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian

e.         Adanya elemen invers

, bilangan  dikatakan invers perkalian dari a.

4.        Sifat Operasi Pembagian

Untuk bilangan riil a, b dan c berlaku sifat-sifat operasi pembagian ebagai berikut:

a.       Sifat tertutup

Pembagian dua bilangan riil dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan riil.

b.      Sifat tidak komutatif

Jika dan  maka

c.       Sifat tidak asosiatif

Jika  tidak nol,  dan  maka

C.      Pertidaksamaan

Pertidaksamaan adalah salah satu bentuk pernyataan matematika yang menagndung satu peubah atau lebih yang dihubungkan oleh tanda-tanda . Ditinjau dari jumlah dan pangkat peubah maka pertidaksamaan dapat dibagi menjadi pertidaksamaan linear dengan satu peubah, pertidaksamaan linear dengan peubah banyak dan pertidaksamaan kuadrat.

Sifat-sifat pertidaksamaan :

i.            Jika  dan , maka

ii.            Jika  maka

iii.            Jika  maka

iv.            Jika  dan  adalah bilangan positif, maka

v.            Jika  dan  adalah bilangan negatif, maka

vi.             jika  dan  atau jika  dan

vii.             jika  dan  atau jika  dan

viii.             jika  dan  atau jika  dan

ix.             jika  dan  atau jika  dan

x.            Jika  maka

xi.            Jika  maka

xii.            Jika  maka  dan  (bentuk komposit)

xiii.            Jika  maka  atau  (bentuk komposit)

D.      Selang (interval)

Selang adalah himpunan bagian dari bilangan riil yang mempunyai sifat relasi tertentu. Jika batas-batasnya merupakan bilangan riil maka dinamakan  selang hingga. Jika bukan bilangan riil maka dinamakan selang tak hingga . Lambang  menyatakan membesar tanpa batas dan lambing  menyatakan mengecil tanpa batas. Contoh dari bermacam-macam selang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Notasi
Definisi
b
a
Grafik
Keterangan

b
a
(                        )
Selang terbuka

b
a
[                        ]
Selang tertutup

b
a
[                        )
Selang setengah terbuka

a
(                        ]
Selang setengah terbuka

(
Selang terbuka

a
b
[
Selang tertutup

b
)
Selang terbuka

]
Selang tertutup

Selang terbuka
E.       Pertidaksamaan linear satu peubah

Pertidaksamaan linear satu peubah adalah pernyataan matematika yang memuat satu peubah yang mempunyai pangkat satu dan dihubungkan dengan tanda-tanda . Bentuk umum dari pertidaksamaan linear satu peubah adalah : , dengan a dan b adalah konstan, sedangkan (?) adalah salah satu dari tanda-tanda .

Contoh :

Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan

a.

b.

c.

F.       Nilai Mutlak

Nilai mutlak dari x dinyatakan dengan dan didefinisikan sebagai :

Teorema-teorema

Jika a dan b adalah bilangan riil, maka :

i.

ii.

iii.

iv.

v.

vi.

vii.

viii.

<!–[if gte msEquation 12]>  ix.          x<y=x2<y2

x.          ab=a|b|

xi.          ab=|a||b|, b≠0

xii.          a+b≤a+|b|  (ketidaksamaan segitiga)

xiii.          a-b≤a+|b|

xiv.          a|-|b≤|a-b|

Contoh

Selesaikan pertidaksamaan berikut : (gambarkan garis bilangan dan selangnya)

a.         |x-5|≤4 ,

b.        x+3x-4<2

Latihan Soal

1.        Nyatakan bilangan desimal berikut dalam bentuk pecahan

a.         0,666…

b.        2,5656…

d.        0,02727…

e.         0,1818…

f.         0,0222…

g.        0,0555…

h.        0,549549…

i.          0,03636…

2.        Selesaikan pertidaksamaan berikut :

a.         5x+6≥3x-9

b.        12+5x<35-6x

c.         137x-3<x+1

d.        1-2×3>2x+x5

e.         6≥2-x9≥16

f.         15>3-2×7>16

g.        x-3×2-8x+7>0

h.        5x-7>7x+5

3.        Selesaikan pertidaksamaan harga mutlak berikut :

a.         x+8<2

b.        6-2x≥7

c.         4x-53>6

d.        7+6×4≤3

e.         x-22>4x-2+12

f.         x2-2-6+2x<0

g.        x2+5x<6

h.        x2-|x|≤6

i.          14×2-10<6

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI BUNGA

  1. TUJUAN PRAKTIKUM
  2. Untuk mempelajari struktur dari bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  3. Untuk mengetahui anatomi dari Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  4. Untuk mengetahui struktur dan bentuk dari preparat awetan Antherlilium
  5. Untuk mengetahui anatomi biji dari beberapa tumbuhan
  1. LANDASAN TEORI

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan berbiji tertutup”). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Bunga merupakan alat reproduksi Angiospermae, dibentuk oleh meristem ujung khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor internal dan eksternal untuk keperluan itu. Bunga yang mempunyai kelopak, mahkota, stamen dan putik disebut bunga lengkap. Namun kebanyakan bunga mempunyai struktur yang tidak lengkap misalnya tidak mempunyai salah satu alat kelamin atau keduanya. Bila hanya mempunyai alat kelamin jantan saja disebut bunga jantan dan sebaliknya bila hanya mempunyai alat kelamin betina saja disebut bunga betina (Sumardi dan Agus, 1992).

Bagian bunga yang menghasilkan megaspora (sel telur) disebut ginaecium yang tersusun oleh karpela (megasporofil = daun buah). Karpela ini secara tersendiri atau bersama-sama membentuk ovarium (bakal buah), stilus (tangkai putik) dan di ujungnya stigma (kepala putik). Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih bakal biji (ovulus) yang terikat oleh placenta pada bakal buah.

Bagian bunga yang menghasilkan mikrospora (tepung sari) disebut androecium yang tersusun oleh satuan-satuan yang disebut stamen (benang sari) dan terdiri dari tangkai benang sari (filamen) dan kepala sari (antera).

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan. Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala sari ke kepala putik. Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman, maka disebut dengan penyerbukan sendiri (self pollination). Bila serbuk sari berasal dari bunga tanamn lain disebut dengan penyerbukan silang (cross pollination). Baik tanaman yang menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemungking yang sama untuk terjadinnya penyerbukan yang berkebalikan. Tanamna yang menyerbuk silang memiliki kemungkinan terjadinnya penyerbukan sendiri sebesar 5%. Begitu juga tanaman yang menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan silang sebesar 5%. Terjadinnya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman sifat dan genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan meningkatkan kehomogenitasan dari suatu tanaman. (Sunarto, 1997).

Bakal buah tersusun oleh satu sampai banyak karpela (daun buah) tergantung dari jenis tumbuhannya. Bila bakal buah berkembang menjadi buah, karpela akan berubah menjadi perikarp yang umumnya bersatu dengan bagian-bagian buah yang lain membentuk kulit buah. Perikarp dapat terbagi tiga lapis secara jelas yaitu eksokarp (kulit luar), mesokarp (kulit tengah) dan endokarp (kulit dalam), tetapi sering sulit untuk dipisahkan. Biji pada Angiospermae tersusun atas embrio, endosperm (kadang-kadang tidak ada) dan jaringan pelindung kulit biji atau testa yang berasal dari integumen (Woelaningsih, 1984).

  1. RUMUSAN MASALAH
  2. Bagaimana struktur dan bentuk ovarium dari Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)?
  3. Bagaimana bentuk dari stamen Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)?
  4. Bagaimana struktur dan bentuk dari preparat awetan Antherlilium?
  1. ALAT DAN BAHAN

ALAT

  • Silet
  • Mikroskop
  • Kaca objek
  • Cover glass
  • Pipet tetes
  • Tissue
  • Tusuk gigi

BAHAN

  • Kembang Sepatu, terdiri dari: mahkota, kelopak, tangkai, ovarium, filamen dan antera (Hibiscus rosa-sinensis)
  • Preparat awetan Antherlilium
  • Air
  • Kacang Tanah
  • Melinjo (isi, kulit dalam dan kulit luar)
  • Jagung (Biji)
  1. LANGKAH KERJA
  1. Siapkan alat dan bahan yang akan dipraktikumkan;
  2. Buatlah preparat basah dengan mengiris setipis mungkin bagian yang akan diamati (ovarium dan stamen) dari Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dengan menggunakan silet untuk memudahkan penyayatan. Letakan preparat basah yang sudah jadi di atas kaca objek lalu tetesi dengan aquades dan tutup menggunakan cover glass.
  3. Amati preparat basah tersebut dibawah mikroskop cahaya, kemudian gambar hasil dari pengamatan tersebut.
  4. Setelah praktikan mengamati preparat basah dari Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), kemudian praktikan mengamati preparat awetan dari Antherlilium. Kemudian gambarkanlah hasil pengamatan tersebut.
  1. HASIL PENGAMATAN
GAMBAR HASIL

PENGAMATAN

GAMBAR

LITERATUR

–          Ovarium Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

–          Perbesaran : 5×10/0,65

–          Pinggiran Ovarium dari Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

–          Perbesaran 5×10/0,65

–          Stamen Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

–          Perbesaran 5×10/0,65

–          Preparat awetan dari Antherlilium

–          Perbesaran 5×10/0,65

  1. PEMBAHASAN
  2. Bunga Sepatu

Kingdom  : Plantae

Divisi      : Spermatophyta

Sub Divisio: Angiospermae

Classis      : Dicotyledonae

Ordo        : Malvales

Family      : Mavaceae

Genus       : Hibiscus

Spesies    : Hibiscus rosa sinensis L.

Hibicus rosa-sinensis L. (bunga sepatu) adalah salah satu contoh bunga lengkap, kategori rumah satu, kategori bunga banci juga bunga tunggal karena pada bunga sepatu ini terdapat putik dan benang sari yang terlihat jelas. Rumus bunganya (♀♂)↑ K5, C5,A,G5.

  1. Kacang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Jagung

Kingdom         : Plantae

Divisio             : Spermatophyta

Subdivisi           : Angiospermae

Kelas               : Monocotiledon

Ordo               : Poales

Famili               : Poaceae

Genus               : Zea

Spesies : Zea mays L.

Embrio pada tanaman jagung terletak dibawah endosperma. Jaringan endosperma bersifat padat. Embrio terdiri dari radicula dan plumula. Radikula pada embrio dilindungi oleh sel-sel colerorhiza. Plumula dilindungi oleh sel-sel aleuron sel. Sel aleuron bertipe kecil, padat dan berbentuk persegi.Lapisan pelindung paling luar yang menutupi seluruh biji adalah pericarp.

  1. Melinjo
  2. Preparat awetan

 

 

 

 

 

  1. KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan pada praktikum buah (fructus) dan biji (semen) ini dapat kami tarik kesimpulan bahwa:

  1. Melinjo (Gnetum gnemon) termasuk buah semu tunggal, bagian buahnya meliputi tangkai buah, biji buah, kulit buah, bagian bijinya meliputi kulit biji, lembaga biji.
  2. Jagung (Zea mays) termasuk buah sungguh tunggal satu biji, terdapat lapisan kulit buah tipis, bagian bijinya, kotiledon /putih lembaga luar, dan putih lembaga dalam.
  1. DAFTAR PUSTAKA

Darjanto, Usih Satifah. Pengetahuan Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta: Gramedia. 1982.

Hariana, Arif. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Depok: Enebar Swadaya. 2005.

Juliana. Tanaman Obat. Semarang: Pustaka Utama. 2007.

Reece, Campbell. 1999. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Rifa’I. Keanekaragaman Tumbuhan. Malang: UM Press. 1976.

Sudarnadi, H. TumbuhanMonokotil. Jakarta: Penebar Swadaya. 1996.

Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.

Tjitrosoepomo, Gembong. MorfologiTumbuhan. Yogyakarta: UGM Press. 1984.

Woelaningsih, Sri. Anatomi Tumbuhan. Jakarta: UT. 1984.

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN SEL

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I

Tentang

PENGAMATAN SEL

Disusun oleh:

SAIFUL MILLAH

NIM. 106016300639

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2006


  1. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Tubuh makhluk hidup dibangun oleh sel-sel. Bentuk dan susunan sel-sel tubuh makhluk hidup beraneka ragam. Pada umumya sel terdiri atas membrane sel, sitoplasma, dan inti sel. Sel-sel yang sejenis pada tubuh makhluk hidup bersel banyak tersusun menjadi jaringan. Berbagai jaringan menyusun organ tubuh.

Terdapat beberapa perbedaan bagian-bagian sel yang ada pada hewan dengan yang ada pada tumbuhan. Keingintahuan akan perbedaan-perbedaan yang ada pada tumbuhan dan hewan tersebut merupakan hal yang melatar belakangi pengamat melakukan pengamatan terhadap dua jenis sel, yaitu sel tumbuhan dan sel hewan.

I.2 Tujuan

  • Mengamati struktur sel makhluk hidup.
  • Menggambar struktur sel secara skematis dan memberikan keterangan berdasarkan hasil pengamatan.
  • Mengamati perbedaan struktur antara sel hewan dengan sel tumbuhan.
  1. BAHAN, ALAT, DAN CARA KERJA

II.1 Bahan

  • Daun Rhoeo discolor.
  • Tumbuhan Allium cepa
  • Preparat awetan Rumen areta
  • H2O

II.2 Alat

  • Mikroskop dan perlengkapannya
  • Covered glass
  • Slide
  • Pipet tetes
  • Tusuk gigi
  • Kertas isap/tissue
  • Gelas ukur
  • Pisau kecil/silet

II.3 Prosedur.

Kegiatan 1

  1. Dengan menggunakan silet, daun Rhoeo discolor dipotong melintang dengan tipis
  2. Daun tersebut diletakkan pada kaca benda/slide yang telah ditetesi H2O, lalu ditutup dengan covered glass.
  3. Air yang menggenang diisap dengan tissue.
  4. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  5. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  6. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 2

  1. Slide disediakan dengan higienis, diletakkan di atas meja, kemudian diberi setetes H2O menggunakan pipet.
  2. Dengan menggunakan jari/kuku, kulit Allium cepa yang berwarna ungu dikupas hingga diperoleh kulit tipis (seperti kulit ari) yang disebut sebagai epidermis. Pilih kulit Allium cepa yang masih fresh, bukan kulit yang kering.
  3. Epidermis tersebut diletakkan segera (jangan sampai kering) di atas setetes H2O pada slide kemudian tutup dengan covered glass.
  4. Air yang menggenang diisap dengan menggunakan tissue.
  5. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  6. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  7. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 3

  1. Sebuah slide disediakan kemudian diberikan setetes H2O di bagian tengahnya.
  2. Dengan hati-hati bagian tusuk gigi yang tumpul dioleskan pada permukaan pipi bagian dalam. Anda tidak akan melihat apapun pada ujung tusuk gigi itu.
  3. Ujung tusuk gigi tersebut dioleskan pada slide yang telah diberi setets H2O dan diaduk. Air akan sedikit keruh, kemudian ditutup dengan covered glass.
  4. Slide yang akan diamati diletakkan di ujung lensa objektif.
  5. Slide tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  6. Slide tersebut digambar.

Kegiatan 4

  1. Preparat awetan yang telah ditentukan diambil.
  2. Preparat tersebut diletakkan di ujung lensa objektif.
  3. Preparat tersebut diamati dengan pembesaran lemah, kemudian dengan pembesaran kuat.
  4. Preparat tersebut digambar.
    • HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil

III.2 Pembahasan

Dalam suatu sel minimal terdiri atas sepuluh bagian, diantaranya:

  1. Membran Plasma, terdiri atas protein dan lipida. Berfungsi mengatur transporatsi zat.
  2. Nukleus. Terdiri atas bagian membrane, nucleolus, nucleosomm kromosom, dan asam-asam nukleat (AND dan ARN), berfungsi untuk mengatur seluruh aktivitas sel. (pada pengamatan tidak dapat diperhatikan bagian-bagian nucleus karena keterbatasan kemampuan mikroskop cahaya).
  3. Sitoplasma.
  4. Retikulum endoplasma, merupakan pembuluh halus yang terdapat di dalam sel.
  5. Ribosom, merupakan organel yang terdiri atas RNAr (RNA ribosom) dan protein. Fungsi ribosom yaitu sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
  6. Badan mikro, terdiri atas peroksisom dan glioksisom, serta mengandung enzim katalase dan oksidase.
  7. Komplek golgi, berfungsi sebagai penambah glikosilat, sekresi, ekskresi, pembentukan musin, dan sintesis dinding sel.
  8. Lisosom, berisi enzim hidrolitik dan berperan dalam pencernaan intra sel.
  9. Mitokondria, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pernafasan sel.
  10. Kloroplas, merupakan plastida yang mengandung klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.
  1. KESIMPULAN

Setelah kita melakukan pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa bagian pada sel yang dipunyai oleh sel tumbuhan dan sel hewan dan ada pula bagian yang hanya dipunyai oleh salah satunya saja. Hal ini dapat diperjelas oleh table perbandingan berikut.

No Bagian sel Sel Tumbuhan Sel Hewan
1 Dinding sel ada Tidak ada
2 Membran plasma ada Ada
3 Organel sel

a.    Nucleus

b.    Reticulum endoplasma

c.    Ribosom

d.    Badan mikro

Peroksisom

Glioksisom

e.    Kompleks golgi

f.     Mitokondria

g.    Lisosom

h.    Sentriol

i.      Plastida

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

4 Vakuola ada Ada/Tidak ada

DAFTAR PUSTAKA

Najamuddin.2006.Biologi. Surakarta:CV Grahadi

Prawirohartono, Slamet. 1996. Sains Bilologi 3-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

___________________. 1996. Sains Bilologi 2-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

Syamsuri, Istamar.2000.Biologi 2000.Jakarta:Erlangga.

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN BERPEMBULUH

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I

Tentang

MORFOLOGI TUMBUHAN BERPEMBULUH

Disusun oleh:

SAIFUL MILLAH

NIM. 106016300639

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1427 H/2006 M


  1. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Tumbuhan berpembuluh memiliki berkas-berkas pengangkut di dalam tubuhnya yang terdiri atas pembuluh kayu (xylem) dan pembuluh tapis (floem). Tumbuhan berpembuluh disebut juga tumbuhan berkormus, karena umumnya sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati.

Ada dua kelompok tumbuhan kormus, yaitu kormofita berspora dan kormofita berbiji. Kormofita berspora adalah tumbuhan paku (pteridophyta), contohnya suplir, paku tanduk rusa, paku picis, paku tiang, dan semanggi. Kormofita berbiji adalah tumbuhan berbiji atau tumbuhan berbunga (spermatophyte), contohnya anggrek, mangga, rambutan dan mawar.

 

  1. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas, yaitu paku purba (Psilophytinae), paku kawat (Lycopodiinae), paku ekor kuda (Equisetinae), dan paku benar (Filicinae).

Paku purba meliputi berbagai jenis tumbuhan paku yang sebagian besar sudah punah. Paku purba merupkan jenis paku telanjang (tidak berdaun) atau berdaun kecil-kecil (mirofil) yang belum terdiferensiasi. Salah satu contoh paku purba yang terdapat di Pulau Jawa adalah Psilotum nudum.

Paku kawat memiliki batang dan akar yang bercabang-cabang menggarpu, daun-daun kecil (mikrofil), tidak bertangkai, dan pada beberapa jenis mempunyai lidah-lidah (ligula). Beberapa contoh paku kawat adalah (Lycopodium clavatum dan Lycopodium cernuum.

Paku ekor kuda umumnya hidup berkelompok dalam jumlah besar di tempat yang lembap. Susunan batangnya bercabang-cabang dan berkarang dengan ruas-ruas yang terlihat jelas. Paku ekor kuda berdaun kecil seperti selaput yang tersusun berkarang. Paku ekor kuda yang masih dapat ditemukan di Indonesia, antara lain Equisetum debile.

Tumbuhan paku sejati umumnya dikenal sebagai tumbuhan pakis. Berdasarkan tempat hidupnya, ada tiga golongan paku, yaitu paku tanah, paku air, dan paku epifit. Cuplir (Adiantum cuneatum) dan paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) merupakan tanaman paku hias, sedangkan Dryopteris felixmas bermanfaat sebagai obat-obatan.

 

  1. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan biji dianggap sebagai tumbuhan yang paling tinggi tingkatannya karena mempunyai organ tubuh yang paling lengkap. Organ tubuh yang dimiliki oleh tumbuhan biji adalah akar (Radix), batang (Caulis), daun (Folium), dan bunga (Flos). Fungsi akar adalah untuk menegakkan berdirinya batang serta untuk menyerap air dan mineral dari tanah. Akan tetapi, akar juga mempunyai beberapa fungsi khusus, misalnya pada ketela pohon. Berisi apakah akar yang membesar pada tanaman tersebut?Pernahkah kamu melihat akar gantung padabringin?Akar ini keluar dari bagian batang di atas tanah, menggantung di udara dan tumbuh kea rah tanah. Akar ini dapat menyerap air dan gas dari udara. Akar tersebut berfungsi sebagai akar biasa, yaitu menyerap air dan mineral, setelah ujungnya mencapai tanah. Akar terbagi menjadi dua macam yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Batang mempunyai fungsi utama mendukung organ-organ tumbuhan yang terdapat di atasnya, yaitu daun, bunga, dan buah. Percabangan batang dapat meperbanyak tumbuhnya daun yang berarti memperluas bidang fotosintesis tanaman. Alat transportasi tumbuhan biji berupa pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air dan garam-garam mineral dari tanah ke daun, sedangkan pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut zat-zat makananhasil fotosintesis dari daun ke seluruh tumbuhan.

Pembuluh terbentuk dari sel-sel yang saling berhubungan. Ujungujung sel tersebut terbuka sehingga membentuk tabung panjang yang membujur dari akar, batang, sampai ke daun.

Fungsi khusus batang dapat kita temukan pada beberapa jenis tumbuhan, misalnya sagu dan tebu. Mengapa pohon sagu dapat menghasilkan tepung sagu dan batang tebu menghasilkan gula?

Tumbuhan dapat hidup karena melangsungkan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Fotosintesis membutuhakan cahaya matahari yang dikumpulkan daun untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi gula. Peluang tumbuhan untuk mendapatkan sinar matahari berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap daun pada masing-masing tumbuhan memiliki bentuk yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Setiap daun melekat tidak tegak lurus terhadapa batang, namun berada di tempat yang berpeluang mendapatkan sinar. Pelekatan daun pada batang tersusun dengan cara tertentu agar tidak saling menghalangi antara yang satu dan yang lain. Cara pelekatan daun pada batang disebut filotaksis.

Berdasarkan jumlah daun dalam setiap tangkai daun, maka ada yang disebut daun tunggal, dan ada pula yang disebut daun majemuk. Daun tunggal adalah jenis daun yang paling umum. Daun ini terdiri atas satu lamina, yaitu helaian daun rata pengumpul cahaya matahari. Daun majemuk memiliki helaian daun yang terbagi menjadi beberapa anak daun lebih kecil yang melekat dengan tangkai anak daun. Daun majemuk melekat pada batang dengan bantuan tangkai daun. Bentuk daun majemuk tergantung dari susunan anak daun pada tangkainya. Berdasarkan bentuk urat daunnya, daun terbagi menjadi dua macam yaitu menyirip dan menjari.

Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif tumbuhan. Bunga yang lengkap terdiri atas tangkai, dasar, perhiasan, dan alat perkembangbiakan.

I.2 Tujuan

  • Mengetahui morfologi tumbuhan berpembuluh
  • Mengidentifikasi jenis daun yang terdapat pada bunga kembang sepatu dan kembang teleng.
  • Mengetahui komponen-komponen bunga yang terdapat pada bunga Hibiscus rosa-sinensis dan bunga Clitoria ternaten.

 

  1. BAHAN, ALAT, DAN CARA KERJA

II.1 Bahan

  • Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  • Kembang Teleng (Clitoria ternaten)

II.2 Alat

II.3 Prosedur.

  1. Sediakan bunga kembang sepatu dan kembang teleng beserta tangkai dan daunnya.
  2. Lakukan identifikasi dengan menulis komponen-komponen yang terdapat pada kedua bunga tersebut dan catat jumlahnya. Komponen-komponen yang diidentifikasi bukan hanya yang terlihat dari luar, kita harus membedahnya juga, supaya kita bisa mengidentifikasi komponen dalamnya.

 

  • HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil

:

III.2 Pembahasan

Bunga adalah alat perkembangbiakan generatif tumbuhan. Bunga yang lengkap terdiri atas tangkai, dasar, perhiasan dan alat perkembang biakan bunga. Susunan bunga lengkap dapat dilihat pada gambar bunga kembang sepatu.

Tangkai bunga merupakan bagian bunga yang bersifat seperti batang. Dasar bunga adalah tempat kedudukan bagian-bagian bunga, seperti mahkota dan alat perkembangbiakan bunga. Perhiasan bunga merupakan bagian bunga yang berbentuk lembaran, terdiri atas kelopak dan mahkota.

Alat perkembangbiakan bunga terdiri atas alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Benang sari dapat kita bedakan menjadi dua bagian, yaitu kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari terdapat kotak sari yang berisi serbuk sari. Serbuk sari merupakan sel kelamin jantan. Putik masih dapat kita bedakan menjadi tiga bagian, yaitu kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah. Pada bakal buah terdapat bakal biji yang menghasilkan sel telur.

Berdasarkan keberadaan alat kelamin yang ada pada bunga, bunga dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut:

  1. Bunga banci (hermafrodit), yaitu jika pada satu bunga terdapat alat kelamin jantan dan alat kelamin betina sekaligus, contohnya bunga kembang sepatu.
  2. Bunga berkelamin tunggal, yaitu satu bunga yang mempunyai benang sari saja atau putik saja.

Apabila hanya terdapat benang sari, suatu bunga disebut bunga jantan. Sebaliknya, apabila hanya terdapat putik, suatu bunga disebut bunga betina. Satu tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina dalam satu pohon disebut berumah satu. Tumbuhan dengan bunga jantan dan bunga betina pada pohon yang berlainan disaebut berumah dua.

Berdasarkan jumlah bunga yang terdapat dalam satu tangkai, bunga dibedakan menjadi menjadi dua macam, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk.

  1. Bunga tunggal adalah bunga yang pada satu tangkai terdapat hanya satu bunga, contohnya bunga sepatu, bunga mawar, dan bunga waru.
  2. Bunga majemuk adalah bunga yang pada satu tangkai terdapat beberapa bunga, misalnya bunga matahari, bunga mangga, bunga rambutan, dan bunga krisan.

Di lihat dari beberapa teori dan pengertian di atas maka kita dapat merumuskan dan mengidentifikasikan kedua kembang yang telah kita bedah.

  1. Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Bunga ini merupakan jenis hermafrodit yang mempunyai tingkat simetri yang banyak, mempunyai 5 kalix yang saling berikatan dengan 5 Chroloa dan anteridium yang tak terhingga serta 5 geonesium. Identifikasi ini membentuk rumus:

  1. Kembang Teleng (Clitoria ternaten)

Bunga ini mempunyai benang sari dan putik sehingga termasik jenis hermafrodit yang mempunyai satu tingakt simetri. Bunga ini berbentuk seperti kupu-kupu. Mempunyai lima daun mahkota. Satu lembar daun yang terbesar disebut bendera, dua lembar daun mahkota di kanan dan kiri bendera disebut sayap, dan dua lembar lain yang berlekatan membentuk seperti lunas perahu disebut lunas. Benang sari berjumlah sepuluh buah. Sembilan tangkai benang sari saling berlekatan dan satu benag sari bebas. Susunan benang sari yang demikian disebut benang sari dua tukal. Jika dirumuskan maka menjadi:

 

  1. KESIMPULAN

.Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan:

  1. Pada suatu tumbuhan berpembuluh minimal terdiri dari tiga komponen yaitu akar, batang, dan daun.
  2. Akar dalam suatu tumbuhan dibagi menjadi dua macam yaitu akar tunggang dan akar serabut.
  3. Berdasarkan jumlah daun dalam setiap tangkai daun , maka ada yang disebut daun tunggal dan dan daun majemuk yang terdiri atas dua jenis urat daun, ada yang menyirip dan ada yang menjari.
  4. Berdasarkan keberadaan alat kelamin yang ada pada bunga, bunga dibedakan menjadi dua macam, yaitu bunga banci dan bunga berkelamin tunggal.
  5. Berdasarkan jumlah bunga yang terdapat dalam satu tangkai, bunga dibedakan menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk.

DAFTAR PUSTAKA

Najamuddin.2006.Biologi. Surakarta:CV Grahadi

Prawirohartono, Slamet. 1996. Sains Bilologi 3-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

___________________. 1996. Sains Bilologi 2-a. Jakarta:PT Bumi Aksara.

Sunarto. 2004. Konsep dan Penerapan SAINS BIOLOGI. Serang:Tiga Serangkai

Syamsuri, Istamar.2000.Biologi 2000.Jakarta:Erlangga.